Do Do Sol Sol La La Sol merupakan drama Korea yang menggabungkan komedi romantis, musik piano, dan kehidupan masyarakat di sebuah kota kecil. Ceritanya bermula dari kehidupan Goo Ra Ra (Go Ara), seorang pianis yang berubah drastis setelah ia mengalami kebangkrutan.
Perubahan tersebut kemudian membawanya ke Eunpo dan mempertemukannya dengan berbagai orang yang sebelumnya tidak pernah ia kenal. Ada LaLa Land, akademi piano kecil yang menjadi salah satu pusat kehidupan dalam cerita, serta berbagai hubungan yang tumbuh di antara orang-orang dengan latar belakang berbeda. Perlahan, tempat asing itu mulai terasa akrab.
Lantas, bagaimana Do Do Sol Sol La La Sol mengolah perjalanan tersebut menjadi sebuah drama yang hangat, lucu, sekaligus menyimpan kejutan? Simak ulasan lengkapnya.
Awal Kehidupan yang Tak Lagi Sama
Di drama ini, penonton akan disuguhi perubahan hidup Ra Ra yang terasa cukup kontras. Ia yang sebelumnya terbiasa hidup berkecukupan tiba-tiba harus menghadapi kenyataan pahit dan kehilangan banyak hal. Dari sini, drama mulai memperlihatkan sisi Ra Ra yang lebih jauh dari sosok pianis manja yang terlihat pada awal cerita.
Perpindahan Ra Ra ke Eunpo juga menjadi pintu masuk yang menarik untuk melihat perkembangan karakternya. Ia datang ke kota kecil itu tanpa persiapan, bahkan sempat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, dari kondisi tersebut, ia mulai mengenal kehidupan yang sederhana dan orang-orang yang tidak menilainya berdasarkan latar belakang keluarga.
LaLa Land dan Orang-orang yang Membuat Cerita Terasa Hidup
LaLa Land menjadi salah satu bagian paling menyenangkan dari drama ini. Akademi piano tersebut memang menjadi tempat Ra Ra mengajar dan bermain musik, tetapi fungsinya lebih dari itu. Tempat ini menjadi ruang pertemuan bagi orang-orang dengan masalah dan kehidupan masing-masing.
Karakter-karakter pendukung di Eunpo juga membuat cerita terasa lebih ramai. Mereka memiliki kepribadian yang berbeda dan hubungan antar karakter inilah yang sering menghasilkan adegan lucu sekaligus hangat. Jadi, perhatian penonton tidak hanya tertuju pada hubungan Ra Ra dan Sunwoo Joon (Lee Jae Wook).
Dalam drama ini, unsur musik piano tidak sekadar formalitas untuk memperkuat label drama musikal, karena permainan musik memang menjadi bagian dari kehidupan Ra Ra dan LaLa Land. Beberapa penampilan pianonya bahkan menjadi salah satu bagian yang paling enak dinikmati, ditambah sinematografi yang mendukung.
Kehadiran Mimi, anjing Pomeranian milik Ra Ra, juga memberi warna tersendiri. Memang terlihat sederhana, tetapi karakter seperti Mimi ikut membuat dunia Eunpo terasa lebih hidup dan menyenangkan.
Romansa Manis yang Berujung pada Kejutan Besar
Hubungan Ra Ra dan Joon menjadi daya tarik utama lain dari drama ini. Keduanya memiliki karakter yang cukup berbeda. Ra Ra cenderung ceria, spontan, dan kadang bertingkah tanpa banyak berpikir, sedangkan Joon lebih pendiam dan tidak terlalu peduli dengan penilaian orang lain. Perbedaan tersebut membuat interaksi mereka terasa menghibur.
Joon menjalani hidup dengan bekerja paruh waktu dan mengurus dirinya sendiri. Hubungannya dengan Ra Ra kemudian berkembang secara perlahan, mengikuti kehidupan mereka di Eunpo. Bagian inilah yang membuat romansa dalam drama terasa cukup ringan dan tidak terburu-buru.
Sayangnya, drama ini mulai goyah menjelang akhir. Ada pengungkapan mengenai usia Joon yang ternyata masih berstatus pelajar SMA, sementara Ra Ra merupakan perempuan dewasa. Bagi saya, plot twist ini cukup mengganggu kenyamanan karena dinamika hubungan yang sebelumnya terasa manis mendadak memiliki masalah yang sulit diabaikan.
Masalah lain muncul dari arah cerita menjelang ending yang tiba-tiba membawa konflik penyakit berat. Konflik tersebut membuat bagian akhir terasa lebih dipaksakan dibandingkan perkembangan cerita sebelumnya.
Jadi, meski Do Do Sol Sol La La Sol punya banyak hal menarik dari karakter, musik, suasana Eunpo, dan dinamika antar tokohnya, bagian ending menjadi catatan yang cukup besar dalam keseluruhan ulasan drama ini.
Meski punya beberapa kekurangan terkait eksekusi ceritanya, Do Do Sol Sol La La Sol tetap boleh masuk daftar tontonan, terutama bagi kamu yang suka drama romantis dengan suasana hangat, musik piano, dan cerita kehidupan di kota kecil.
Tag
Baca Juga
-
Ketika Pemimpin Tak Percaya Pakar, Bagaimana Negara Menentukan Arah?
-
Mode Survival Rakyat: Ayah Antre BBM, Ibu Cari Sembako, Anak Keracunan MBG
-
365 Repeat The Year, Thriller Time Travel dengan Alur Penuh Plot Twist
-
Buku Fiksi vs Self-Improvement: Mana yang Lebih Mengasah Empati?
-
Interview Online vs Offline, Mana yang Lebih Masuk Akal?
Artikel Terkait
-
Review Can This Love Be Translated?: Cinta Tak Semudah Menerjemahkan Kata
-
Drama Korea Love Your Enemy: Ditakdirkan untuk Saling Bertemu dan Bersaing
-
Review Drama Start-Up: Drakor Lama dengan Pelajaran yang Tak Pernah Usang
-
Dari Romcom hingga Aksi, 5 Drama Korea 2026 Ini Wajib Masuk Watchlist
-
365 Repeat The Year, Thriller Time Travel dengan Alur Penuh Plot Twist
Ulasan
-
Belajar Berdamai dengan Kehilangan Lewat Novel Serangkai
-
Pasti Ada Jalan Keluar: Mengubah Cara Pandang dalam Menghadapi Masalah
-
Review Can This Love Be Translated?: Cinta Tak Semudah Menerjemahkan Kata
-
Ulasan Novel Inestable: Belajar Pentingnya Komunikasi dalam Hubungan
-
The Taming of the Shrew: Ketika Cinta, Kekuasaan, dan Gender Saling Berhadapan
Terkini
-
Anime The Fable Season 2 Tayang Januari 2027, Yamaoka Arc Resmi Diadaptasi
-
Bye Garis Halus! 4 Serum Adenosine Jaga Wajah Tetap Kenyal Tanpa Iritasi
-
Bukan Oversharing, Tulisan yang Jujur dan Personal Tetap Punya Batasan
-
Bye Sel Kulit Mati! 5 Lulur Mandi Beras Bikin Kulit Lembut dan Bercahaya
-
Ketika Pemimpin Tak Percaya Pakar, Bagaimana Negara Menentukan Arah?