Kaya-chan wa Kowakunai atau lebih dikenal secara internasional dengan judul Kaya-chan Isn’t Scary adalah serial manga Jepang karya Tar Yuri. Berhasil mencuri perhatian sejak pertama kali diserialkan di situs manga Kurage Bunch milik Shinchosha pada April 2022, manga horror Kaya-chan wa Kowakunai ini akhirnya diadaptasi menjadi bentuk anime.
Mengusung premis yang terdengar tidak lazim untuk genre horor, yakni berlatar taman kanak-kanak. Karya ini justru tampil segar, berani, dan tak terduga. Adaptasi anime-nya diproduksi oleh East Fish Studio.
Telah resmi dirilis perdana pada 11 Januari 2026 lalu. Anime Kaya-chan wa Kowakunai ini bisa kamu tonton di platform streaming anime seperti Crunchyroll dan BStation. Dengan jadwal tayang setiap hari Minggu pukul 15.30 WIB.
Sinopsis Anime Kaya-chan wa Kowakunai
Cerita berpusat pada Kaya, seorang murid TK Hanamugi yang dikenal sebagai anak bermasalah. Ia sering memukul, bersikap dingin, dan sulit diatur, sehingga kerap menjadi sumber kekhawatiran para guru dan orang tua murid.
Namun, di balik perilakunya yang kasar, Kaya menyimpan rahasia besar. Ia memiliki kemampuan spiritual luar biasa dan secara diam-diam menghajar roh-roh jahat yang mengganggu teman-teman serta keluarganya.
Masalahnya, tak seorang pun memahami apa yang sebenarnya dilakukan Kaya. Setiap tindakan kekerasannya selalu terlihat sebagai perilaku menyimpang, bukan sebagai bentuk perlindungan.
Situasi ini mulai berubah ketika wali kelasnya, Chie-sensei, mengetahui kebenaran tersebut. Chie adalah sosok yang unik. Seorang guru TK yang bisa melihat roh, tetapi justru sangat penakut. Ironi inilah yang menjadi salah satu kekuatan utama cerita.
Dari sudut pandang Chie, penonton diajak menyelami dunia horor yang penuh tekanan psikologis. Sementara itu, dari sisi Kaya, dunia tersebut adalah medan pertempuran. Kaya menghadapi makhluk-makhluk gaib dengan tinju tanpa ragu, tanpa teriakan heroik, dan tanpa rasa takut.
Perbedaan sudut pandang ini menciptakan dinamika cerita yang kuat sekaligus emosional, memperlihatkan bagaimana satu peristiwa bisa dimaknai secara sangat berbeda oleh dua karakter.
Salah satu daya tarik utama Kaya-chan wa Kowakunai terletak pada karakterisasi tokoh utamanya. Kaya bukan representasi anak kecil yang rapuh atau sekadar simbol kepolosan.
Ia digambarkan tegas, dingin, dan sangat kuat, namun tetap memiliki empati yang tulus terhadap orang-orang di sekitarnya. Karakter ini terasa segar karena mematahkan stereotip protagonis anak dalam anime, yang umumnya digambarkan lemah atau bergantung pada orang dewasa.
Rekomendasi Penonton
Dari segi genre, serial ini tidak hanya mengandalkan horor psikologis atau jumpscare. Unsur aksi hadir cukup dominan, dengan pertarungan fisik melawan roh jahat yang intens dan terkadang brutal. Hal ini membuat Kaya-chan wa Kowakunai menarik tidak hanya bagi penggemar horor, tetapi juga bagi penonton yang menyukai anime aksi bergaya shounen maupun seinen.
Dengan latar taman kanak-kanak yang kontras dengan teror supranatural, serial ini berhasil menciptakan ketegangan yang unik. Kepolosan dunia anak-anak bertabrakan langsung dengan kegelapan yang mengintai di baliknya. Bagi penonton yang mulai jenuh dengan tema isekai, romansa sekolah, atau pahlawan remaja, Kaya-chan wa Kowakunai menawarkan alternatif yang segar dan berani.
Jika adaptasi animenya mampu mempertahankan nuansa gelap, kekuatan karakter, serta kualitas visual dari versi manganya, Kaya-chan wa Kowakunai berpotensi menjadi salah satu anime horor paling berkesan saat resmi dirilis.
Dilihat dari penayangan dua episode anime Kaya-chan wa Kowakunai sejauh ini, anime ini cukup menjanjikan dan berhasil menempati trending 30 di Platform BStation.
Baca Juga
-
Pinjol dan Paylater: Kemudahan Palsu yang Mahal Harganya
-
Dilema Harga Tiket dan Ekonomi: Mens Rea Laris Bukan Berarti Rakyat Makmur
-
Belajar Komitmen Terhadap Janji di Novel Bidadari Bermata Bening
-
Terasing di Rumah Sendiri: Kisah Pilu di Novel Serenity Karya Ajeng Puspita
-
Seni Memahami Luka Tersembunyi di Novel Joyvika karya Oktyas
Artikel Terkait
-
Oscar-nya Jepang, 5 Film Anime Ini Masuk Nominasi Japan Academy Film Prize
-
Berlatar Pasca Season 2, Anime Medalist Umumkan Proyek Film Tayang 2027
-
Dampak Hiatus Manga, Episode Anime Frieren Season 2 Dipastikan Lebih Sedikit
-
Anime Whoever Steals This Book: Visual Juara, tapi Ceritanya Kurang Daging
-
Lineup AnimeJapan 2026: Ada One Piece, Jujutsu Kaisen, hingga Frieren Musim 2
Entertainment
-
5 Drama Korea dengan Landscape Indah Se-vibes 'Can This Love Be Translated?'
-
Sinopsis The Sword: A Legend of the Red Wolf, Park Bo Gum Jadi Pahlawan Goguryeo
-
5 Upcoming Drama Korea Februari 2026, Ada Drakor Baru Ryeo Un
-
Oscar-nya Jepang, 5 Film Anime Ini Masuk Nominasi Japan Academy Film Prize
-
Rilis Februari 2026, Psycho Killer Usung Horor Satanic dan Teror Mematikan