
Yoo Ah In telah terjerat skandal penyalagunaan obat-obatan terlarang sejak awal tahun 2023. Setelah itu Yoo Ah In diselidiki oleh kepolisian dan seluruh jadwal keartisannya dibatalkan.
Awalnya Yoo Ah In hanya diselidiki atas kasus dugaan penggunaan propofol, namun semakin dalam penyelidikan semakin terungkap bahwa ia juga mengonsumsi ganja, ketamine, hingga midazolam.
Terbukti mengonsumsi obat-obatan terlarang secara ilegal, Yoo Ah In disidang untuk mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Mengutip Sport Seoul pada Selasa (3/9/2024), Divisi Perjanjian Pidana 25-1 Pengadilan Distrik Pusat Seoul mengadakan sidang hukuman pertama untuk Yoo Ah In dan temannya Choi, yang didakwa dengan tuduhan melanggar Undang-Undang Pengendalian Narkotika (psikiatri).
Dalam sidang tersebut dinyatakan bahwa Yoo Ah In dijatuhi hukuman satu tahun penjara dan denda sebesar 2 juta won. Sedangkan kenalannya, Tuan Choi, dijatuhi hukuman delapan bulan penjara dan dua tahun masa percobaan.
Yoo Ah In didakwa biasa memberikan narkotika medis seperti propofol, midazolam, remimazolam, dan ketamine sebanyak 181 kali di 14 rumah sakit sejak September 2020 hingga Maret 2022 dengan dalih anestesi sedatif untuk keperluan prosedur kosmetik. Ada pula dakwaan meresepkan obat tidur secara ilegal atas nama orang lain sebanyak 44 kali sejak Mei 2021 hingga Agustus tahun berikutnya.
Jaksa mengatakan, "Sebagai selebriti terkenal di Korea, terdakwa menggunakan kekuatan finansial dan keuntungan profesionalnya untuk menipu dokter dan menghabiskan uang senilai sekitar 500 juta won membeli obat-obatan terlarang untuk keperluan medis menghirup narkoba dari luar negeri."
Pengacara Yoo Ah In mengakui bahwa ia telah menggunakan narkoba, namun ia membelanya dengan mengatakan bahwa hal itu bertujuan untuk mengobati depresi, gangguan kecemasan, dan insomnia yang ia derita. Hingga hukuman ditetapkan, ia membantah tuduhan memaksa temannya untuk menghisap ganja dan melakukan pemusnahan barang bukti.
Di akhir sidang Yoo Ah In berkata, "Melalui kejadian ini, saya punya waktu untuk melihat kembali seluruh hidup saya. Melalui kejadian ini, saya berkomitmen kuat untuk hidup sebagai orang yang lebih dewasa dan bertanggung jawab," katanya.
"Apapun hasilnya, saya akan membalas banyak orang yang peduli pada saya dengan sisi yang jauh lebih sehat dan jujur masa depan dan dapat berkontribusi lebih banyak lagi kepada masyarakat," ungkapnya.
Namun meski telah ditetapka hukuman, masih ada kemungkinan Yoo Ah In atau jaksa penuntut akan mengajukan banding terhadap putusan sidang pertama.
BACA BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
Rilis Teaser Perdana, Drama Korea 'Crushology 101' Siap Tayang April 2025
-
Jadi Comeback Seo Kang Joon, Drama Undercover High School Raih Popularitas
-
Rating Merosost, Gong Hyo Jin Ungkap Pemikiran Ending When the Stars Gossip
-
Tayang April, Kim Hye Ja dapat Hadiah dari Surga di Drama Korea 'Heavenly Ever After'
-
Sidang Usai, Yoo Ah In Comeback Lewat Film 'The Match' dengan Lee Byung Hun
Artikel Terkait
-
Soal Amnesti, Menkum: Kemungkinan Napi Narkoba Hanya Ada 700 Orang yang Dapat
-
Cerita Pilu Vadel Badjideh Usai Lewatkan Malam TakbirandiPenjara
-
Produksi Vape Narkotika Jenis Baru di Apartemen Mewah Jakpus Dibongkar, Disebut Sulit Dideteksi
-
Pembunuhan Sadis di Rest Area Tol: 2 Anggota TNI AL Divonis Seumur Hidup!
-
Nasib Mail Syahputra, Setia Kepada Nikita Mirzani Kini Penahanannya Turut Diperpanjang
Entertainment
-
MBC Resmi Tunda Penayangan Drama 'Crushology 101', Ternyata Ini Alasannya
-
Lee Shin Young Akan Bergabung dalam Drama 'The Moon Flows Over the River'
-
Tayang Mei, Bae Doo Na Alami Cinta Tak Terkendali dalam Film Korea Virus
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
Terkini
-
Tragedi di Pesta Pernikahan dalam Novel Something Read, Something Dead
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana