Kembali terbukti bahwa era adaptasi webtoon jadi anime lagi kencang-kencangnya! Baru-baru ini, perusahaan produksi Kadokawa resmi mengumumkan kalau Tomb Raider King (atau Dogulwang) bakal mendapatkan adaptasi anime televisi. Rencananya, serial fantasi aksi ini dijadwalkan tayang perdana pada Juli 2026 di Fuji TV dan beberapa jaringan lainnya.
Kadokawa juga sudah merilis situs web resmi dan teaser visual perdana yang bikin fans makin tidak sabar. Menariknya, proyek adaptasi Tomb Raider King melibatkan kolaborasi staf dari Jepang dan Korea Selatan yang sudah berpengalaman di industri animasi. Dengan perpaduan talenta dua negara, ekspektasi para penggemar buat melihat aksi Joo Heon versi animasi pun makin tinggi.
Plot cerita: apa yang jadi milikmu adalah milikku!
Cerita Tomb Raider King berlatar di dunia di mana makam-makam dewa mulai muncul secara misterius di seluruh penjuru bumi. Di dalam makam itu, ada relik legendaris yang bisa memberikan kekuatan luar biasa bagi siapa pun yang berhasil mengklaimnya. Sayangnya, banyak orang yang malah jadi budak dari kekuatan relik tersebut atau dikuasai oleh pengguna relik yang haus kekuasaan.
Di sinilah muncul sang protagonis, seorang Tomb Raider yang punya motto hidup sangat unik: "Apa yang kamu miliki adalah milikku, dan apa yang aku miliki tetap milikku."
Kisahnya mengikuti perjalanan seorang penjarah makam yang bangkit kembali (regresi) demi membalas dendam dan menjarah semua relik di dunia sendirian. Karakter utamanya tidak cuma kuat secara fisik, tapi juga licik dan punya mentalitas "anti-hero" yang seru buat diikuti.
Cast dan staf di balik layar yang nggak kaleng-kaleng
Buat urusan pengisi suara, Kadokawa benar-benar totalitas dengan menggandeng nama-nama besar di industri seiyuu. Yoshimasa Hosoya (pengisi suara Joe di Megalobox) dipercaya mengisi suara Joo Heon, sementara Saori Hayami (Yor Forger di Spy x Family). bakal memerankan karakter Irene Holton. Selain itu, ada Junichi Suwabe yang bakal mengisi suara Taisei Ougawara, menambah daftar cast yang sangat solid.
Di bagian produksi, Studio Eek bakal bertanggung jawab menggarap animasi Tomb Raider King di bawah arahan sutradara Seung Uk-woo. Untuk urusan musik, band K-pop QWER didapuk buat membawakan lagu tema pembuka berjudul "SHOW DOWN". Kualitas suaranya juga dijaga ketat oleh Kisuke Koizumi, yang sebelumnya sukses besar menangani Chainsaw Man.
Studio Eek sendiri merupakan studio animasi asal Korea Selatan, yang menandakan kolaborasi besar antara dua raksasa industri animasi Asia. Banyak fans berharap studio ini bisa memberikan standar baru dalam mengadaptasi webtoon ke format anime. Dengan keterlibatan staf berpengalaman, visual dan aksi penjarahan makam ini diprediksi bakal tampil sangat memukau.
Mirip Solo Leveling? Fans mulai heboh!
Begitu PV pertama Tomb Raider King rilis, kolom komentar di komunitas MyAnimeList langsung ramai membandingkan anime ini dengan Solo Leveling. Banyak fans yang merasa vibe karakternya, gaya seninya, hingga tipe ceritanya punya kemiripan dengan perjalanan Sung Jin-woo. Ada juga yang menyebutnya sebagai "Solo Leveling versi penjarah makam".
Meskipun begitu, banyak juga yang membela kalau Tomb Raider King punya keunikan tersendiri, terutama pada kepribadian MC-nya yang jauh lebih nakal dan berorientasi pada keuntungan pribadi. Persaingan antara fans kedua judul ini diprediksi bakal makin seru saat animenya tayang nanti. Yang jelas, kehadiran studio animasi Korea (Studio Eek) dalam proyek ini dianggap sebagai langkah besar buat industri animasi di luar Jepang.
Dengan premis menjarah makam dewa dan pengisi suara kelas atas, Tomb Raider King diprediksi bakal jadi salah satu judul paling hype di tahun 2026. Apakah anime ini bakal sukses melampaui popularitas Solo Leveling, atau justru punya kasta tersendiri di mata para hunter? Kita buktikan saja nanti pas musim panas tiba!
Untuk itu, jangan lupa pantau terus akun resmi X mereka di @TombRaider_King buat dapatin update terbaru soal cuplikan episode atau visual tambahan adaptasi anime Tomb Raider King. Gimana menurutmu, apakah vibe penjarah makam ini lebih asyik daripada sistem leveling biasa?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ulasan The Detective Is Already Dead Vol 1-4: Dialog Menggigit, Eksekusi Plot Bikin Menjerit
-
5 Pesan Moral Bisa Dipelajari dari Karakter Je Moon-jae di Drakor Mousetrap
-
JoJo STEEL BALL RUN 2nd STAGE Rilis Pratinjau Jelang Tayang di Netflix
-
5 Alasan The Ramparts of Ice Jadi Anime Romance yang Wajib Ditonton!
-
Ulasan Super Psychic Policeman Chojo Vol 1-3, Duo Polisi Ajaib yang Absurd!
Artikel Terkait
-
Review Film 5 Centimeters Per Second: Masterpiece Makoto Shinkai Tentang Luka LDR
-
5 Anime Bertema Zero-to-Hero yang Wajib Ditonton Sambil Menunggu Drakor Solo Leveling
-
Usai 6 Tahun Tayang, Spin-off One Piece Resmi Berakhir 22 Januari
-
Manga Supranatural Recommendation from Mr. Iwamoto Dapat Adaptasi Anime TV
-
Lebih Dahsyat dari Haki One Piece, Fakta Covenant Imu Mustahil Dikalahkan!
Entertainment
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
-
Pertama! Film Korea Possible Love Bawa Pulang Piala Silver Lion di Venice
-
Buat Kaget! Hoshi SEVENTEEN Alami Cedera Lutut saat Ikuti Wajib Militer
-
Catat Tanggalnya! NCT Wish Siap Merilis Album Terbaru 'I SPY' Oktober Depan
-
Live-Action Look Back Sukses Bawa Pulang UNIMED Award dalam Gelaran Venice
Terkini
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?
-
4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia