M. Reza Sulaiman | Reza Agustin
Love Through a Prism/@Netflix
Reza Agustin

Serial animasi Netflix Love Through A Prism mencuri perhatian penikmat anime karena menjadi comeback Yoko Kamio, mangaka legendaris dari Boys Over Flowers. Mengisahkan tentang Lili Ichijoin, gadis asal Jepang yang masuk ke akademi seni bergengsi Saint Thomas karena kecintaannya akan melukis.

Anime ini digarap oleh Studio WIT dan disutradarai oleh Kazuto Nakagawa. Tayang secara eksklusif di Netflix dengan total 20 episode.

Tentang Mimpi, Ambisi, dan Cinta

Mengambil latar waktu tahun 1900-an, anime ini juga banyak berlatar tempat di Inggris, tepatnya di London. Mengisahkan tentang Lili Ichijoin, gadis asal Jepang yang masuk ke akademi seni bergengsi Saint Thomas karena kecintaannya akan melukis. Namun, ia datang tidak hanya membawa mimpi; ia juga dibebani syarat berat. Jika selama enam bulan tidak menjadi siswi nomor satu, ia akan pulang untuk meneruskan bisnis butik kimono keluarga dan menikah.

Maka, Lili tidak main-main setelah resmi belajar di akademi seni tersebut. Di sanalah Lili menjumpai banyak teman dan juga saingan. Ia berjumpa dengan sahabat-sahabat baru yang datang dengan impian dan ambisi masing-masing. Mulai dari Dorothy yang tinggal di satu indekos dengan Lili, Joffrey yang memiliki impian membangun pub sendiri, Peter dengan sisi misteriusnya, hingga Shin yang juga berasal dari Jepang seperti Lili, yang datang bersama Sakura, sang adik perempuan. Serta Kit Church, siswa top nomor satu yang eksentrik dan menjadi incaran para gadis.

Kit digambarkan sebagai pemuda berparas tampan, tetapi jorok dan slengean. Kendati begitu, ia memiliki kemampuan melukis luar biasa yang membuat Lili iri dan berambisi untuk menggeser posisi nomor satu Kit. Tanpa sadar, ambisi itulah yang membuat keduanya menjadi dekat. Lambat laun, Lili tidak hanya sekadar menganggap Kit sebagai role model sekaligus saingan, melainkan juga seorang teman berharga. Kit tidak hanya berbakat dan unik, ia juga misterius sehingga membuat orang-orang di sekitar ikut mempertanyakan siapa ia sebenarnya. Hingga terungkaplah bahwa Kit berasal dari kalangan aristokrat tinggi Inggris.

Identitas aslinya telah menciptakan dinding tinggi dalam perkembangan hubungannya dengan Lili. Terlebih lagi setelah Catherine yang merupakan tunangan Kit muncul dan mulai mengukuhkan statusnya di hadapan Lili bahwa Lili dan Kit tidak setara dalam segala hal. Situasi geopolitik yang kala itu sangat panas dapat memantik meletusnya perang kapan saja, sehingga di sinilah peran para bangsawan sangat dibutuhkan. Di sisi lain, Kit yang berjiwa seni dan bebas belum terbiasa dengan perannya tersebut, sedangkan kondisi memaksa Kit untuk menjadi lebih dewasa dan bertanggung jawab.

Visual Menawan dan Pembawaan Cerita yang Halus

Anime ini memiliki visual yang memanjakan mata. Melukiskan keindahan kota London dengan bangunan-bangunan megahnya, juga bentang pemandangan alam luar biasa. Bangunan ikonik seperti Big Ben dan Tower Bridge London, Kensington Gardens, serta suasana jalanan London era klasik ikut ditampilkan dalam anime ini. Kereta yang ditarik kuda, trem, bus, dan mobil-mobil klasik dengan bentuk khas itu juga beberapa kali wara-wiri.

Karena dalam anime ini difokuskan pada ambisi dan kecintaan Lili pada lukisan, ditampilkan pula gaya lukisan klasik yang disisipkan ke dalam animasi bergaya khas animasi Jepang ini. Perpaduannya indah sekali. Terutama karena lukisan-lukisan tersebut juga memiliki daya tarik sendiri. Secara keseluruhan, vibe yang dibawakan anime ini sangat lembut. Anime ini cocok sekali ditonton di sela waktu luang dan kesannya sangat comforting. Konfliknya dikemas tidak terlalu berat, tetapi di satu sisi tidak meninggalkan pesan yang ingin disampaikan. Dan tentu saja, ada sentuhan komedi yang muncul di sela-sela menonton.

Dihadapkan pada Pilihan, Menjadi Idealis atau Realistis?

Lili dihadapkan pada banyak konflik. Apakah ia harus mempertahankan idealismenya sebagai pelukis ataukah ia harus berpikir lebih realistis karena konflik perang yang bergejolak di era itu memaksanya untuk menanggalkan mimpi dan akhirnya meneruskan usaha butik kimono keluarga? Terutama karena hubungannya dengan Kit tidak mencapai titik mana pun dan berakhir menjadi hubungan tanpa status karena Kit memutuskan menjalankan perannya sebagai aristokrat.

Tidak hanya Lili dan Kit, karakter-karakter di anime ini memiliki perkembangannya masing-masing. Setiap karakter membawa masalahnya masing-masing dan cara mereka untuk menemukan solusi serta menyelesaikannya sangat menarik untuk saya. Dari mereka, kita belajar untuk mempercayai kata hati, menyisakan ruang untuk impian, memegang teguh impian itu, berpindah jalur, memilih jalan baru, maupun tetap memegang keputusan yang sekiranya lebih rasional daripada sekadar menuruti kata hati.

Pada akhirnya, pilihan dan jawaban tidak pernah berhenti dengan opsi satu atau dua. Jalan untuk mencapai impian selalu memiliki rute sendiri. Baik Lili maupun sahabat-sahabatnya yang sama-sama berjuang meraih impian menemukan jalan masing-masing dengan kerikil yang berbeda-beda pula. Namun, pada akhirnya mereka tetap menemukan jalan tersebut.

Kesimpulan

Untuk kalian yang sedang mencari tontonan bertemakan coming of age atau pencarian jati diri dengan bumbu romansa, anime ini bisa jadi salah satu rekomendasi yang tidak boleh dilewatkan. Kalian bisa menontonnya di Netflix. Untuk nilai, saya berikan 4.5/5.