Para petinggi studio besar Hollywood dilaporkan telah berkumpul untuk secara khusus membahas strategi dalam menghadapi tarif Presiden Donald Trump terhadap film asing dan yang diproduksi di luar Amerika Serikat.
Dilansir laporan Variety, para petinggi studio besar yang berkuasa dalam Hollywood tersebut berkumpul melalui sebuah rapat virtual dengan Kepala asosiasi dagang perfilman Hollywood, Motion Picture Association (MPA), Charles Rivkin.
Rapat virtual yang dilaksanakan pada Jumat (9/5/2025) tersebut ditujukan untuk mencari sebuah upaya yang cermat dalam mengedukasi Gedung Putih mengenai kompleksitas bisnis film, serta kesulitan dalam menjalankan tarif pada produk yang tidak termasuk sebagai barang konvensional.
Selain itu, banyak film yang juga digarap di sejumlah lokasi di luar Amerika Serikat lantaran alur ceritanya yang membutuhkan latar tertentu, atau bahkan karena faktor biaya produksi.
Sejumlah pekerjaan pascaproduksi pada efek visual serta pengeditan juga sebagian dilaksanakan di berbagai negara untuk memanfaatkan subsidi dari negara tersebut.
Para petinggi Hollywood itu sama-sama berpendapat bahwa banyak film yang masih digarap di AS, termasuk di beberapa lokasi yang selama ini menjadi pusat perhatian dunia, mulai dari Georgia, New Jersey, dan New York yang menghadirkan insentif produksi yang besar.
Mereka juga berharap bahwa pihaknya bisa meyakinkan Trump jika masalah produksi yang tidak bisa dikendalikan ini sebagian besar akan berdampak pada negara bagian California yang tak memberikan tingkat subsidi yang sama dengan sejumlah negara bagian lainnya.
Variety melansir bahwa para petinggi yang berkumpul dalam rapat itu berjumlah sebanyak 20 orang yang termasuk Kepala Universal Pictures dan Kepala NBCUniversal Entertainment & Studios, Donna Langley; Wakil Kepala Disney Entertainment, Ravi Ahuja; Kepala film Sony Pictures, Alan Bergman; Wakil CEO Paramount Global, Brian Robbins; Kepala Amazon MGM Studios, Mike Hopkins; dan Kepala Sony Pictures Entertainment, Tom Rothman; CEO Warner Bros. Discovery, David Zaslav; Kepala film Warner Bros., Michael De Luca; serta wakil CEO Netflix, Ted Sarandos.
Pertemuan tersebut adalah tindak lanjut lainnya dari panggilan yang telah diadakan para petinggi Hollywood pada Senin (5/5/2025) dengan MPA.
Presiden Donald Trump sebelumnya telah menyampaikan bahwa dirinya terbuka untuk berjumpa dengan para kepala studio meski hingga saat ini masih belum ada pertemuan yang telah dijadwalkan.
Jika pertemuan mendatang akan benar terjadi, menurut Variety, MPA dan para studio yang merupakan sasaran lobi berencana untuk menegaskan bahwa AS tengah menguatkan surplus perdagangan sebesar US$11 miliar dalam segi ekspor film dan menjelaskan bahwa sektor tersebut memiliki nilai positif bersih.
Hal tersebut memiliki tujuan untuk mencari cara dalam bekerja sama dengan Trump sekaligus untuk berhadapan dengan langkah-langkah lainnya yang ditentukan oleh presiden yang bisa berpotensi besar dalam mengganggu bisnis film.
Kendati demikian, para petinggi Hollywood ini juga masih merasa bingung apakah tarif yang disampaikan oleh Trump ini hanya akan diterapkan untuk film. Mereka masih belu tahu apakah televisi dan streaming juga akan dikenakan tarif oleh presiden tersebut.
Bila tarif juga akan diterapkan pada televisi dan streaming, ada kekhawatiran lainnya bahwa hal tersebut akan meruntuhkan model pembiayaan pembuatan film yang juga akan berdampak pada penurunan produksi film secara signifikan.
Rivkin menyebut pertemuan kemarin dilakukan ketika industri memperdebatkan bagaimana merespon pesan media sosial Trump yang menyatakan bahwa tarif 100% akan diberlakukan untuk "semua" film yang diproduksi di "luar negeri".
Selain itu, tarif dari Trump ini juga akan membuat sejumlah negara-negara asing turut menerapkan tarif dan pajak mereka sendiri terhadap film-film Hollywood.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Sinopsis Peaky Blinders: The Immortal Man, Hadirkan Misi Terakhir Tommy
-
Rilis Teaser Trailer, Serial Harry Potter Segera Tayang Natal 2026
-
Catat Tanggalnya! F4 Akan Konser Reuni di Indonesia Arena pada Mei 2026
-
5 Film Terbaru Sambut Akhir Pekan, Ada Number One
-
Tayang 24 April, Girl from Nowhere Kembali Hadir Versi Remake Jepang
Artikel Terkait
-
Pasca Pelonggaran Tarif: Minat Risiko di Wall Street Meningkat, Pasar Asia Menguat?
-
Sutradara Siap Garap Trilogi Sekuel Film 10 Things I Hate About You
-
Sutradara Thunderbolts* Digaet Produksi X-Men Versi MCU
-
Sinopsis dan Fakta Film Pembantaian Dukun Santet, Bukan Horor Biasa!
-
Review Film Only Yesterday: Sebuah Perjalanan yang Menyentuh Jiwa
Entertainment
-
Anime PSYREN Konfirmasi Tayang Oktober 2026, Adaptasi Penuh dari Manga Asli
-
X room oleh Xdinary Heroes: Yakinkan Diri Bahwa Semua Akan Baik-Baik Saja
-
Fans One Piece Siap-siap! Detail Lengkap Elbaph Arc dan Bocoran Spin-off 'Heroines'
-
AnimeJapan 2026 Resmi Dibuka! Apa Saja Sih Keseruannya?
-
Tayang Juli 2026, 7 Anime Baru dari Berbagai Genre Ini Patut Kamu Nantikan!
Terkini
-
Urban Loneliness: Kesepian yang Mengintai Pekerja di Kota Besar
-
Vibes Lebih Seram dan Gelap, Wednesday Season 2 Bongkar Rahasia Willow Hill & Burung Gagak Pembunuh
-
Drama Sprint Race MotoGP Amerika 2026: Jorge Martin Taklukkan Austin, Marquez dan Diggia Tergelincir
-
Dikatakan Atau Tidak Dikatakan itu Tetap Cinta: Memahami Rasa Lewat Sajak Tere Liye
-
Makna Daun Palma dalam Minggu Palma, Simbol Iman dan Pengorbanan