Menjalani peran sebagai ibu tunggal bukanlah perkara mudah, tetapi Asri Welas membuktikan bahwa komitmen terhadap kebahagiaan buah hati adalah prioritas utamanya. Setahun sudah aktris serba bisa ini menapaki jalan baru sebagai orang tua tunggal bagi ketiga anaknya.
Sejak resmi berpisah dari Galiech Rida, dinamika hidup Asri mengalami perubahan signifikan. Hak asuh ketiga anaknya jatuh sepenuhnya ke tangan Asri, yang kini memikul tanggung jawab besar sebagai tulang punggung keluarga.
Asri menyadari bahwa status barunya menuntut produktivitas yang lebih tinggi. Ia kini lebih giat bekerja demi memastikan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan anak-anaknya tetap terjaga tanpa kekurangan suatu apa pun.
"Karena anak-anak tinggal bersamaku, tentu aku harus bertanggung jawab penuh atas kebutuhan mereka," ungkap Asri saat memberikan keterangan di kawasan Blok M, Jakarta Selatan sebagaimana diungkap suara.com pada Jumat (13/2/2026).
Terkait urusan finansial, muncul pertanyaan mengenai kontribusi nafkah dari mantan suaminya. Namun, bintang film Susah Sinyal ini memilih untuk tidak memberikan jawaban yang bersifat eksplisit kepada awak media.
Alih-alih memberikan rincian angka atau kepastian, Asri justru memberikan respons yang cukup diplomatis sekaligus penuh tanda tanya. Hal ini sempat memicu rasa penasaran mengenai kelancaran dukungan finansial dari pihak mantan suami.
"Ya, mudah-mudahan saja... mudah-mudahan," jawab Asri singkat. Nada bicaranya saat itu seolah menyiratkan sebuah teka-teki yang belum terpecahkan mengenai urusan nafkah tersebut.
Meski demikian, Asri tidak membiarkan urusan pribadi menghalangi hubungan antara anak-anak dan ayah kandung mereka. Ia tetap menjunjung tinggi nilai kekeluargaan demi psikologis sang buah hati.
Dedikasi Karier dan Kehidupan Mandiri Asri Welas
Bagi Asri, membatasi komunikasi antara anak dan orang tua adalah hal yang tidak bijak. Ia memastikan bahwa akses komunikasi bagi anak-anaknya untuk menghubungi sang ayah tetap terbuka lebar.
Ia sangat menyadari akar keberadaan anak-anaknya tidak lepas dari sosok sang ayah. Kedewasaan sikap Asri ini terlihat dari upayanya menjaga silaturahmi yang sehat bagi lingkungan tumbuh kembang anak.
"Masih telpon sama anak-anak iya lah, kan harus. Karena kan adanya mereka ya ada lahir karena ada bapaknya," jelas wanita yang memiliki nama asli Asri Pramawati ini.
Namun secara personal, Asri mengaku sudah membatasi interaksi langsung dengan mantan suaminya. Ia merasa sudah tidak ada lagi urusan pribadi yang perlu dibicarakan di luar kepentingan anak-anak.
Kemandirian Asri memang sudah terasah sejak lama, jauh sebelum ia dikenal sebagai aktris besar. Wanita kelahiran 7 Maret 1979 ini mengawali langkahnya di dunia seni melalui tarian sejak usia yang sangat belia.
Kecintaannya pada tari membawanya bergabung dengan GSP Production milik Guruh Soekarnoputra pada tahun 1989. Pengalaman inilah yang nantinya menjadi pondasi kuat bagi kariernya di industri hiburan Indonesia.
Tak puas hanya menjadi penari, Asri juga melebarkan sayap menjadi seorang pengusaha. Ia mendirikan Sanggar Asri Welas, sebuah studio tari yang membuktikan visinya di bidang seni dan bisnis sekaligus.
Nama "Welas" sendiri melekat kuat setelah ia sukses memerankan istri Bang Tigor dalam sitkom Suami-Suami Takut Istri pada 2007. Peran ikonik tersebut menjadi batu loncatan besar bagi karier aktingnya di layar lebar.
Hingga tahun 2026 ini, portofolio aktingnya telah mencakup puluhan judul film populer. Mulai dari drama keluarga seperti Keluarga Cemara hingga film horor Suzzanna: Bernapas dalam Kubur.
Selain di depan kamera, Asri juga dikenal sebagai penyiar radio di Delta FM Jakarta. Diversifikasi peran ini menunjukkan betapa fleksibelnya Asri dalam mengelola waktu dan bakat yang dimilikinya.
Dengan segudang aktivitas tersebut, Asri Welas tetap berdiri tegak sebagai sosok ibu yang mandiri. Ia membuktikan bahwa meski harus berjuang sendiri, dedikasi terhadap karier dan kasih sayang kepada anak-anak bisa berjalan beriringan dengan harmonis.
Baca Juga
-
Belanda Terpeleset di Babak Tos-tosan, Maroko Kantongi Tiket 16 Besar
-
Jepang Ikut Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Wakil Asia 'Kehilangan Muka'?
-
Piala Dunia 2026 dan Seni Melupakan Masalah Selama 90 Menit
-
Identik dengan Nobar, Piala Dunia 2026 Tak Nikmat Jika Ditonton Sendirian?
-
Gagal di Piala Dunia, Mengapa Pelatih Selalu Jadi Tumbal Pertama?
Artikel Terkait
-
5 Rekomendasi Panci Listrik untuk Anak Kos, Praktis untuk Masak Buka Puasa dan Sahur
-
Ramadan 2026 Jadi Momen Terberat Asri Welas, Bakal Tinggalkan Anak-Anak
-
Asri Welas Banting Tulang Sendiri Demi Anak, Nafkah dari eks Suami Diduga Abu-Abu
-
Kisah Anak-Anak Terpinggirkan di Kebumen Jadi Perhatian Gus Ipul
-
Kuasa Hukum Tegaskan Tuduhan Tiktokers Vanessa Soal Ijazah Palsu dan Penelantaran Anak Tak Terbukti
Entertainment
-
Usung Kisah Emosional William Shakespeare, Hamnet Tayang 6 Juli di Netflix
-
Sinopsis Agent Kim Reactivated, So Ji-sub Taruhkan Nyawa Demi Anak
-
Sinopsis The Choral, Film Drama Sejarah Penuh Haru Tayang 2 Juli di Netflix
-
Serial The Bombing of Pan Am 103 Segera Rilis 30 Juli, Ini Sinopsisnya
-
Webtoon Hit Hero Killer Diadaptasi Jadi Anime, Ungkap Sutradara dan Studio
Terkini
-
4 Dark Spot Serum Ampuh Bikin Kulit Glowing dan Bekas Jerawat Auto Memudar
-
Piala Dunia 2026: Tembus Babak 16 Besar, Kanada Sukses Cetak Sejarah Baru!
-
Belanda, Piala Dunia, dan Predikat Juara Tanpa Mahkota yang Masih Abadi
-
5 Fitur HP Ini Bisa Kurangi Mata Lelah saat Nonton Piala Dunia, Sudah Tahu?
-
Divorce Attorney Shin: Memahami Perceraian dari Sisi yang Lebih Manusiawi