Prilly Latuconsina kembali menjadi perbincangan setelah pengalamannya tentang dunia sinetron di masa lalu ramai beredar di media sosial.
Dalam video tersebut, ia membagikan kisah di balik padatnya jadwal kerja saat era sinetron stripping, termasuk ketika membintangi Ganteng-Ganteng Serigala yang sempat sangat populer kala itu.
Pengakuan ini membuka kembali realitas industri hiburan pada masa itu yang ternyata jauh lebih berat dibandingkan kondisi sekarang.
Jam Kerja yang Nyaris Tanpa Batas
Prilly menggambarkan bagaimana jadwal syuting di masa tersebut berlangsung sangat intens. Para pemain dituntut untuk terus bekerja demi mengejar tayangan harian, tanpa adanya batas waktu kerja yang jelas.
“Perjuangan syuting pada zaman itu sangat berbeda dengan zaman sekarang. Kita nggak punya jam kerja pada zaman dulu,” ujarnya.
Minim Ruang untuk Menyuarakan Keluhan
Selain jadwal yang padat, Prilly juga menyoroti keterbatasan para artis dalam menyampaikan keberatan. Pada masa itu, media sosial belum menjadi ruang terbuka seperti sekarang, sehingga suara para pekerja hiburan sulit terdengar.
“Tapi kita nggak punya privilege buat protes di social media ini jam kerjanya nggak manusiawi banget, nggak bisa work life balance, nggak ada sama sekali kita punya privilege itu,” lanjutnya.
Bahkan, upaya untuk menyampaikan keluhan kepada pihak produksi bisa berujung pada konsekuensi serius terhadap karier.
Prilly juga menyinggung bahwa kesadaran terhadap kesehatan mental pada masa itu belum berkembang seperti sekarang. Para aktor dituntut tetap profesional tanpa banyak ruang untuk mengungkapkan kondisi pribadi.
“Zaman dulu itu awareness mental health juga nggak setinggi sekarang. Jadi kita nggak bisa ke produser, ‘mental health aku terganggu syuting ini,’” tuturnya.
Situasi ini semakin memperberat tekanan yang dirasakan para pemain di balik layar.
Menurut Prilly, keberanian untuk menolak atau mengkritik sistem kerja saat itu bukan tanpa risiko. Dalam beberapa kasus, karakter yang diperankan bisa langsung dihilangkan dari alur cerita.
“Besoknya peran aku langsung mati dan udah nggak ada lagi karakternya,” tambahnya.
Hal ini membuat banyak pemain memilih untuk tetap bertahan, meskipun kondisi fisik dan mental mereka sedang tidak optimal.
Kondisi ini membuat para aktor harus siap berada di lokasi syuting hampir sepanjang waktu, bahkan hingga mendekati satu hari penuh.
“Jadi prosesnya benar-benar aku harus bekerja 24 jam untuk ngejar jam tayang,” ungkapnya.
Industri yang Kini Lebih Sehat
Meski mengingat pengalaman berat tersebut, Prilly mengaku bersyukur melihat perubahan yang terjadi di industri hiburan saat ini.
Ia menilai kondisi kerja kini jauh lebih manusiawi, dengan perhatian lebih terhadap keseimbangan hidup dan kesehatan mental.
“Walaupun alhamdulillah kalian sekarang nggak ada lagi di posisi itu. Sekarang untungnya industrinya lebih sehat dari waktu itu,” katanya.
Pengakuan ini pun mendapat banyak respons dari publik. Banyak yang mengapresiasi keterbukaan Prilly sekaligus menyadari pentingnya perubahan sistem kerja yang lebih baik di dunia hiburan.
Baca Juga
-
4 Ide OOTD Eclectic Retro-Chic ala Momo TWICE untuk yang Suka Eksplor Gaya!
-
4 Inspirasi Daily OOTD ala Minnie i-dle, Youthful dan Modis!
-
4 Inspo OOTD Modern Street ala Yeosang ATEEZ, Minimalis tapi Eye-Catching!
-
Classic Vibes! 4 Padu Padan Dress ala Gawon MEOVV yang Menarik untuk Dicoba
-
Angkat Kisah Perempuan Melawan, My Brilliant Career Bakal Tayang 13 Agustus
Artikel Terkait
-
Prilly Latuconsina Beberkan Realita Gelap Syuting Sinetron, Bisa Bikin Peran Dimatikan
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Prilly Latuconsina Beberkan Realita Pahit Syuting Sinetron, Protes Bisa Bikin Peran 'Dimatikan'
-
Hari Buruh Sedunia: Perjuangan Pekerja Melawan Jam Kerja yang Mencekik
-
Hindari Ribut, Haldy Sabri Larang Keras Irish Bella Main Sinetron Lagi
Entertainment
-
Gagal di Pasaran, Sony Pictures Kapok Bikin Film Spin-off Spider-Man?
-
J.C. STAFF Garap Anime Wound & Bandage, Romcom Putri Yakuza dan Pengasuhnya
-
A Love Other Than Yours Rilis Still Cuts Perdana, Ada Bau-Bau Sad Ending?
-
Nostalgia! NCT 127 Renungkan Perjalanan 10 Tahun di Video Trailer Call 127
-
Takut Diremehkan Jadi Aktris, Inde Navarrette Rela Hapus Konten di Twitch
Terkini
-
4 Low pH Cleanser Beta Glucan, Kunci Kelembapan Maksimal pada Kulit Kering
-
Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara
-
4 Ide OOTD Eclectic Retro-Chic ala Momo TWICE untuk yang Suka Eksplor Gaya!
-
Di Balik Kemudahan AI: Ancaman Krisis Listrik, Air Bersih, dan E-Waste Data Center di Indonesia
-
Perempuan dan Kebiasaan Overthinking: Sesulit Itukah Memerdekakan Pikiran?