Lintang Siltya Utami | Anggia Khofifah P
Potret Kpop Demon Hunters (X/SonyAnimation)
Anggia Khofifah P

Film animasi orisinal Netflix, KPop Demon Hunters, mengawali tahun 2026 dengan pencapaian gemilang di ajang penghargaan bergengsi. Karya kolaborasi Netflix dan Sony Pictures Animation ini berhasil membawa pulang dua penghargaan utama pada ajang Critics Choice Awards ke-31.

Keberhasilan ini juga memperkuat reputasi film tersebut sebagai kandidat serius dalam persaingan penghargaan film tingkat internasional.

Dikutip dari The Hollywood Reporter pada Senin (05/01/2025), KPop Demon Hunters memenangkan kategori Best Animated Feature dan Best Original Song pada malam penghargaan yang digelar di Barker Hangar, Santa Monica, California. Lagu Golden dinobatkan sebagai Lagu Orisinal Terbaik, sementara filmnya sendiri mengungguli sejumlah judul animasi besar lainnya.

Ajang Critics Choice Awards, yang diselenggarakan oleh Critics Choice Association dan melibatkan sekitar 600 kritikus film dan televisi di Amerika Serikat serta Kanada, dikenal luas sebagai indikator awal arah kompetisi Academy Awards.

Penghargaan Best Original Song diterima oleh EJAE, penulis lagu sekaligus pengisi suara nyanyian karakter utama Rumi, bersama rekan penulisnya, Mark Sonnenblick. Audrey Nuna dan Rei Ami, yang mengisi suara nyanyian dua anggota lain dari grup fiktif Huntrix, turut naik ke atas panggung.

Dalam pidato penerimaannya, EJAE menyampaikan bahwa proses menulis Golden sangat personal baginya. Ia merasa seolah hidup melalui perjalanan Rumi, karakter yang memiliki mimpi besar dan berusaha meraihnya dengan penuh harapan.

Ia melanjutkan, "Lagu ini menjadi sebuah cara bagi Rumi untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia mampu menulis dan meraih mimpinya. Dalam banyak hal, lagu ini juga melakukan hal yang sama untuk saya. Namun yang terpenting, bisa memberikan harapan kepada begitu banyak orang di seluruh dunia adalah kehormatan terbesar bagi saya."

Sementara itu, penghargaan Best Animated Feature diterima oleh dua sutradara film ini, Maggie Kang dan Chris Appelhans. Keduanya mengajak para pengisi suara dan pengisi vokal ke atas panggung sebagai bentuk apresiasi atas kerja kolektif di balik kesuksesan film. Kemenangan ini menjadi pencapaian penting bagi Netflix, yang semakin agresif mengembangkan portofolio animasi berskala global.

KPop Demon Hunters sendiri mengisahkan Huntrix, sebuah grup K-pop perempuan beranggotakan tiga orang (Rumi, Mira, Zoey) yang menjalani kehidupan ganda. Di satu sisi, mereka adalah idola global dengan jutaan penggemar, sementara di sisi lain mereka diam-diam bertarung melawan monster dari dunia bawah untuk melindungi umat manusia.

Konsep unik yang memadukan musik K-pop, aksi fantasi, dan animasi modern ini terbukti mampu menarik perhatian penonton lintas usia dan budaya.

Kesuksesan film ini tidak hanya tercermin dari penghargaan. KPop Demon Hunters kini menjadi judul paling populer sepanjang sejarah Netflix. Soundtrack filmnya bertahan selama beberapa pekan di peringkat 10 besar Billboard 200, sementara lagu Golden bahkan berhasil menduduki posisi nomor satu di Billboard Hot 100.

Momentum positif KPop Demon Hunters juga merambah dunia musik internasional. Berdasarkan pengumuman dari Recording Academy, Golden memperoleh sejumlah nominasi Grammy Awards, termasuk kategori prestisius Song of the Year. Lagu tersebut juga masuk nominasi Best Pop Duo/Group Performance, Best Song Written for Visual Media, dan Best Remixed Recording.

Selain itu, album soundtrack film ini turut bersaing dalam kategori Best Compilation Soundtrack for Visual Media, sehingga total mengantongi lima nominasi Grammy.

Dengan pencapaian ganda di Critics Choice Awards dan pengakuan dari industri musik melalui Grammy, KPop Demon Hunters dipandang sebagai contoh kuat bagaimana animasi yang terinspirasi budaya Korea mampu menembus batas industri dan wilayah.

Dilaporkan juga bahwa sekuel film ini tengah dibahas dan telah dikonfirmasi sedang dalam tahap pengembangan oleh Netflix dan Sony Pictures Animation.