Film horor Hollywood memang selalu menyuguhkan kisah-kisah diluar nalar bahkan menarik. Salah satu film terbaru di tahun 2026 ini adalah The Dreadful.
Trailer terbaru film horor gotik The Dreadful yang dirilis oleh Lionsgate langsung mencuri perhatian para penggemar horor atmosferik. Tanpa mengandalkan jumpscare biasa, film ini menjanjikan teror yang merayap perlahan, membangun ketegangan melalui suasana suram, konflik batin, dan bayang-bayang kutukan yang menghantui kehidupan manusia yang sudah rapuh oleh perang
Dijadwalkan tayang pada 20 Februari 2026, The Dreadful hadir sebagai horor gotik klasik dengan balutan drama psikologis yang pekat. Film ini tidak sekadar ingin menakuti, tetapi juga mengajak penonton menyelami sisi tergelap manusia ketika harapan hampir punah.
Sinopsis Film The Dreadful
Kisahnya mengambil latar belakang di Inggris pada era abad pertengahan, The Dreadful mengambil setting sebuah negeri yang porak-poranda akibat perang panjang. Desa-desa hancur, kepercayaan antar manusia runtuh, dan rasa curiga tumbuh subur. Dalam dunia seperti ini, ancaman tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari dalam diri setiap manusia yang hidup dalam ketakutan.
Trailer memperlihatkan lanskap kelabu ladang kosong, rumah-rumah reyot, dan kabut tebal yang seolah menyelimuti setiap sudut desa. Dunia dalam sinema horor ini terasa dingin, sunyi, dan tidak bersahabat, tempat di mana doa-doa tak lagi terdengar, dan harapan perlahan terkubur.
Tokoh utama film ini adalah Anne, yang diperankan oleh Sophie Turner. Anne digambarkan sebagai perempuan muda yang hidup di pinggiran masyarakat, terjebak dalam kehidupan keras bersama ibu mertuanya, Morwen. Morwen, yang diperankan dengan intens oleh Marcia Gay Harden, adalah sosok dominan, dingin, dan penuh luka masa lalu.
Hubungan Anne dan Morwen jauh dari kata harmonis. Tidak ada kehangatan keluarga, hanya tuntutan untuk bertahan hidup. Anne bukan hanya menghadapi kemiskinan dan kelaparan, tetapi juga tekanan emosional yang membuatnya merasa terasing bahkan di rumahnya sendiri. Dunia memandangnya dengan kecurigaan, seolah ia membawa kesialan yang tak terucap.
Kembalinya Sosok dari Masa Lalu yang Makin Mencekam
Ketegangan meningkat ketika seorang pria dari masa lalu Anne tiba-tiba kembali dari medan perang. Karakter ini diperankan oleh Kit Harington, yang kembali dipertemukan dengan Sophie Turner setelah keduanya dikenal luas lewat serial Game of Thrones.
Namun, kepulangan pria ini tidak membawa kelegaan. Justru sebaliknya, kehadirannya menjadi pemicu teror yang selama ini tersembunyi. Masa lalu yang belum selesai, rahasia yang terkubur, dan rasa bersalah yang menempel kuat perlahan membuka pintu bagi sesuatu yang jauh lebih mengerikan.
Sejak saat itu, kejadian-kejadian aneh mulai terjadi. Bayangan ksatria misterius muncul di malam hari. Suara langkah terdengar di tempat kosong. Mimpi buruk Anne perlahan merembes ke dunia nyata.
Alur Berisi Kutukan dan Teror Psikologis
Salah satu kekuatan utama film ini terletak pada pendekatannya terhadap horor. Tontonan ini tidak terburu-buru memperlihatkan makhluk menyeramkan. Sebaliknya, teror dibangun melalui sugesti, simbol, dan ketegangan psikologis yang intens.
Sosok ksatria misterius yang muncul diyakini sebagai manifestasi kutukan lama entah berasal dari dosa masa lalu, trauma perang, atau kesalahan yang belum ditebus. Film ini bermain di wilayah abu-abu antara realitas dan halusinasi, membuat penonton terus bertanya apakah yang menghantui Anne benar-benar makhluk gaib, atau refleksi dari rasa bersalah dan ketakutan manusia saja.
Atmosfer film diperkuat oleh sinematografi gelap, pencahayaan minim, dan desain suara yang menghantui mulai dari setiap desiran angin dan bunyi langkah terasa memiliki makna.
Akting Aktor dan Aktris Hollywood yang Memukau
Selain Turner dan Harington, sinema gelap The Dreadful juga didukung oleh aktor-aktor kuat seperti Laurence O’Fuarain dan Jonathan Howard, yang menambah lapisan konflik dan dinamika dalam cerita. Kehadiran mereka memperkaya narasi tentang manusia yang bertahan hidup di tengah kehancuran moral dan spiritual.
Film The Dreadful ini bukan horor yang sekadar ingin membuat penonton menjerit. Film ini berbicara tentang kesepian, rasa bersalah, trauma perang, dan bagaimana manusia sering kali menjadi monster bagi sesamanya sebelum makhluk gelap benar-benar muncul.
Dengan nuansa gotik yang kental, cerita yang perlahan tapi menghantam, serta konflik emosional yang kuat, film ini berpotensi menjadi salah satu horor paling berkesan di awal 2026.
Bagi pencinta horor atmosferik yang gelap, sunyi, dan sarat makna, The Dreadful layak masuk daftar tontonan wajib. Ini adalah kisah tentang ketakutan yang tidak berteriak, tetapi berbisik dan justru karena itulah ia terasa lebih mengerikan.
Baca Juga
Artikel Terkait
Entertainment
-
Sparks of Tomorrow Ungkap 4 Pemeran Baru lewat Video Perkenalan Karakter
-
Reborn as a Vending Machine Season 3 Tayang April, Isyaratkan Final Arc
-
Tayang Paruh Kedua, Park Eun Bin dan Yang Se Jong Bintangi Drama Spellbound
-
Sakura Create Garap Adaptasi Anime dari Manga Isshiki-san wa Koi o Shiritai
-
Diduga Sindir Wardatina Mawa soal Karier, Inara Rusli Disentil Netizen
Terkini
-
FIFA Series 2026: Lawan St. Kitts and Nevis, Harusnya Bukan Masalah Besar bagi Timnas Indonesia
-
Bye Bibir Kering! 5 Lip Balm Murah yang Cocok Dipakai Saat Puasa
-
Riuh Ibadah di Ramadan: Penuh Suara, Tapi Seberapa Dalam Maknanya?
-
Bagaimana SMKN 1 Sukanagara Mengisi Ramadan dengan Pesantren Ekologi?
-
Puasa Pertama Fahri dan Makna Kejujuran