M. Reza Sulaiman | Anggia Khofifah P
Konflik HYBE dan mantan CEO ADOR, Min Hee Jin (kbizoom.com)
Anggia Khofifah P

Pengadilan Distrik Pusat Seoul memutuskan kemenangan bagi mantan CEO ADOR, Min Hee Jin, dalam sengketa hukum melawan HYBE terkait penghentian perjanjian pemegang saham dan pelaksanaan hak put option (opsi jual). Putusan ini menjadi babak penting dalam konflik panjang antara kedua pihak yang juga berdampak pada industri K-pop, khususnya grup NewJeans.

Dikutip dari Soompi, pada pagi hari, 12 Februari, Divisi Perdata 31 Pengadilan Distrik Pusat Seoul yang dipimpin Hakim Nam In Soo menggelar sidang putusan untuk dua gugatan sekaligus. Pertama, gugatan HYBE yang meminta konfirmasi bahwa perjanjian pemegang saham dengan Min Hee Jin telah sah dihentikan. Kedua, gugatan balik Min Hee Jin yang menuntut pembayaran hasil penjualan saham berdasarkan klausul put option dalam kontraknya.

Dalam putusan tingkat pertama tersebut, pengadilan memerintahkan HYBE untuk membayar sekitar 25,5 miliar won (sekitar Rp292 miliar) kepada Min Hee Jin. Selain itu, HYBE juga diwajibkan membayar sejumlah kompensasi kepada dua mantan eksekutif ADOR lainnya.

Put option sendiri merupakan hak bagi pemegang saham untuk menjual kembali sahamnya kepada pihak tertentu dengan syarat yang telah disepakati sebelumnya. Dalam kasus ini, klausul tersebut memungkinkan Min Hee Jin menjual kembali saham ADOR miliknya kepada HYBE dalam kondisi tertentu. HYBE berargumen bahwa mereka telah mengakhiri perjanjian pemegang saham pada Juli 2024 sehingga hak put option Min otomatis gugur.

Namun, pengadilan menilai sebaliknya. Masih menurut Soompi, hakim menyatakan bahwa pelaksanaan put option memiliki konsekuensi hukum berupa berakhirnya perjanjian pemegang saham. Oleh karena itu, penghentian kontrak hanya dapat dibenarkan jika terdapat pelanggaran serius yang cukup signifikan. Dalam penilaiannya, pengadilan tidak menemukan adanya pelanggaran berat yang dapat menjadi dasar sah untuk mengakhiri kontrak tersebut.

HYBE sebelumnya menuduh Min berupaya mengambil alih kendali ADOR dengan melibatkan investor pihak ketiga dan mendorong independensi label tersebut dari HYBE. Namun, pengadilan menilai bahwa meskipun Min memang menjajaki kemungkinan tersebut, langkah itu dilakukan dengan asumsi akan memperoleh persetujuan HYBE sehingga tidak dapat dianggap sebagai pelanggaran kontrak yang serius.

Salah satu isu yang turut mencuat dalam persidangan adalah tuduhan bahwa grup ILLIT menjiplak konsep NewJeans. HYBE menilai bahwa pernyataan Min Hee Jin terkait dugaan plagiarisme dan praktik "album pushing" telah merugikan perusahaan. Akan tetapi, pengadilan memandang bahwa pernyataan tersebut lebih merupakan opini atau penilaian subjektif, bukan penyebaran fakta palsu.

Hakim menyatakan bahwa mengangkat dugaan kesamaan konsep antara ILLIT dan NewJeans tidak dapat dipandang sebagai pelanggaran berat. Terlebih lagi, orang tua anggota NewJeans juga sempat mengajukan petisi terkait isu tersebut. Pengadilan menilai bahwa sebagai CEO ADOR saat itu, Min memiliki kewenangan manajerial untuk menyuarakan kekhawatiran demi melindungi nilai dan kepentingan artis serta perusahaan.

Dengan demikian, gugatan HYBE untuk mengesahkan penghentian kontrak ditolak, sementara hak Min Hee Jin untuk mengeksekusi put option dinyatakan sah. HYBE menyatakan kekecewaannya atas putusan tersebut dan, seperti diberitakan Soompi, berencana menempuh langkah hukum lanjutan, termasuk mengajukan banding setelah mempelajari salinan resmi putusan.

Dengan rencana banding dari HYBE, sengketa ini tampaknya belum benar-benar berakhir. Namun, untuk saat ini, pengadilan telah menegaskan bahwa Min Hee Jin tidak melanggar kontraknya secara serius dan berhak atas pembayaran sesuai klausul yang telah disepakati.

Di tengah proses hukum ini, dinamika di ADOR dan NewJeans juga terus berkembang. Korea JoongAng Daily melaporkan bahwa Min Hee Jin telah mendirikan agensi baru bernama ooak (one of a kind) dan membuka audisi untuk boy group baru. Sementara itu, beberapa anggota NewJeans dilaporkan kembali ke ADOR, sebagian masih dalam tahap pembicaraan, dan terdapat pula gugatan perdata yang diajukan terkait salah satu anggota.