Serial Bridgerton kini menjadi salah satu tontonan favorit di Netflix, setiap musimnya selalu ditunggu karena menghadirkan kisah cinta dari tokoh yang berbeda.
Akan tetapi, ada beberapa hal yang secara tidak langsung membuat serial ini jadi menjenuhkan ketika ditonton. Apa saja? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!
1. Alur Cerita Benci Jadi Cinta
Dari musim pertama hingga ketiga, alur cerita dari tokoh utamanya selalu sama, yakni benci jadi cinta. Dulu, Daphne dan Simon sama-sama saling tidak tertarik satu sama lain.
Bahkan Simon sempat mengungkapkan keinginannya untuk tidak menikah terlebih dahulu. Tapi keduanya menikah dan hidup bahagia dalam rumah tangganya.
Kemudian, kisah Anthony dan Kate. Keduanya saling membenci di awal, Kate berusaha baik dengan Anthony karena dia akan menjadi calon suami dari adiknya, Edwina.
Tapi keadaan berbalik, Anthony dan Kate justru saling tertarik satu sama lain saat pernikahan dengan Edwina semakin dekat.
Lalu di musim ketiga ini, cerita yang sama juga terjadi pada Colin dan Penelope. Meskipun Penelope menyukai Colin sejak lama, dia tidak pernah menyangka bahwa cintanya akan terbalas.
Alur cerita seperti ini membuat Bridgerton menjadi lebih mudah ditebak, tidak ada kejutan spesial di setiap musim yang membuatnya berbeda.
2. Tokoh yang Terlibat Terlalu Banyak
Sadar atau tidak, tokoh yang terlibat dalam Bridgerton 3 sangat banyak. Bahkan beberapa di antaranya memegang peran yang tidak terlalu penting. Di musim ketiga ini ada Mr. dan Mrs. Mondrich yang kerap muncul, tapi seperti hanya sebagai pemanjang durasi sehingga memunculkan kesan bertele-tele dan membosankan.
3. Konflik Lain yang Memecah Fokus
Seperti yang dijelaskan di awal bahwa setiap musim selalu ada satu konflik utama, sayangnya konflik-konflik lain yang menjadi bumbu tak jarang membuat fokus terpecah.
Misalnya di musim ketiga ini, di mana Colin dan Penelope menjadi pemegang konflik utama, tapi cerita dari tokoh lain seperti kisah cinta Benedict dan Francesca dimunculkan secara intens sehingga membuat konsentrasi penonton terbagi.
4. Adegan yang Diulang-ulang
Jika melakukan kilas balik, kamu pasti hafal dengan urutan adegan di serial Bridgerton ini. Dimulai dengan debut salah satu anggota perempuan dari keluarga Bridgerton, kemudian kemunculan tokoh utama, konflik di antara dua tokoh, kemudian berakhir dengan saling menyukai.
Belum lagi dengan adegan pesta dansa, jalan-jalan di taman, adegan di kereta kuda, di penjahit, dan lain-lain. Sepertinya kita butuh disegarkan dengan latar tempat yang berbeda.
Nah, itu tadi beberapa hal yang membuat serial Bridgerton agak membosankan. Bagaimana menurut kalian?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Sprint Race MotoGP Amerika 2025, Pecco Bagnaia Mulai Beri Perlawanan
-
Red Bull Resmi Tukar Liam Lawson dengan Yuki Tsunoda, Keputusan yang Tepat?
-
Bukan Pecco Bagnaia, Marc Marquez Sebut Adiknya Sebagai Pesaing Utama
-
Performa Mentereng Marc Marquez Buat Ducati Kerap Dicurigai Pilih Kasih
-
Lando Norris dan Oscar Piastri Siap Bersaing untuk Gelar Juara Dunia 2025
Artikel Terkait
-
Buku Intelektual yang Membosankan, Mengurai Krisis Intelektual Modern
-
Menenemukan Kebahagiaan dari Buku Selamat Tinggal Hidup yang Membosankan
-
Tipu-Tipu Berkedok Gaun Pesta: Fans Bridgerton Kecewa Berat di Pesta Abal-Abal
-
Katie Leung, Pemain Film Harry Potter Gabung dalam Bridgerton Musim 4
-
Yerin Ha Terpilih Berperan sebagai Sophie Baek dalam Bridgerton Musim 4
Entertainment
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
-
4 Drama Korea Terbaru di Netflix April 2025, Dari Thriller hingga Romansa!
-
5 Rekomendasi Film Baru dari Netflix untuk Rayakan Libur Lebaran 2025
-
4 Film Adaptasi Novel Stephen King yang Bisa Kamu Tonton di Netflix
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?