Hayuning Ratri Hapsari | Rizky Melinda Sari
Toko Jajanan Ajaib Zenitendo 5 (Dok. Pribadi/rizkymelinda)
Rizky Melinda Sari

Jajanan Zenitendo tersebar secara misterius ke sembarang orang. Nyonya Beniko sampai turun tangan mencari penyebabnya. Sementara itu Zenitendo harus ditutup. Siapakah dalang di balik kekacauan ini?

Jajanan dalam buku ini: Bros Baru, Cokelat Putri, Lencana Virtual, Pria Kegelapan, Masker Tampan, Jus Pidato.

Berikut ulasan lengkap Novel Toko Jajanan Ajaib Zenitendo 5.

Identitas Buku 

  • Judul Buku: Toko Jajanan Ajaib Zenitendo 5 
  • Penulis: Reiko Hiroshima
  • Ilustrator: Jyajya
  • Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
  • Jumlah Halaman: 176 Halaman 

Masalah Baru: Isi Mesin Penjual Minuman dan Mesin Mainan Kapsul Hilang?

Setelah dibawa mengikuti berbagai cerita dari para pelanggan Zenitendo dan diperkenalkan pada beragam jajanan ajaib yang unik, kali ini pembaca disuguhkan kisah lanjutan yang cukup berbeda dibanding cerita-cerita di buku sebelumnya.

Kali ini, permasalahan utamanya tidak hanya terbagi dalam masing-masing judul, tetapi mencakup keseluruhan isi cerita. Berawal dari prolog yang bikin overthinking, berakhir dengan bagian epilog yang mengundang rasa penasaran.

Pada bagian prolog, dikisahkan bahwa Nyonya Beniko, pemilik Toko Jajanan Ajaib Zenitendo, keheranan karena melihat salah satu jajanan yang hanya bisa didapatkan pembeli beruntung, bisa didapatkan secara cuma-cuma oleh sembarang orang.

Rupanya, ada sebuah mesin penjual minuman otomatis di tempat yang sepi. Mesin ini menawarkan berbagai produk minuman aneh, mulai dari Soda Lezat, Cola Bos, Cuka Jenius, Teh Manis, Air Terjun Perawatan Lansia, dan lain sebagainya.

Sayangnya, mesin itu sudah rusak dan dibobol! Isinya hilang semua! Nyonya Beniko makin syok karena ternyata nasib mesin penjual mainan otomatis juga bernasib sama.

Jajajanan Baru selain Makanan: Bros Baru hingga Masker Tampan

Warna baru di buku kelima, kali ini barang-barang yang dikenalkan tidak hanya sebatas makanan atau kudapan saja, ada beberapa barang bukan makanan yang ternyata juga memiliki kekuatan magis.

Salah satunya adalah Bros Baru. Siapa pun yang memakai bros ini di baju yang lusuh, baju itu secara ajaib akan berubah menjadi baru! Ada lagi Lencana Virtual. Benda ini akan membawa pemakainya ke dunia game virtual yang mendebarkan. Tapi ada beberapa peraturan yang harus diikuti tentunya.

Ada lagi masker tampan. Seorang polwan memakai masker ini, lalu tiba-tiba ia berubah menjadi tampan! Tapi karena barang ini dipakai bukan oleh orang pilihan yang beruntung, kekacauan pun terjadi.

Sementara itu, jajanan yang diperlihatkan di buku ini salah satunya Cokelat Putri. Siapapun yang memakan cokelat ini akan berubah menjadi seorang putri! Ia akan bertingkah laku, bertutur kata, dan berkelakukan layaknya seorang putri terhormat. Terakhir ada Jus Pidato yang membuat peminumnya jadi jago berpidato!

Kehadiran Pria Kegelapan: Akankah Eksistensinya Mengancam Zenitendo?

Ada satu bab yang khusus menceritakan kehadiran pria misterius yang disebut Pria Kegelapan. Pendek saja, hanya diceritakan dalam empat halaman, tapi kemunculannya di tengah-tengah cerita membuat suasana jadi terasa mencekam.

Apalagi pembaca tidak diberi tahu siapa sebenarnya sosok pria misterius ini. Rupanya ia adalah dalang di balik rusaknya mesin penjual minuman dan mesin mainan kapsul otomatis.

Pesan Moral

Setelah menyelesaikan buku kelima ini, ada beberapa poin penting yang bisa diambil menjadi pelajaran hidup yang berharga. 

1. Tanggung jawab atas pilihan

Barang atau jajanan ajaib yang jatuh ke tangan yang salah (karena dicuri atau disalahgunakan) tidak akan membawa kebahagiaan sejati, melainkan malapetaka bagi pemakainya.

2 Pentingnya kejujuran

Sikap jujur (seperti saat ada anak yang menemukan dan melaporkan dagangan hilang milik Beniko ke kantor polisi) menunjukkan bahwa integritas dihargai dan membawa penyelesaian yang baik.

3. Kepatuhan dan aturan

Jajanan ajaib dari Nyonya Beniko menuntut kebijaksanaan dan kepatuhan pada aturan penggunaannya; melanggar petunjuk tersebut sama dengan mengundang bencana bagi diri sendiri.