Film Totto-chan: The Little Girl at the Window (Madogiwa no Totto-chan) yang disutradarai oleh Shinnosuke Yakuwa ini berhasil memenangkan penghargaan tertinggi di Ajang penghargaan New York International Children’s Film Festival (NYICFF) yang diadakan dari tanggal 28 Februari hingga 16 Maret 2025.
Kemenangan tersebut diumumkan oleh pihak staf di akun media sosial Instagram @nyicff. Penghargaan tertinggi yang berhasil dimenangkan oleh film Totto-chan, yakni penghargaan ‘Grand Prize’ dalam kategori film animasi.
Kemenangan yang didapatkan film Totto-chan: The Little Girl at the Window pada kategori ‘Grand Prize’ ini ditentukan oleh suara seluruh penonton, dengan tambahan suara penonton yang berusia di bawah 18 tahun.
Selain itu, penghargaan utama ‘Grand Prize’ diberikan kepada film Totto-chan: The Little Girl at the Window karena para juri yang merupakan penonton ini merasa jika film pendek ini memiliki makna mendalam sebagai pengingat bahwa hal-hal yang membuat kita berbeda adalah hal-hal yang membuat kita istimewa.
Selain film Totto-chan: The Little Girl at the Window, terdapat dua film yang juga berhasil memenangkan penghargaan ‘Grand Prize’ yaitu film ‘ ¡Salta! ‘ yang disutradarai oleh Olga Osorio dan film animasi ‘The Drifting Guitar'.
Film yang memiliki durasi 114 menit ini telah tayang lebih dulu di Jepang pada bulan Desember 2023, yang kemudian pada 1 Mei 2024 film ini telah tayang di bioskop Indonesia. Melalui film ini para penonton akan dimanjakan dengan visual yang bagus dan merasakan bagaimana sudut pandang anak-anak yang dipenuhi dengan yang imajinasi luar biasa.
Film Totto-chan: The Little Girl at The Window yang diadaptasi dari novel otobiografi yang memiliki judul sama karya Tetsuko Kuroyanagi. Film ini menceritakan kisah nyata sang penulis ketika masih kecil.
Totto adalah nama panggilan sang penulis saat masih kecil. Totto seorang anak kecil berusia tujuh tahun yang memiliki rasa ingin tahu yang besar yang sayangnya rasa ingin tahunya tersebut menjadi bumerang bagi dirinya.
Pihak guru di sekolah publik merasa kewalahan dengan tingkah laku Totto akhirnya memutuskan mengeluarkan Totto dari sekolah tersebut. Adanya keputusan tersebut membuat kedua orang Totto mau tidak mau memindahkan Totto ke sekolah lainnya.
Totto akhirnya bersekolah di Sekolah Tomoe yang didirikan oleh Sosaku Kobayashi. Sekolah ini mempunyai konsep pendidikan unik yang tidak dimiliki di sekolah Totto sebelumnya, yakni ruang kelas didesain berbentuk gerbong kereta api.
Di sekolah Tomoe, Totto merasa nyaman karena dirinya bisa mengembangkan minat dan bakatnya serta bertemu teman-teman baru. Meskipun pada saat itu Jepang sedang berada di situasi perang Dunia II.
Buku Totto-chan: The Little Girl at the Window diterbitkan pada 1981 dan menjadi buku bestseller dengan berhasil terjual sebanyak 5 juta kopi sebelum akhir tahun 1982. Berkat keberhasilannya tersebut pada tahun 1983 buku Totto-chan dijadikan menjadi buku pelajaran di sekolah dasar bagi anak-anak kelas tiga.
Selain itu, buku Totto-chan juga diterjemahkan ke dalam 22 bahasa di dunia agar dapat dibaca kisahnya oleh masyarakat global.
Totto-chan Berhasil Jadi Film dengan Animasi Terbaik dan Fitur Animasi Terbaik di Festival Film Anima 2025
Pada bulan 28 Februari 2025 hingga 9 Maret 2025 pihak staf dari acara penghargaan Festival Film Anima 2025 yang diadakan di Belgium mengumumkan list para pemenang.
Dalam list tersebut, film Totto-chan: The Little Girl at the Window sukses ditobatkan sebagai film ‘The Best Animated Feature Jury’ and ‘Audience Awards’.
Melihat kesuksesan film Totto-chan: The Little Girl at the Window baik secara film dan buku menandakan betapa menarik dan menyentuhnya kisah nyata dari sosok Tetsuko Kuroyanagi ini.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Fermat no Ryri Umumkan Hiatus Sementara, Ygo Kobayashi Siapkan Manga Baru
-
Iruma-kun If Episode of Mafia Siap Hadir sebagai Anime TV Januari 2027
-
Demon Slayer Infinity Castle dan Gundam GQuuuuuX Raih Best Picture TAAF 2026
-
Sang Mangaka Sakit, Manga Kemono Jihen Pilih Hiatus Satu Edisi
-
Film Madoka Magica: Walpurgisnacht Rising Alami Penundaan Penayangan
Artikel Terkait
-
Ulasan Film Wanita Ahli Neraka, Nasib Istri Solehah Bersuamikan Fir'aun
-
Diangkat dari Novel Populer, Rumah untuk Alie Hadirkan Film tentang Bullying dan Trauma Keluarga
-
Review Anime Kaii to Otome to Kamikakushi, Mitos Jepang di Dunia Nyata
-
Review Film Chungking Express: Dua Kisah Cinta Tentang Kesepian
-
Film Samsara: Keheningan yang Berkisah dengan Bahasa Visual yang Magis
Entertainment
-
Tak Ada Ampun, Pinocchio: Unstrung Mengubah Dongeng ke Teror Berdarah 2026
-
Trailer Minions & Monsters Rilis, Ambisi Kuasai Hollywood Menjadi Kekacauan
-
Mahalini Siap Gelar Konser Tunggal usai Hiatus, Akui Kerap Merasa Tertekan?
-
Kim Sung Cheol dan Jin Ki Joo Berpotensi Bintangi Drama Sleeping Doctor
-
Ong Seong Wu Perpanjang Kontrak Fantagio, Ingin Capai Banyak Hal Bersama
Terkini
-
Budaya Adu Nasib di Media Sosial: Mengapa Kita Suka Membandingkan Penderitaan?
-
MotoGP 2026 Belum Dimulai, Rumor Transfer 4 Pembalap Ini Sudah Panas
-
4 Serum Kombucha Rahasia Kulit Cerah, Kencang, dan Skin Barrier Sehat
-
Ekosida: Kejahatan Lingkungan yang Belum Diakui Negara
-
Makin Kompak! 6 Barang Couple Unik untuk Kado Valentine yang Berkesan