Lesti Kejora tengah memasuki masa-masa penting dalam kehamilan anak ketiganya. Berbeda dari kebanyakan ibu hamil yang biasanya mengalami ngidam makanan tertentu, Lesti justru mengaku memiliki “ngidam” yang tidak biasa.
Saat di Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (9/12/2025), istri Rizky Billar itu mengatakan bahwa justru keinginannya saat ini berpusat pada hal-hal yang ingin ia bangun atau ciptakan, bukan sesuatu yang ingin ia makan.
"Ngidamnya bukan ngidam makanan, hamil ini," ujar Lesti, dikutip dari Suara.com.
Ibu dua anak itu menjelaskan bahwa dirinya sedang ingin mendorong diri untuk merealisasikan ide-ide baru, terutama di bidang bisnis.
Ia bahkan telah membayangkan membuka sebuah tenant restoran sebagai proyek baru.
"Ngidamnya yang lain, pengen tenant restoran. Walaupun maksa, ya. Maunya aku maksa, pengen jadi gini-gini," ungkapnya.
Rencana Baru: Lesti Berambisi Bangun Tempat Bersalin Gratis
Tak hanya soal membuka restoran, Lesti juga punya keinginan lain yang lebih besar dan bersifat sosial. Rizky Billar membocorkan bahwa sang istri memiliki niat mulia terkait dunia kesehatan ibu dan anak.
"Katanya next dia pengen tempat bersalin," kata Billar.
Lesti kemudian menegaskan bahwa ide tersebut muncul dari rasa empatinya terhadap masyarakat kurang mampu serta ibu-ibu di daerah terpencil yang kesulitan mengakses fasilitas persalinan.
"Tapi yang ini sayang, yang gratis, BPJS," terang Lesti.
Ia menggambarkan betapa banyak ibu hamil di daerah yang harus menempuh jarak jauh hanya untuk melahirkan.
Kondisi itu membuatnya ingin menghadirkan fasilitas bersalin yang bisa digunakan secara gratis, terutama bagi mereka yang terdaftar di BPJS.
"Kayak misalkan buat saya kan kalau di daerah-daerah. Kebayang enggak sih, kan jauh tinggalnya. Terus mau bersalin tuh susah, gitu. Dia pengen ngasih fasilitas ini," jelas Lesti penuh empati.
Keinginan tersebut sontak mencuri perhatian, mengingat jarang ada selebritas yang menjadikan fasilitas publik sebagai ‘ngidam’ ketika hamil.
Masih Bingung Konsep Tujuh Bulanan
Meski sudah punya banyak rencana besar untuk diwujudkan, Lesti mengakui bahwa ia masih belum menentukan konsep acara tujuh bulanan untuk kehamilan kali ini.
Berbanding terbalik dengan ambisi bisnis dan sosialnya, acara seremonial justru bukan fokus utamanya.
"Belum tahu, insyaallah. Ya enggak tahulah. Kalau ini enggak, di rumah," pungkasnya.
Dengan ngidam yang jauh dari kebiasaan, kehamilan ketiga Lesti Kejora tak hanya membawa kebahagiaan keluarga kecilnya, tetapi juga membuka peluang bagi hadirnya proyek-proyek positif yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Baca Juga
-
4 Ide OOTD Contemporary Streetwear ala S.Coups SEVENTEEN, Keren Tanpa Ribet
-
4 Padu Padan Outfit Stripe ala Jisoo BLACKPINK, Buat yang Suka Gaya Preppy!
-
4 OOTD Vacation Chic ala Yeri Red Velvet, Nyaman dan Tetap Stylish!
-
4 Ide OOTD Y2K Revival Style ala Natty KISS OF LIFE, Timeless dan Stylish!
-
4 OOTD Casual Chic Style ala Seo Ji Hye, Inspo Gaya Ngampus Sampai Ngantor!
Artikel Terkait
-
Lesti Kejora Syuting saat Hamil Besar, Rizky Billar Ungkap Jasa Pemeran Pengganti
-
Ngidam Ala Lesti: Hamil Anak Ketiga Bukan Minta Makanan, Malah Ingin Bangun Restoran
-
Lesti Kejora Beberkan Alasan Aktif Syuting Meski Hamil Besar: Suka Pusing?
-
Lesti Kejora Tetap Aktif Walau sedang Hamil, Billar Alami Couvade Syndrome?
-
Jadi Tom and Jerry, Lesti dan Rizky Billar Siap Bikin Gemas di Sinetron Senandung Cinta Lilis
Entertainment
-
Witch Hat Atelier Raih Penghargaan Anime Terbaik di Astra TV Awards 2026
-
Pesepak Bola Lee Kang In Gabung The Black Label, Siap Jajal Karier Hiburan
-
Grammy Pertimbangkan Ubah Kategori Asian Pop Usai BTS Tolak Kirim Karya
-
Flirty dan Sensual! Katseye Jadi Pusat Perhatian di Lagu Hootie Frutti
-
Xdinary Heroes Batalkan Fan Meeting THE X-TOWN, Mengapa?
Terkini
-
Ulasan Drama Mother and Mom: Kritik terhadap Obsesi Menjadi Ibu Ideal
-
Review Serial Silo Season 1: Adaptasi Novel Wool yang Penuh Teka-Teki Seru!
-
Dari Maryamah Karpov ke Maryam Mah Kapok Garapan Asma Nadia dkk
-
Ironi di Negeri Tropis: Buah Melimpah, Harga Tak Ramah
-
Review Novel Jejak Langkah: Ketika Pena Menjadi Senjata Perlawanan