M. Reza Sulaiman | Ernik Budi Rahayu
Bang Si Hyuk (Soompi)
Ernik Budi Rahayu

Kabar mengejutkan datang dari industri hiburan Korea Selatan. Pendiri sekaligus Ketua HYBE, Bang Si-hyuk, kini tengah menghadapi situasi serius setelah polisi secara resmi mengajukan permohonan surat perintah penangkapan terhadap dirinya.

Dilansir dari Maeil Business pada hari Selasa (21/04/26), langkah ini diambil oleh Unit Investigasi Kejahatan Keuangan dari Badan Kepolisian Metropolitan Seoul pada 21 April 2026. Bang Si-hyuk diduga terlibat dalam praktik perdagangan curang dan tidak adil, yang berkaitan dengan Undang-Undang Jasa Investasi Keuangan dan Pasar Modal.

Bermula dari Proses IPO HYBE

Kasus ini sebenarnya bukan hal baru. Tuduhan terhadap Bang Si-hyuk sudah muncul sejak Juli tahun lalu, namun kini memasuki fase yang lebih serius dengan diajukannya permohonan penangkapan. Inti dari kasus ini berkaitan dengan proses penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) HYBE yang berlangsung pada 2020.

Menurut pihak kepolisian, Bang Si-hyuk diduga menyesatkan investor pada tahun 2019 tepat sebelum HYBE melantai di bursa saham. Ia disebut-sebut menyampaikan bahwa tidak ada rencana IPO, yang kemudian membuat sejumlah investor memilih menjual saham mereka. Namun, tak lama setelah itu, HYBE justru resmi menjadi perusahaan publik. Saham yang sebelumnya dijual oleh investor tersebut diduga telah dibeli oleh dana ekuitas swasta yang memiliki keterkaitan dengan Bang. Dari sinilah dugaan keuntungan besar muncul.

Dugaan Keuntungan Hingga 190 Miliar Won

Polisi meyakini bahwa Bang Si-hyuk memperoleh sekitar 30 persen dari keuntungan penjualan saham pasca-IPO, dengan total mencapai sekitar 190 miliar won. Angka fantastis ini menjadi alasan utama mengapa kasus ini mendapat perhatian luas dari publik maupun pelaku industri.

Dalam hukum Korea Selatan, tindakan memperoleh keuntungan finansial melalui manipulasi informasi atau penipuan investasi merupakan pelanggaran serius. Jika keuntungan yang didapat melebihi 5 miliar won, pelaku terancam hukuman penjara minimal lima tahun hingga seumur hidup.

Pihak Bang Si-hyuk Buka Suara

Meski demikian, pihak Bang Si-hyuk tidak tinggal diam. Melalui perwakilan hukumnya, ia menyampaikan penyesalan atas pengajuan surat perintah penangkapan tersebut. Mereka menilai langkah itu disayangkan, mengingat Bang disebut telah bekerja sama secara aktif selama proses penyelidikan. Sejak September hingga November tahun lalu, Bang diketahui telah menjalani setidaknya lima kali pemeriksaan kepolisian dan secara konsisten membantah tuduhan tersebut.

Dalam sebuah email yang dikirimkan kepada karyawan HYBE pada Agustus tahun lalu, Bang menegaskan komitmennya untuk bersikap kooperatif. Ia menyatakan akan menjelaskan seluruh fakta secara rinci dan berharap proses hukum dapat mengungkap kebenaran.

Kasus ini menjadi sorotan besar mengingat posisi Bang Si-hyuk sebagai salah satu figur paling berpengaruh di industri hiburan global. Di bawah kepemimpinannya, HYBE berkembang pesat dan berhasil membawa K-pop ke panggung dunia. Namun, kasus ini menjadi pengingat bahwa transparansi dan kepercayaan investor adalah hal krusial dalam bisnis. Kini, publik menunggu keputusan kejaksaan terkait persetujuan surat perintah penangkapan tersebut. Hasilnya dipastikan akan berdampak besar bagi citra HYBE ke depannya.