Aisha Nurra Datau kembali menjadi sorotan setelah membagikan kisah perjalanan kariernya yang penuh kejutan di industri perfilman Indonesia.
Meski datang dari keluarga yang berkecimpung dalam dunia seni, aktris berusia 21 tahun ini mengaku awalnya tidak pernah benar-benar berencana terjun serius ke dunia akting.
Namun rangkaian peristiwa kecil justru mengarahkannya kembali ke panggung yang kini digelutinya.
Awal Terjun ke Film: Berawal dari Lingkaran Pertemanan Orang Tua
Dalam pertemuan di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, pada 17 November 2025, Aisha Nurra Datau mengingat kembali pengalaman pertamanya bermain film ketika masih kecil.
Ia muncul dalam film Iqro: My Universe, sebuah kesempatan yang datang secara natural karena kedekatan orangtuanya—Sha Ine Febriyanti sang aktris dan Yudi Datau sang sinematografer, dengan para pelaku industri film.
"Waktu aku kecil banget, aku pernah main film namanya Iqro: My Universe," kata Nurra membuka cerita.
Ia menjelaskan bahwa tawaran itu datang karena teman-teman orangtuanya mengetahui bahwa putri mereka sedang berada di usia yang cocok untuk sebuah peran.
"Karena mama papaku kan kebetulan juga ada di film… teman-teman dari mama dan papaku mungkin akan bikin film, terus mereka, 'Oh, anaknya Mbak Ine sama Mas Yudi masih kecil nih, coba-coba deh ketemu'," tuturnya.
Meski sempat membintangi dua film, Nurra justru memutuskan menjauh dari dunia tersebut. Ia mengibaratkan dirinya seperti karakter dalam drama Korea yang enggan meneruskan jejak orangtuanya karena terlalu familier.
"Karena mungkin terlalu familier ya," ujarnya.
"Misalnya kayak, kayak di drama Korea gitu, kadang-kadang ada CEO-CEO gitu, anaknya enggak mau, enggak mau jadi CEO juga. Nah, mungkin aku kayak gitu kali ya,"
Kembali ke Akting: Perjalanan Iseng yang Mengubah Hidup
Perubahan besar justru datang ketika ia sedang bersiap melanjutkan studi ke Prancis. Tanpa ekspektasi apa pun, Nurra mengikuti kelas akting milik sang ibu hanya untuk mengisi waktu. Siapa sangka, langkah kecil itu membawanya pada kesempatan besar.
"Karena mamaku memang punya acting class, sambil mengisi waktu aja. Tiba-tiba aku ditawarin casting," ujar pemeran film Jodoh 3 Bujang ini.
Dari casting tersebut, Nurra mulai mengenal kembali proses kreatif di balik dunia akting. Bukan hanya menyenangkan, ia menemukan bahwa proses mendalami karakter adalah hal yang justru membuatnya jatuh cinta.
"Yang bikin jatuh cinta mungkin… semua prosesnya sih ya," ungkapnya.
Ia bahkan menyebut bahwa kesempatan untuk menjadi “orang lain” lewat peran adalah pengalaman yang paling berkesan.
"Paling utama adalah proses mengenal karakternya, menjadi orang lain. Itu proses itu yang aku rasa sangat berkesan dan menyenangkan," tuturnya.
Baca Juga
-
Mau Tampil Cute atau Edgy? Coba 4 Gaya OOTD ala Narin MEOVV Ini
-
Min Jeong Woo di Perfect Crown Jadi Bukti Terus Terang Itu Penting!
-
Bikin Penonton Ikut Sedih, Begini Sisi Tragis Yoon Yi Rang di Perfect Crown
-
Playful ke Elegan Look, Ini 4 Ide Outfit Feminin Kekinian ala Yuna ITZY
-
Ulasan Perfect Crown: Drama Kerajaan Modern Ringan tapi Bikin Emosional
Artikel Terkait
-
Respons Nurra Datau soal Label Nepo Baby: Bukan Hal Negatif
-
Nurra Datau Blak-blakan soal Label Nepo Baby, Wejangan Ine Febriyanti Jadi Kunci
-
Sempat Menjauh dari Film, Nurra Datau Temukan Panggilan Jiwa di Kelas Akting Ine Febriyanti
-
Rayakan Ulang Tahun ke-27, Ini Transformasi Akting Zhao Lusi
-
Jeon Jong-seo Akan Adu Akting Bareng Henry Cavill di Highlander
Entertainment
-
Sinopsis The Crash, Film Dokumenter tentang Kecelakaan Maut yang Gegerkan Amerika Serikat
-
Taeyong NCT Luapkan Insting, Ambisi, dan Kebebasan Artistik di Lagu WYLD
-
Sinopsis Kartavya, Film Kriminal India Terbaru Saif Ali Khan di Netflix
-
Sisa 1 Hari Lagi, Marapthon Siapkan Konser Closing Besar di Istora Senayan
-
Horor Absurd Nih! Film Dukun Magang tentang Mahasiswa dan Kuntilanak Hitam
Terkini
-
Perebutan Takhta Kruger-Brent dan Ambisi Membunuh di Mistress of the Game
-
4 Skin Tint SPF 40 Lindungi Kulit dari Sinar Matahari agar Cegah Flek Hitam
-
Pecinan Kota Malang dan Luka Panjang Etnis Tionghoa Pasca G30S
-
Menggugat Integritas di Balik Tanding Ulang LCC Empat Pilar MPR RI
-
Merasa Kosong di Tengah Keramaian: Membaca Rasa Sepi di The Great Gatsby