Grup pesulap The Four Horsemen akhirnya kembali lewat Now You See Me: Now You Don’t yang kini sudah tayang di bioskop Indonesia dan berhasil mencetak rekor baru di seri Now You See Me.
Mengutip data dari laman Rotten Tomatoes pada Minggu (16/11/2025), film ketiga ini meraih rating 59% dari kritikus dan 82% dari kalangan penonton. Pencapaian ini menempatkannya sebagai film dengan rating tertinggi di franchise ini.
Ada yang mengapresiasi film Now You See Me: Now You Don’t karena mampu menghadirkan energi baru dan nuansa petualangan yang seru, meski trik-triknya berjalan begitu cepat hingga pesonanya belum sempat benar-benar berkembang.
Beberapa penelaah menyebut film ini menghibur, tetapi juga melelahkan dengan ritme yang tak pernah melambat. Di sisi lain, sejumlah kritik paling tajam menyebut sekuel ini justru tampil lebih datar dibanding film-film sebelumnya, sehingga tidak semua penonton merasa terkesan.
Meski begitu, kebanyakan ulasan yang masuk menunjukkan bahwa film ini tetap menawarkan hiburan ringan bagi penonton yang merindukan aksi tipuan khas The Four Horsemen.
Jika melirik rating dari dua film sebelumnya, Now You See Me (2013) hanya meraih 51% dari kritikus dan 70% dari penonton, sementara Now You See Me 2 (2016) bertahan di angka 34% dari kritikus dan 53% dari penonton.
Dari segi box office, Now You See Me: Now You Don’t mengumpulkan US$8 juta—termasuk US$2 juta dari pemutaran awal—dan kini diperkirakan bertahan di kisaran US$20 juta sepanjang pekan debutnya.
Disutradarai oleh Ruben Fleischer, Now You See Me: Now You Don’t kembali mengikuti aksi The Four Horsemen yang beranggotakan J. Daniel Atlas, Merritt McKinney, Jack Wilder, serta Henley Reeves.
Mereka kembali bersatu dan kali ini generasi baru para pesulap berbakat ikut bergabung demi menjatuhkan kelompok kriminal berbahaya yang menjadi target utama mereka.
Film ini dibintangi oleh Jesse Eisenberg, Woody Harrelson, Dave Franco, Isla Fisher, Lizzy Caplan, Morgan Freeman, Justice Smith, Dominic Sessa, Ariana Greenblatt, dan Rosamund Pike.
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, film terbaru ini memperkenalkan tiga ilusionis muda: Charlie, Bosco, dan June. Terinspirasi oleh aksi The Four Horsemen yang begitu memukau, mereka pun melakukan aksi pencurian dengan misi sosial yang sama.
Setelah masing-masing menerima kartu tarot misterius, ketiganya dipertemukan dengan para anggota Four Horsemen untuk menghadapi musuh paling berbahaya mereka sejauh ini.
Target mereka adalah Veronika Vanderberg, seorang pewaris berlian yang menjalankan jaringan kriminal global, mulai dari geng jalanan, mafia internasional, hingga kartel dan kelompok perang bayaran.
Misi mereka ialah mencuri sebuah permata super langka milik keluarga Vanderberg yang telah dijaga dengan sistem keamanan kelas dunia, sekaligus membuka kedok imperium gelap di balik reputasi mewah keluarga tersebut.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Syuting One Piece Live Action Season 3 Resmi Rampung, Kapan Tayang?
-
Serial The Bombing of Pan Am 103 Segera Rilis 30 Juli, Ini Sinopsisnya
-
Tuai Respons Positif, Serial Every Year After Resmi Berlanjut ke Season 2
-
Kisahkan Teror Hiu, Prime Video Bagikan Trailer Film The Devil's Mouth
-
Ulasan Daughters of the Sun and Moon, Angkat Kisah Kelam Imigran Tionghoa
Artikel Terkait
-
4 Film Korea Terbaik Tentang Bobroknya Pemerintahan Otoriter
-
Lady Gaga Ungkit Kembali Reaksi Negatif Penonton terhadap Film Joker 2
-
Setelah Suzume, Makoto Shinkai Bikin Pengumuman Mengejutkan Soal Proyek Film Selanjutnya
-
Sinopsis Men in Black II: Misi Agen J dan K Hadapi Alien Seksi, Malam Ini di Trans TV
-
Review The Running Man, Ketika Reality Show Jadi Ajang Bertahan Hidup
Entertainment
-
Jungkook BTS Buka-bukaan Belum Punya Rencana untuk Menikah, Ini Alasannya
-
Syuting One Piece Live Action Season 3 Resmi Rampung, Kapan Tayang?
-
Buka Era Baru, ENHYPEN Bagikan Kehangatan dan Harapan di Lagu We'll Be Fine
-
Code Kunst Dikabarkan Putus Setelah 8 Tahun Pacaran, Agensi Buka Suara
-
Rilis Teaser PV, Anime The Kept Man of the Princess Knight Siap Tayang 2027
Terkini
-
PHK Massal Buruh Pabrik: Benarkah Up-skilling Hanya Ilusi?
-
Saat Anak SD Harus Ikut Aksi, Apakah Kita Sudah Benar-benar Mendengar Mereka?
-
Dosa Hakim di Sidang Nadiem: Ketika Hak Terdakwa dan KUHAP Teramputasi
-
Review "Kafe Purnama Bayu", Fantasi Hangat dengan Pesan Kehidupan Mendalam
-
Media Sosial Membentuk Standar Baru Buat Perempuan: Inspirasi atau Tekanan?