Ada sesuatu yang selalu bikin kepo saat ada nama aktor baru tiba-tiba ditunjuk memegang peran utama yang sudah sangat ikonik. Dalam kasus Rangga & Cinta, film garapan Miles Films yang disutradarai Riri Riza dengan produser Mira Lesmana serta Nicholas Saputra, pertanyaan itu kayak terdengar lebih lantang lho.
Siapa sih yang berani menggantikan sosok Rangga yang sejak dua dekade lalu sudah menyatu dengan wajah dingin Nicholas? Jawabannya jatuh pada pendatang baru, El Putra Sarira.
Sejak kabar casting diumumkan, El bukan nama yang mudah menenangkan keresahan penonton. Dia belum punya catatan panjang dalam dunia akting layar lebar.
Nggak ada bayangan kuat apakah dia sanggup membawa aura Rangga yang puitis, dingin, sekaligus penuh kerinduan. Menariknya, keraguan awal itu perlahan berubah jadi kejutan manis di layar bioskop.
Lintas Cerita yang Diulang
Rangga & Cinta mengisahkan kembali drama remaja SMA. Cinta (Leya Princy) adalah gadis populer, punya geng kompak, dan selalu berjaya dalam lomba puisi tahunan. Namun tahun ini berbeda.
Kemenangan jatuh pada Rangga (El Putra Sarira), siswa yang justru ngaku nggak pernah mengirimkan puisinya sendiri. Konflik makin tajam ketika Rangga enggan diwawancarai tim mading sekolah, dan itu memicu amarah Cinta.
Namun seperti takdir yang berulang, sebuah buku puisi yang nyaris hilang mempertemukan keduanya dengan cara berbeda. Dari debat yang kaku, muncul percakapan, dari tatapan sinis tumbuh percikan hangat.
Formula klasik Film Ada Apa dengan Cinta? jelas diulang, hanya saja kali ini dibalut format musikal. Lagu-lagu lama dan baru dinyanyikan para tokoh, lengkap dengan koreografi.
Daya Pikat El Putra Sarira
Sejak awal film, dia tampil sesuai ekspektasi lho. Kaku, cuek, dingin, bahkan cenderung membuat diriku bertanya apakah dia sebatas membaca naskah? Ternyata nggak lho. Kekakuan itu bukan sekadar kelemahan, melainkan proses perubahan karakter.
Di pertengahan film, ketika interaksinya dengan Cinta mulai terbangun, kita bakal melihat El sedikit demi sedikit melonggarkan bahunya, menurunkan nada bicara yang datar, lalu mulai menghanyutkan lewat tatapan matanya.
Transformasi emosi itu agaknya bikin penonton ikut merasakan perjalanan Rangga. Dari penyendiri yang menutup diri hingga remaja yang diam-diam membutuhkan kedekatan.
Menariknya, El bukanlah penyanyi utama dalam film musikal ini. Dia mendapat porsi nyanyian paling sedikit dibandingkan Leya Princy atau Rafi Sudirman.
Dalam momen singkatnya, ketika suara El mengalun pelan, penonton pada akhirnya bisa menangkap sisi intim dari tokoh Rangga. Suara yang nggak sempurna, sedikit raw, tapi menyentuh, seolah-olah mewakili kejujuran yang jarang ditampilkan.
Menggantikan ikon sebesar Nicholas Saputra jelas bukan perkara ringan. Nicholas nggak hanya memerankan Rangga, dia adalah Rangga di imajinasi penonton generasi 2000-an. Tetapi El Putra Sarira tampaknya memilih jalan berbeda. Dia nggak berusaha meniru, melainkan mengisi celah kosong dengan dirinya sendiri.
Dia memang nggak punya tatapan penuh misteri ala Nicholas, tapi dia membawa kerentanan yang segar. Rangga versinya bukan lagi pria muda yang terasa jauh, melainkan remaja yang masih mencari pijakan. Dari sini, kita bisa membaca usaha Riri Riza menghadirkan Rangga baru yang lebih cair, lebih dekat dengan remaja penonton masa kini.
Tentu saja, nggak semua orang akan puas. Ada yang mungkin menganggap El masih belum cukup matang, bahwa dialognya kadang terdengar terlalu dihafalkan, bahwa gestur tubuhnya belum sepenuhnya lepas. Itu kritik yang sah, karena debut sebesar ini memang membawa risiko.
Namun dalam risiko itu, bolehlah kita apresiasi keberanian Miles Films yang memercayai wajah baru untuk menghidupkan kembali ikon sosok Rangga.
Bila Sobat Yoursay ada rencana nonton Film Rangga & Cinta, nggak perlu mikir panjang lagi. Segera tonton sebelum turun layar, ya! Selamat nonton.
Baca Juga
-
Review Why Did I Get Married Again?: Biasa dan Mudah Ditebak
-
Review Cold Storage: Ketika Ruang Penyimpanan Berubah Jadi Perangkap
-
Simbolisme Angel dan Lucifer, Detective Conan: Fallen Angel of the Highway
-
Review Hope: Ketika Ketidaktahuan Manusia Jadi Kekacauan yang Mematikan
-
Review Chronovisor: Saat Kebenaran dan Teori Konspirasi Sulit Dibedakan
Artikel Terkait
-
Dari Ratu Tonight Show Jadi Bintang Film Galau: Perjalanan Karier dan Cinta Enzy Storia
-
Killerman: Ketika Liam Hemsworth Hilang Ingatan dan Jadi Buronan, Malam Ini di Trans TV
-
Ferry Maryadi Beri Lampu HIjau untuk El Putra dan Leya Princy
-
Sinopsis Gowok Kamasutra Jawa yang Angkat Kisah Mentor Bercinta, Segera di Netflix
-
Comic 8 Revolution: Santet K4bin3t: Aksi, Komedi, dan Santet!? Siap Ngakak Sambil Merinding
Entertainment
-
Sinopsis Drama Jepang 'Wheat, Butter, and Revenge', Dibintangi Ihara Rikka
-
Unabomber Tayang 25 September di Netflix, Bawa Kisah Kelam Ted Kaczynski
-
Tayang 20 September, RuPaul Pimpin Komedi Drag Kacau di Stop! That! Train!
-
Sinopsis Fragments of Truth, Drama China Terbaru Huang Jun Jie di Youku
-
Rilis PV Baru, Anime PSYREN Hadirkan Misteri Bertema Kekuatan Psikis
Terkini
-
Belajar dari The Early Spring: Jangan Meremehkan Orang yang Sedang Berjuang
-
Review The Potato Lab: Kisah Cinta di Balik Laboratorium Kentang
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Bye Pori Tersumbat! 4 Cleanser Volcanic untuk Kulit Mulus Bebas Komedo
-
Lagu Mungkin di Depan Buram dan Harapan di Tengah Ketidakpastian Masa Depan