Hayuning Ratri Hapsari | Athar Farha
Foto Film Cold Storage (IMDb)
Athar Farha

Tempat penyimpanan biasanya dibuat untuk satu tujuan, yakni menjaga sesuatu tetap aman sampai pemiliknya membutuhkannya kembali. Pintu dikunci, barang ditinggalkan, lalu semuanya selesai. Nah, Cold Storage membalik logika tersebut dengan cara yang cukup menghibur, lho. Di film ini, ruang yang seharusnya menjadi tempat untuk menyimpan barang malah menyimpan sesuatu yang jauh lebih berbahaya dari barang milik siapa pun.

Film horor fiksi ilmiah garapan Jonny Campbell ini mengambil lokasi yang begitu biasa, lalu perlahan mengubahnya menjadi perangkap. Lorong penyimpanan, pintu besi, ruangan tertutup, dan area bawah tanah yang awalnya cuma terlihat seperti bagian dari sebuah fasilitas komersial berubah jadi batas tipis antara rasa aman dan kekacauan.

Cold Storage merupakan film produksi StudioCanal dan Pariah, dengan David Koepp sebagai penulis skenario berdasarkan novel berjudul sama yang ditulisnya. Film ini menghadirkan Joe Keery sebagai Teacake, Georgina Campbell sebagai Naomi, Liam Neeson sebagai Robert Quinn, Sosie Bacon sebagai Dr. Hero Martins, Vanessa Redgrave sebagai Mary Rooney, serta Lesley Manville sebagai Trini Romano.

Film berdurasi sekitar 98 menit ini memadukan horor, fiksi ilmiah, komedi, dan aksi. Cold Storage mulai dirilis secara teatrikal sekaligus VOD di Amerika Serikat pada 13 Februari 2026, sementara perilisan digitalnya kemudian membuat film ini bisa ditonton melalui sejumlah layanan streaming dan video-on-demand, termasuk Prime Video

Cerita bermula dari fasilitas militer yang puluhan tahun sebelumnya digunakan untuk menyimpan organisme parasit berbahaya. Sesuatu yang seharusnya tetap terkunci kemudian menjadi bagian dari bangunan yang telah berganti fungsi menjadi fasilitas self-storage. Barang-barang masyarakat mulai memenuhi ruangan, aktivitas bisnis berjalan seperti biasa, sementara rahasia lama masih bersembunyi jauh di bawah bangunan.

Masalah muncul ketika perubahan suhu membuat organisme tersebut kembali aktif. Jamur parasit itu berkembang dengan cepat, menyebar melalui manusia, mengalami mutasi, dan mulai mengubah fasilitas penyimpanan menjadi tempat yang penuh ancaman. Teacake dan Naomi, dua pekerja yang sedang menjalani shift malam, mendapati rutinitas mereka berubah jadi perjuangan untuk bertahan hidup.

Situasinya semakin rumit ketika Robert Quinn ikut terlibat. Pengalamannya menghadapi ancaman bioteror membuat dia memahami betapa seriusnya organisme tersebut. Bersama Teacake dan Naomi, Quinn berusaha menghentikan penyebaran sebelum organisme itu keluar dari fasilitas dan mencapai lingkungan yang lebih luas.

Seru banget, ya?

Ketika Mengunci Masalah Bukan Berarti Menyelesaikannya

Self-storage merupakan ruang yang dibangun berdasarkan kepercayaan, sesuatu bisa diamankan hanya dengan memisahkannya dari dunia luar. Film ini kemudian menghancurkan rasa aman tersebut sedikit demi sedikit.

Setiap pintu yang tertutup dalam Cold Storage seperti menyimpan kemungkinan baru. Ruang sempit membuat pergerakan karakter semakin terbatas, sementara lorong-lorong fasilitas menciptakan kesan mereka selalu berada beberapa langkah dari sesuatu yang sedang berkembang. Tempat yang semestinya membantu manusia menyimpan malah membuat mereka sulit melarikan diri.

Di luar itu. Aku melihat Joe Keery dan Georgina Campbell membawa sisi kepanikan manusia biasa ke dalam situasi tersebut, sementara Liam Neeson berhasil menyalurkan energi veteran yang lebih siap menghadapi kekacauan. Perpaduan ketiganya membantu film menjaga ritme ketika lokasi yang sama mulai semakin sempit.

Cold Storage tentu bukan cuma memanfaatkan self-storage sebagai latar horor. Film ini menjadikannya bagian penting dari gagasan cerita: sebuah tempat yang dibuat untuk menyimpan sesuatu ternyata bisa berubah menjadi perangkap ketika manusia terlalu percaya pada kemampuan mereka mengunci sebuah masalah.

Mulai terbayang keseruan film ini? Sobat Yoursay bisa langsung cek Prime Video, ya. Selamat menonton.