Perasaan tidak percaya diri, gagal, atau yang sering disebut anak muda sebagai insecure dan flop adalah pengalaman yang hampir semua orang pernah rasakan. Ada masa ketika semangat hidup berada di puncak, namun ada pula fase ketika seseorang merasa kehilangan arah, takut pada masa depan, bahkan merasa tidak berharga.
Buku 99 Pesan Positif untuk Jiwa-Jiwa yang Insecure dan Flop mencoba hadir sebagai teman refleksi bagi mereka yang sedang berada dalam fase tersebut.
Buku ini ditulis oleh tiga penulis, yaitu Malik Al-Mughis, Luqman Al-Hakim, dan Annas JSW. Karya ini berisi 99 pesan yang diambil dari ayat Al-Qur’an, hadis, serta nasihat para sahabat, tabi’in, dan ulama.
Isi Buku
Buku ini berangkat dari kenyataan bahwa kehidupan manusia selalu berada dalam siklus naik dan turun. Seseorang bisa sangat optimis pada satu waktu, tetapi di waktu lain merasa kehilangan harapan. Tetapi di balik rasa kesendirian itu, sebenarnya kita tidak sendirian.
Pesan ini diperkuat oleh ayat Al-Qur’an yang menegaskan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya, sebagaimana dalam Surah Ad-Duha yang turun ketika Nabi Muhammad sempat mengalami masa ketika wahyu tidak turun untuk beberapa waktu.
Salah satu kekuatan buku ini adalah pendekatannya yang sangat spiritual. Setiap pesan tidak hanya berupa kutipan ayat atau hadis, tetapi juga disertai penjelasan yang mengaitkan nilai-nilai tersebut dengan kehidupan sehari-hari.
Dalam Islam, tidak semua hal yang diinginkan manusia adalah yang terbaik bagi dirinya. Ada kemungkinan sesuatu yang tampak buruk justru membawa kebaikan, dan sebaliknya.
Pandangan ini membantu pembaca memahami bahwa kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan hidup, melainkan bagian dari proses pembelajaran.
Kritik Sosial tentang Uang dan Kekuasaan
Menariknya, buku ini juga menyentuh persoalan sosial yang cukup relevan dalam kehidupan modern. Salah satunya adalah bagaimana uang sering digunakan untuk mempermudah hal-hal yang tidak wajar.
Contohnya praktik “orang dalam” untuk masuk sekolah, pembuatan SIM secara ilegal, hingga penyelesaian kasus hukum dengan uang.
Fenomena tersebut menggambarkan bagaimana harta sering dianggap sebagai simbol kemuliaan atau kekuatan. Padahal dalam perspektif spiritual, harta justru merupakan ujian yang sangat berat bagi manusia.
Dalam salah satu hadis disebutkan bahwa setiap umat memiliki cobaan, dan cobaan terbesar bagi umat Nabi Muhammad adalah harta. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kekayaan bukanlah ukuran kemuliaan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Kelebihan dan Kekurangan
Meskipun buku ini bertujuan memberikan motivasi, pengalaman membaca setiap orang bisa berbeda. Bagi sebagian pembaca, kumpulan nasihat ini mungkin terasa menguatkan.
Namun bagi orang yang sedang berada dalam fase depresi atau kehilangan arah, nasihat saja kadang belum cukup. Bahkan akan mendapat respons yang cukup keras karena bila hati tak siap, yang ada justru perasaan tertuduh.
Dalam perspektif psikologi, seseorang yang sedang mengalami kelelahan emosional sering kali membutuhkan hal lain terlebih dahulu: cerita yang dapat dipahami, ruang untuk mengekspresikan perasaan, dan validasi terhadap rasa sakit yang dialami.
Artinya, sebelum menerima nasihat, seseorang perlu merasa dimengerti.
Namun di sinilah nilai buku ini tetap penting. Ia tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan kembali hubungan antara manusia, dunia, dan Tuhan.
Salah satu pesan paling kuat dalam buku ini adalah analogi sederhana tentang kapal dan air. Kapal tidak akan tenggelam selama air berada di luar. Namun ketika air masuk ke dalam kapal, barulah ia menjadi bahaya.
Begitu pula dengan dunia. Selama dunia berada di tangan manusia, ia tidak berbahaya. Tetapi ketika dunia masuk ke dalam hati, ia bisa menenggelamkan kehidupan spiritual seseorang.
Identitas Buku
- Judul: 99 Pesan Positif Untuk Jiwa-Jiwa yang Insecure dan Flop
- Penulis: Malik Al-Mughis, Luqman Al-Hakim, dan Annas JSW
- Penerbit: Syalmahat Publishing
- Tahun Terbit: 2023
- ISBN: 978-623-5269-15-3
- Tebal: viii+232 Halaman
- Kategori: Nonfiksi, Islam, self-care
Baca Juga
-
Meneladani Sri Ningsih, Tokoh Inspiratif di Novel Tentang Kamu Tere Liye
-
Tak Semua Orang Siap Jadi Orang Tua: Sisi Pilu Novel Di Tanah Lada
-
Menggenggam Bara Semangat di Novel Ranah 3 Warna Karya Ahmad Fuadi
-
Perburuan Kriminal Paling Berbahaya: Membaca Novel Bintang Karya Tere Liye
-
Memeluk Rasa Sepi di Novel Jakarta Sebelum Pagi
Artikel Terkait
-
Minimarket yang Merepotkan: Menemukan Kehangatan di Balik Etalase Kota
-
Buku Keajaiban Sebuah Ciuman: Cerita Fantasi Kontemporer yang Menggugah
-
Petualangan Mata di Tanah Melus: Panduan Bertahan Hidup di Dunia Paralel Tanpa Sinyal
-
The Price of Pleasure: Saat Misi Pencarian Berubah Menjadi Perjalanan Hati
-
Dari Tanah Wajo ke Belanda: Perjalanan Cinta Lintas Milenium di Novel Lontara
Ulasan
-
Meneladani Sri Ningsih, Tokoh Inspiratif di Novel Tentang Kamu Tere Liye
-
Tak Semua Orang Siap Jadi Orang Tua: Sisi Pilu Novel Di Tanah Lada
-
Menggenggam Bara Semangat di Novel Ranah 3 Warna Karya Ahmad Fuadi
-
Refleksi dari Buku Yuk, Husnuzhan!: Mengubah Hidup dengan Pikiran Positif
-
Sebuah Kritik Tajam Pakem Horor Indonesia: Ulasan Film Setan Alas!
Terkini
-
Mudik sebagai Ritual Tahunan dan Politik Infrastruktur Negara
-
4 Ide OOTD Street Style ala Yunho ATEEZ yang Buat Look Kamu Makin Cool
-
Xiaomi 17 Bawa Kamera Leica dan Sensor Light Fusion, Foto Makin Tajam!
-
4 Physical Sunscreen Lindungi Kulit Sensitif agar Cegah Breakout saat Puasa
-
Jennie BLACKPINK Picu Kritik Netizen saat Dikerumuni di Paris