Sekar Anindyah Lamase | Rana Fayola R.
Lee Young Ji. (Soompi)
Rana Fayola R.

Dunia hiburan Korea Selatan baru saja diramaikan dengan sebuah insiden yang melibatkan solois populer, Lee Young Ji. Ia kemudian memberikan klarifikasi secara terbuka setelah unggahan foto dengan rambut berwarna merah miliknya di Instagram Stories menuai perhatian publik.

Soompi melaporkan bahwa semuanya berawal pada dini hari Minggu (31/05/2026) KST, saat Lee Young Ji mengunggah foto dirinya mengenakan kaus merah dengan rambut yang baru saja diwarnai dengan warna serupa.

Ia menambahkan keterangan foto, “Warna rambutku cantik, kan? Ini warna baru,” sembari menggunakan lagu “REDRED” dari CORTIS sebagai musik latar.

Namun tak lama setelah diunggah, postingan tersebut menuai kekhawatiran dari sejumlah pihak. Mengingat pemilihan umum di Korea Selatan akan diselenggarakan pada 3 Juni mendatang, warna merah yang dominan dalam foto tersebut dianggap oleh beberapa orang sebagai bentuk dukungan terselubung terhadap partai politik tertentu.

Menyadari munculnya spekulasi yang tidak diinginkan tersebut, Lee Young Ji segera mengambil langkah cepat. Ia menghapus unggahan awal yang menampilkan rambut merahnya dari Instagram Stories.

Tak berhenti di situ, pada malam harinya, sang penyanyi kembali mengunggah pembaruan di akun Instagram-nya. Kali ini, ia membagikan swafoto yang memperlihatkan rambutnya yang sudah berubah warna menjadi hitam.

Bersamaan dengan perubahan tersebut, Lee Young Ji menyampaikan permintaan maaf secara tertulis kepada para penggemar dan publik. Ia mengakui kekhilafan dalam memilih waktu untuk mengunggah konten yang memicu kesalahpahaman tersebut.

Sensitivitas Politik bagi Idol K-Pop

Situasi yang dialami Lee Young Ji mencerminkan bagaimana masa pemilu di Korea Selatan menjadi waktu yang sangat sensitif bagi para idol. Dalam dunia K-pop, menjaga netralitas bukan sekadar saran, melainkan keharusan untuk menghindari kontroversi yang dapat merugikan karier.

Netizen di Korea Selatan sangat menyoroti setiap gerak-gerik idol di media sosial. Bahkan hal kecil seperti pemilihan warna busana, pose tangan, hingga musik latar bisa disalahartikan. Sebagai contoh, pose tangan V atau jempol sering dihindari karena dianggap mendukung calon tertentu.

Warna juga memainkan peran krusial. Merah sering diasosiasikan dengan Partai Kekuatan Rakyat (konservatif), sementara warna biru identik dengan Partai Demokrat (liberal). Penggunaan warna-warna ini dalam konten publik idol kerap memicu perdebatan pro-kontra.

Risiko yang dihadapi idol jika tidak berhati-hati adalah sangat nyata. Mereka bisa menjadi target komentar jahat, dituduh melanggar aturan tak tertulis untuk bersikap netral, bahkan mengalami kerusakan reputasi yang berdampak pada karier profesional mereka.

Banyak idol kini memilih strategi yang lebih aman, seperti mengunggah foto hitam putih, mengenakan warna netral, atau menghindari simbol-simbol tangan tertentu. Mengingat K-pop adalah industri dengan aliran modal besar, menghindari risiko politik menjadi prioritas bagi agensi maupun sang artis itu sendiri.

Menanggapi kesalahannya, Lee Young Ji menuliskan, “Kalian pasti terkejut kemarin karena aku mengunggah cerita yang sangat tidak tepat waktu. Banyak orang memberi tahuku melalui DM. Aku merasa menyesal dan ingin memperbaiki situasi sesegera mungkin, jadi aku segera mewarnai rambutku, itulah sebabnya penjelasan ini terlambat. Maafkan aku.”

Ia menambahkan penyesalannya dengan mengakui kurangnya ketelitian dalam berpikir jernih saat mengunggah konten tersebut.

“Meskipun saya sangat menyadari bahwa ini adalah masa kritis, keinginan saya untuk berkomunikasi menjadi terlalu besar, dan saya tidak berpikir jernih saat dengan sembarangan mengunggah foto-foto terbaru. Saya tidak akan bersembunyi di balik alasan pengecut bahwa saya tidak tahu apa-apa, dan saya akan belajar dari ini sambil merenungkan kesalahan saya. Saya mohon maaf atas perilaku saya yang kurang bijaksana,” sambungnya.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pelaku industri hiburan bahwa setiap konten di media sosial memiliki dampak yang luas. Bagi Lee Young Ji, transparansi dan permintaan maaf yang tulus diharapkan dapat meredakan spekulasi dan menjadi pembelajaran berharga bagi dirinya di masa depan.