Ada kalanya sebuah kisah nggak sekadar selesai, melainkan cuma lagi berhenti sejenak untuk kembali dengan warna baru. Begitulah ‘Lorong Waktu’, sinetron religi legendaris yang memadukan unsur keimanan dan dibalut bumbu fiksi ilmiah, akan kembali hadir menyapa penggemarnya setelah terakhir tayang pada 2006. Masih disutradarai dan diproduksi Deddy Mizwar, sinetron ini siap menemani penonton selama bulan Ramadhan mendatang di SCTV. Yeay!
Deddy Mizwar kembali berperan sebagai Pak Haji, sosok bijak yang selama ini memandu perjalanan waktu. Namun, ada banyak pembaruan menarik di cerita ini. Zidan, yang dulu diperankan oleh Jourast Jordy sebagai anak kecil penuh rasa ingin tahu, kini telah tumbuh dewasa. Perannya kini diambil alih oleh Miqdad Addausy, yang bertransformasi menjadi operator mesin waktu. Selain itu, hadir karakter baru bernama Cantika, putri Zidan, yang akan menemani perjalanan mereka. Cantika diprediksi jadi elemen baru yang akan memikat generasi muda. Berasa fresh jadinya ya.
Nggak hanya itu, nama-nama besar seperti Agus Kuncoro dan Tika Bravani turut memperkuat deretan pemain. Dengan begitu, Lorong Waktu versi baru ini menjanjikan kombinasi nostalgia dan pembaruan yang segar.
Sinopsis Lorong Waktu (2025)
Setelah bertahun-tahun, Zidan kini menjadi penjaga dan operator mesin waktu. Bersama Pak Haji, mereka masih menjelajahi lorong-lorong waktu untuk mempelajari kebijaksanaan dan mengajarkan kebaikan. Namun, kali ini perjalanan mereka ditemani Cantika, putri Zidan, yang membawa perspektif baru dan tantangan segar. Kehadiran Cantika nggak hanya memberi warna baru dalam petualangan mereka, tapi juga menunjukkan bagaimana nilai-nilai kehidupan diwariskan dari generasi ke generasi.
Menyelami Nostalgia, Mengapa Lorong Waktu Begitu Ikonik?
Saat pertama kali tayang pada tahun 1999, ‘Lorong Waktu’ memukau penonton dengan ide cerita yang nggak biasa: memadukan nilai-nilai Islam dengan konsep perjalanan waktu. Ini adalah sesuatu yang jarang ditemui di sinetron Indonesia. Dengan tema religi yang kuat dan sentuhan sci-fi, ‘Lorong Waktu’ mampu memberikan tontonan yang nggak cuma menghibur, tapi juga penuh pesan moral.
Dalam versi barunya, Lorong Waktu membawa nostalgia bagi penonton lama yang tumbuh bersama Zidan kecil dan mesin waktu. Kembalinya Pak Haji yang kembali diperankan Deddy Mizwar menghadirkan perasaan hangat yang tentunya nggak tergantikan. Di sisi lain, pembaruan seperti karakter Cantika dan peran baru Zidan membuka ruang bagi generasi muda untuk ikut menikmati perjalanan lintas waktu ini.
Nggak hanya cerita yang kembali, tapi juga rasa rindu akan era di mana tayangan televisi penuh dengan nilai-nilai mendalam tanpa kehilangan unsur hiburan. Dengan kembali hadirnya Sinetron Lorong Waktu, penonton diajak untuk bernostalgia sekaligus melihat bagaimana cerita ini berkembang sesuai dengan zaman.
Kapan dan Di Mana Bisa Menonton?
Sinetron ini dijadwalkan tayang selama bulan Ramadhan 2025 di SCTV. Dengan momentum bulan penuh berkah, ‘Lorong Waktu’ sekali lagi akan jadi teman keluarga untuk menyelami kisah sarat makna dalam bingkai waktu.
Jadi, siapkah kamu kembali ke lorong waktu bersama Pak Haji, Zidan, dan Cantika? Nostalgia menanti dengan janji inovasi yang menyegarkan!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
13 Tahun Vakum, Alasan Chicco Jerikho Main Sinetron Lagi Bikin Kepo
-
Pekerjaan Baru Irish Bella Usai Dinikahi Haldy Sabri, Pantas Dilarang Suami Main Sinetron Lagi
-
Berapa Honor Syuting Irish Bella? Kini Dilarang Haldy Sabri Main Sinetron Lagi
-
Perjalanan Talitha Curtis, dari Ratu FTV Kini Jadi Penjual Risol
-
Bikin Nostalgia, Sinetron Bidadari Kembali Tayang di TV
Entertainment
-
Debut Akting, WOODZ Siap Bintangi Film Pendek 'Slide Strum Mute'
-
Rose BLACKPINK hingga Justin Bieber Siap Tampil di Grammy Awards 2026
-
Pemeran Sophie Bridgerton Season 4 Ungkap Dirinya Cucu Aktris Ternama Korea
-
Kenny Austin Lindungi Amanda Manopo dari Komentar Jahat: Don't Worry
-
Perankan Karakter Kembar, Park Jin Hee Siap Menguras Emosi di Drakor Pearl in Red
Terkini
-
Dihubungi John Herdman, Peluang Tampil Sandy Walsh di Timnas Kian Besar?
-
Kejujuran yang Diadili: Membaca Absurditas dalam 'Orang Asing' karya Albert Camus
-
Review Never Back Down (2008): Film dengan Latar Belakang Seni Bela Diri Campuran!
-
Veda Ega Pratama Debut Moto3: Seberapa Besar Peluangnya Melaju di MotoGP?
-
Kejamnya Label Sosial Tanpa Pandang Umur di Novel 'Dia yang Haram'