Nama Angel terdengar begitu suci untuk sebuah sepeda motor. Lalu Detective Conan: Fallen Angel of the Highway mempertemukannya dengan Lucifer. Sejak saat itu, jalan raya dalam film ini seperti tempat pertemuan antara teknologi yang ingin menyelamatkan manusia dan teknologi yang bisa berubah jadi ancaman.
Penamaan Angel dan Lucifer bukan sebatas pemanis agar film ke-29 Detective Conan terdengar lebih dramatis. Angel dan Lucifer seperti dua wajah dari gagasan yang sama. Keduanya sama-sama berkaitan dengan sepeda motor dan teknologi, hanya saja keduanya bergerak menuju arah yang berlawanan. Satu dirancang untuk membantu kepolisian, sementara satunya lagi sebagai ancaman di tengah jalan raya.
Detective Conan: Fallen Angel of the Highway diproduksi TMS Entertainment, disutradarai Takahiro Hasui, dengan skenario yang ditulis Takahiro Okura berdasarkan manga karya Gosho Aoyama. Film berdurasi sekitar 109 menit ini pertama kali dirilis di Jepang pada 10 April 2026 dan kemudian hadir di bioskop Indonesia pada 9 September 2026.
Deretan pengisi suaranya juga diisi nama-nama yang sudah sangat dikenal penggemar. Minami Takayama kembali sebagai Conan Edogawa, Wakana Yamazaki sebagai Ran Mori, Rikiya Koyama sebagai Kogoro Mori, dan Megumi Hayashibara sebagai Ai Haibara. Miyuki Sawashiro mengisi suara Chihaya Hagiwara, sedangkan Shin-ichiro Miki dan Nobutoshi Canna masing-masing kembali sebagai Kenji Hagiwara dan Jinpei Matsuda. Ryusei Yokohama serta Mei Hata turut hadir sebagai Kazuaki Omae dan Minato Tateoki.
Cerita membawa Conan, Ran, Sonoko, Kogoro, dan Masumi Sera ke Minato Mirai, Yokohama, dalam sebuah festival sepeda motor. Suasana berubah ketika ada motor hitam melaju secara brutal dan membahayakan pengguna jalan. Chihaya Hagiwara, polisi lalu lintas dari Kepolisian Prefektur Kanagawa, langsung mengejar pengendara misterius itu.
Pengejaran itu jadi awal dari persoalan yang jauh lebih besar. Conan kemudian mengetahui keberadaan Angel, sepeda motor polisi berteknologi canggih yang dikembangkan untuk mendukung tugas kepolisian. Di sisi lain, motor hitam yang sebelumnya menimbulkan kekacauan memiliki bentuk yang sangat mirip dengan Angel sehingga diberi julukan Lucifer.
Dari sinilah judul Fallen Angel of the Highway mulai punya makna.
Angel seharusnya jadi sesuatu yang melindungi. Kendaraan tersebut membawa teknologi ke dalam tugas kepolisian dengan tujuan membantu manusia menghadapi situasi di jalan raya. Namanya pun secara langsung ngasih kesan tentang sesuatu yang datang untuk menjaga dan menyelamatkan.
Lucifer muncul sebagai bentuk kebalikannya. Motor hitam itu rupanya berkaitan dengan kekacauan dan bahaya. Sosoknya seperti bayangan dari Angel, seolah-olah memperlihatkan bagaimana teknologi yang sama-sama canggih bisa menghasilkan konsekuensi berbeda ketika tujuan penggunaannya berubah.
Menurutku bagian ini jadi salah satu gagasan paling menarik dalam film.
Fallen Angel akhirnya lebih dari sebatas judul keren. Istilah tersebut ibarat gambaran mengenai sesuatu yang awalnya berada di sisi cahaya, lalu jatuh ke sisi yang berlawanan. Angel dan Lucifer seperti representasi visual dari proses tersebut.
Yang menarik, film nggak perlu berkhotbah panjang mengenai bahaya teknologi. Gagasan itu disampaikan melalui kendaraan yang bergerak di depan mata penonton. Angel jadi tanda kemajuan teknologi yang dipercaya bisa membantu manusia. Lucifer jadi pengingat: kemajuan yang sama bisa berubah jadi ancaman.
Di sini aku melihat Detective Conan mencoba menyentuh persoalan yang semakin dekat dengan kehidupan masa kini.
Teknologi sekarang semakin banyak mengambil bagian dalam kehidupan manusia. Kendaraan semakin pintar, sistem otomatis berkembang, dan berbagai keputusan mulai dibantu mesin. Film ini kemudian membawa perkembangan tersebut ke wilayah kriminal dan misteri.
Conan berada di tengah semuanya sebagai manusia yang masih mengandalkan observasi dan penalaran. Dia membaca situasi, memperhatikan perilaku, mencari hubungan antar petunjuk, lalu menyusun semuanya menjadi sebuah kesimpulan.
Benturan antara manusia dan mesin inilah yang menurutku membuat misterinya lebih kekinian.
Di saat yang sama, kisah Chihaya Hagiwara menyuguhkan lapisan emosional pada konflik tersebut. Pengejaran pada motor hitam membawa Chihaya kembali pada kenangan mengenai Kenji Hagiwara dan Jinpei Matsuda. Jalan raya yang menjadi arena aksi akhirnya juga jadi tempat masa lalu kembali mengejarnya.
Sayangnya, kepadatan cerita membuat gagasan tersebut sesekali harus berbagi ruang dengan terlalu banyak elemen. Film ingin memberikan misteri, aksi, teknologi, konflik kepolisian, serta drama personal dalam waktu yang relatif terbatas. Beberapa bagian akhirnya bergerak terlalu cepat.
Meski begitu, aku tetap melihat Angel dan Lucifer sebagai daya pikat konseptual terbesar film ini.
Keduanya membuat kendaraan terasa seperti bagian dari cerita, bukan sekadar properti untuk adegan kejar-kejaran. Angel membawa gagasan tentang perlindungan. Lucifer membawa sisi gelap dari gagasan tersebut. Pertemuan keduanya kemudian menghasilkan konflik yang secara sederhana bisa dibaca sebagai pertarungan antara teknologi untuk menyelamatkan manusia dan teknologi yang berubah jadi ancaman.
Film ini memang menyuguhkan motor yang melaju kencang, pengejaran di jalan raya, misteri, dan aksi yang jadi hiburan utamanya. Di balik semua itu, ada permainan simbolisme yang layak Sobat Yoursay tonton. Selamat menonton, ya.
Baca Juga
-
Review Hope: Ketika Ketidaktahuan Manusia Jadi Kekacauan yang Mematikan
-
Review Chronovisor: Saat Kebenaran dan Teori Konspirasi Sulit Dibedakan
-
Review Autopsy: Dead Body Can Talk, Saat yang Mati Jadi Saksi Paling Jujur
-
Review The Girl in the River: Misteri Pembunuhan yang Kehilangan Taringnya
-
Review Film By Any Means: Ketika Hukum Gagal, Kekerasan Layak Bicara?
Artikel Terkait
-
Rilis PV Baru, Anime PSYREN Hadirkan Misteri Bertema Kekuatan Psikis
-
Manga Aoharu Once More Dapat Adaptasi Light Anime, Proyek Ketiga BALLOON
-
Detective Conan The Movie: Petaka Maut di Jalur Cepat Menuju Kota Kanagawa!
-
Jangan Lupa Bahagia: Tamparan Realita Hidup Generasi Sandwich
-
Ulasan Detective Conan: Fallen Angel of the Highway, Aksi Motor Misterius
Ulasan
-
Buku Islam & Kebangsaan: Menemukan Wajah Islam dalam Rumah Kebangsaan
-
Jangan Lupa Bahagia: Tamparan Realita Hidup Generasi Sandwich
-
I Am Not Happy!: Cerita Quokka tentang Perasaan yang Sering Disalahpahami
-
Ulasan Detective Conan: Fallen Angel of the Highway, Aksi Motor Misterius
-
Ulasan Novel Sang Pemanah: Menemukan Makna Hidup dari Sebuah Anak Panah
Terkini
-
Bukan Sekadar Buruh Murah: Standar Upskilling Jalur Magang
-
Sinopsis Fragments of Truth, Drama China Terbaru Huang Jun Jie di Youku
-
Gengsi di Atas Fungsi, Mengapa Kita Terobsesi dengan iPhone?
-
Anti-Kilap Seharian! 4 Sunscreen SPF 50 Matte Finish untuk Kulit Berminyak
-
Vredeburg Game On, Arena Edukasi Anak Panti oleh Loka Bestari