Karya lagu milik grup musik Wijaya 80 diduga digunakan tanpa izin oleh pihak lain. Atas hal itu, Wijaya 80 melaporkan dugaan pelanggaran hak cipta ke DJKI.
Mengutip dari Suara.com, pemicu masalah ini bermula dari lagu Wijaya 80 berjudul "Terakhir Kali" yang digunakan tanpa izin. Lagu tersebut diketahui dijadikan musik latar dalam video promosi salah satu perusahaan BUMN, Pertamina Patra Niaga.
Kuasa hukum Wijaya 80, Andhika Jemat, mengungkapkan dugaan pelanggaran hak cipta itu pertama kali diketahui kliennya melalui platform TikTok. Ia menyebut lagu tersebut digunakan tanpa izin di akun TikTok resmi Pertamina Patra Niaga.
"Awal mulanya pemakaian lagu tanpa izin di akun TikTok resmi dari Pertamina Patra Niaga, Itu tanpa seizin dari pencipta lagu dan juga dari penyanyi selaku pemilik master, yaitu Wijaya 80,” tutur Andhika.
Di sisi lain, Eriksen Jayanto selaku personel Wijaya 80 menepis anggapan bahwa video tersebut merupakan konten iseng buatan pengguna atau User Generated Content (UGC). Ia menegaskan materi itu merupakan iklan yang diproduksi secara serius oleh pihak perusahaan.
Menurut Eriksen, video tersebut telah melalui proses penyuntingan profesional, termasuk pengolahan audio. Ia juga menuturkan bahkan video tersebut telah diedit ulang.
"Sebenarnya bukan dari UGC, jadi memang sudah diedit sama editor-nya. Memang sudah di-overdub juga. Jadi sengaja di-download, terus di edit ulang," ujar Eriksen.
Eriksen Jayanto menjelaskan konteks video tersebut dikemas dalam bentuk parodi dengan memanfaatkan potongan lirik lagu milik Wijaya 80. Adegan awal menampilkan seseorang yang memparodikan lirik tentang gaji yang cepat habis.
Ia menyebut, setelah adegan tersebut, muncul sosok yang mempromosikan aplikasi MyPertamina. Narasi dalam video tersebut kemudian mengaitkan kondisi gaji yang cepat habis dengan ajakan menggunakan MyPertamina Apps sebagai solusi.
“Konteks videonya itu seperti parodi. Ada orang yang memparodikan lirik, ‘Nggak ada sisa gaji yang menunggu di satu dan dua hari’, lalu tiba-tiba muncul orang MyPertamina yang berkata, ‘Gaji kamu habis di satu dan dua hari? Makanya pakai MyPertamina Apps’. Kira-kira seperti itu,” jelasnya.
Pihak Wijaya 80 mengaku sempat berupaya menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan. Sejak mengetahui dugaan pelanggaran tersebut pada Agustus 2025, band ini telah melayangkan somasi sebanyak dua kali kepada pihak terkait.
Kuasa hukum Wijaya 80, Andhika Jemat, menyebut upaya tersebut juga diikuti dengan pertemuan antara kedua belah pihak. Namun hingga kini, pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan konkret dan masih sebatas janji penyelesaian dalam waktu dekat agar tercapai solusi bersama.
"Sudah melakukan pertemuan juga dengan pihak mereka, tapi ya belum ada hasil yang konkret. Cuma janji-janji saja, menunggu diselesaikan dalam waktu dekat biar win-win solution," ujar Andhika.
Lebih jauh, meski video promosi tersebut disebut telah dihapus usai menuai protes, Wijaya 80 tetap melanjutkan langkah hukum dengan melaporkan kasus ini ke DJKI. Band tersebut telah menyerahkan sejumlah bukti, mulai dari tangkapan layar hingga arsip video, demi memperjuangkan pemenuhan hak ekonomi musisi sesuai ketentuan yang berlaku.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Merayakan Perempuan, FISTFEST Hadirkan Ruang Ekspresi Lewat Bunga dan Musik
-
Menebar Kebaikan di Bulan Suci, FISTFEST Berkolaborasi dengan Waroeng Steak
-
Tanam Mangrove dan Berkarya, Kolaborasi Seniman dan Penulis di Pantai Baros
-
4 Rekomendasi Social Space di Jogja untuk Nongkrong dan Diskusi Santai
-
Menunggu Hari Perempuan Bisa Benar-Benar Aman dan Nyaman di Konser Musik
Artikel Terkait
-
Kabar Gembira Bagi Penyanyi! MK Putuskan Promotor yang Wajib Bayar Royalti, Bukan Artisnya
-
Melankolia yang Menenangkan: Starrducc Tutup 2025 dengan Mini Album Starrducc III
-
Menunggu Hari Perempuan Bisa Benar-Benar Aman dan Nyaman di Konser Musik
-
Lagunya Dipakai Iklan Tanpa Izin oleh Pertamina, Wijaya 80 Ngadu ke DJKI
-
Soundrenaline Sana-Sini 2025 Hadir di Jakarta: Cek 3 Distrik Musik Eksklusif dan Lineup Gila-Gilaan!
Entertainment
-
Anime Mii-chan and Yamada-san Picu Perdebatan, Tim Produksi Beri Tanggapan
-
Usung Konsep Drama SMA Militer, Serial Minerva Academy Rilis September 2026
-
Mimi OH MY GIRL Siap Debut Solo, Tunjukkan Warna Musik Lewat Single Perdana
-
Jadi Best Seller, Novel Better Than the Movies Siap Hadir dalam Versi Film
-
Tolak Daftar Grammy 2027, Bos Recording Academy Respons Keputusan BTS
Terkini
-
Belajar dari Kerja Praktik: Coding Terbaik Adalah yang Mampu Menyelesaikan Masalah Nyata
-
Mengenal Desa Kemiren: Menjaga Budaya Osing Bersama Desa Sejahtera Astra
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Tumbuh Tanpa Kehilangan Akar: Desa Kemiren dan Jalan Panjang Merawat Budaya Osing
-
Melihat Pengarang Tidak Bekerja: Ketika Musuh Terbesar Penulis Adalah Dirinya Sendiri