Dunia perfilman Indonesia kembali menyorot Luna Maya setelah ia resmi diumumkan kembali memerankan karakter ikonik Suzzanna dalam film terbaru berjudul Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa.
Proyek ini menjadi penampilan ketiganya sebagai sang legenda horor, sekaligus menandai lanjutan kerja sama besar setelah dua film sebelumnya sukses menarik perhatian penonton.
Film garapan terbaru ini dijadwalkan tayang pada 2026 dan menghadirkan Reza Rahadian sebagai lawan main, menjadikannya salah satu film paling dinantikan tahun depan.
Kembalinya Luna Maya sebagai Suzzanna pun menimbulkan banyak ekspektasi, baik dari jagat dunia maya hingga para pecinta film horor.
Tak heran bila ia menyiapkan mental dan pendekatan baru untuk kembali menghidupkan sosok yang telah melekat kuat di ingatan publik tersebut.
Tantangan Menjalankan Ikon Besar
Dalam sesi diskusi di JAFF Market, Jogja Expo Center (JEC), Senin (1/12/2025), Luna Maya secara terbuka mengungkap tantangan paling berat saat kembali memerankan Suzzanna. Ia menegaskan bahwa beban terbesar bukan terletak pada akting atau teknis makeup, melainkan ekspektasi penonton yang begitu tinggi.
“Yang paling berat adalah memenuhi ekspektasi orang. Karena ketika kita meremake sesuatu, apalagi sosok yang benar-benar pernah ada, pasti banyak orang membandingkan," ungkap Luna Maya, dikutip dari Suara.com.
Ia kemudian menambahkan bahwa dirinya tidak berusaha menjadi imitasi sempurna dari almarhum Suzzanna.
"Sebagai aktor, tugas kita bukan menjadi seratus persen atau menyalin orang itu. Sampai kapan pun saya tidak akan pernah bisa menjadi 100 persen Suzzanna. Saya adalah individu lain," tambah istri dari Maxime Bouttier tersebut.
Menghidupkan Marwah, Bukan Menyalin
Luna Maya juga menyampaikan bahwa proyek terbaru ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan sosok Suzzanna yang asli.
Fokus utama tim produksi adalah menghidupkan kembali nilai, marwah, dan aura yang pernah ditinggalkan sang legenda.
"Yang ingin kami hidupkan adalah marwah beliau, dan apa yang ingin dihidupkan kembali dari sosok Suzzanna. Jadi bukan menjadi Suzzanna untuk menggantikan, bukan seperti itu," jelasnya.
Melalui proses crafting baru, Luna dan tim berharap bisa memperkenalkan figur Suzzanna kepada penonton generasi sekarang sekaligus menjaga warisan sinema horor Indonesia agar tetap dikenal.
"Kami mencoba membuat crafting baru, yang ujung-ujungnya ingin menghibur banyak orang. Kami ingin generasi sekarang tahu lagi siapa Suzzanna, dan generasi berikutnya tetap tahu. Jadi legacy-nya terus berjalan,” imbuh Luna.
Suzzanna dengan Pendekatan Cerita yang Berbeda
Yang menarik, film ketiga ini tidak lagi menonjolkan citra klasik Suzzanna sebagai sosok sundel bolong. Tokohnya ditampilkan sebagai manusia biasa dengan latar perjalanan hidup yang kelam dan sarat trauma, memberikan kedalaman emosional baru bagi penonton.
“Pertama kali, Suzzanna yang diambil adalah IP-nya, dan di sini dia bukan menjadi ‘sundel bolong’. Di sini Suzzanna menjadi seorang manusia yang mengalami perjalanan sangat menyakitkan sehingga harus mengambil keputusan yang mengubah hidupnya,” tutur Luna.
Dengan pendekatan baru ini, film tersebut diharapkan dapat menghadirkan nuansa horor yang berbeda namun tetap menghormati warisan asli Suzzanna.
Luna Maya pun menutup dengan harapan bahwa karakter ikonik ini dapat terus relevan dan dikenal lintas generasi.
Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa digadang-gadang menjadi salah satu karya horor paling ambisius dan emosional yang pernah ia bintangi.
https://amp.suara.com/entertainment/2025/12/02/120127/lewat-film-ketiga-luna-maya-hidupkan-marwah-suzzanna-tanpa-gantikan-sosok-sang-legendaris?page=all
Baca Juga
-
Unabomber Tayang 25 September di Netflix, Bawa Kisah Kelam Ted Kaczynski
-
Tayang 20 September, RuPaul Pimpin Komedi Drag Kacau di Stop! That! Train!
-
Lanjut! Stranger Things: Tales From '85 Season 2 Bawa Teror Baru ke Hawkins
-
Angkat Kasus Lizzie Borden, Monster Season 4 Tayang 17 September di Netflix
-
4 OOTD Modern Casual-Chic ala Jang Gyu Ri, Buat Gaya Makin On Point!
Artikel Terkait
Entertainment
-
Hotel Inhumans Rilis Lagu Tema untuk Musim Kedua, Tayang Perdana 4 Oktober
-
Manga Shojo In the Clear Moonlit Dusk Akan Tamat di Volume ke-12 pada 2027
-
Menggila di MV Lagu Checkmate! ENHYPEN Unjuk Semangat Pantang Menyerah
-
Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime
-
Bertabur Bintang! Kim Yeon Koung, Lee Junho, dan Kazuha Resmi Jadi Staf Baru di Kian's Bizarre B&B 2
Terkini
-
Tinggalkan Gawai Sejenak, Nikmati Akhir Pekan yang Tenang Bersama The Write and Wonder Club
-
Menangkis Label Generasi Sial, Gen Z Impact Fest Bedah Ketahanan Finansial
-
Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu
-
5 Pilihan Serum Anti-Aging Pria untuk Raih Wajah Segar dan Bebas Kerutan
-
Karhutla Jadi Sorotan Dunia, Mengapa Respons Pemerintah Masih Santai?