Kru serial Harry Potter sebut bahwa proses pembuatan acara televisi itu berlangsung "brutal", sebab para kru harus bekerja begitu cepat dibanding saat syuting untuk acara lainnya.
Menurut sinematografer Adriano Goldman, kru harus cepat bekerja sebab menyesuaikan dengan waktu dari para aktor anak-anak.
Variety menjelaskan bahwa sebagian alasan mengapa jadwal syuting serial itu begitu ketat sebab para bintang cilik harus fokus juga pada sekolah di lokasi syuting yang bersamaan dengan pembuatan film.
"Jelas, kami punya banyak sumber daya, tetapi ini brutal. Waktu tayang anak-anak begitu brutal. Jadi metodologinya sangat spesifik. Anda harus melakukan pra-syuting semua adegan ketika mereka berada di kelas."
Goldman menyebut, Dominic McLaughlin yang memerankan Harry Potter, Alastair Stout sebagai Ron Weasley, dan Arabella Stanton sebagai Hermione Granger, hanya ada di lokasi sepanjang "satu setengah jam".
Selama itu pula, Goldman dan timnya harus melakukan "enam pengaturan" sebelum aktor muda itu pergi lagi.
"Ini sangat sulit; Anda syuting semuanya tak berurutan, kan, sebab penjadwalan seperti itu," ungkap Goldman. "Jadi prosesnya rumit, tetapi saya pernah melakukannya."
Pada Juli 2025, Warner Bros. Studios Leavesden sebagai rumah produksi serial Harry Potter ini mendirikan sebuah sekolah untuk banyak aktor muda dalam acara tersebut.
Musim pertama yang diberi judul Harry Potter and the Philosopher's Stone, berfokus pada judul edisi Inggris untuk buku pertamanya, yakni pada hari ulang tahun Harry yang ke-11.
Pada momen tersebut, Harry yang dimainkan oleh Dominic McLaughlin mendapatkan surat penerimaan ke Sekolah Sihir Hogwarts, yang juga menjadi awal mula ia harus bertemu dengan musuh berbahaya dari masa lalunya.
Serial Harry Potter dijadwalkan rilis pada libur Natal 2026.
Di sisi lain, meski Season 1 belum rilis, serial Harry Potter dikonfirmasi langsung lanjut memproduksi Season 2, Harry Potter and the Chamber of Secrets, pada musim gugur tahun ini, pertengahan hingga semester kedua 2026.
Langkah itu sesuai dengan rencana besar jaringan tersebut untuk mengangkat seluruh tujuh buku karya J.K. Rowling menjadi tujuh musim serial dalam waktu satu dekade.
Baca Juga
-
Sukses Besar! Sutradara Mengaku Sudah Siapkan Naskah Sekuel Film Hope
-
Review Insidious Out of the Further, Bumbu Baru yang Buat Penonton Bingung
-
Salip Moving, Made in Korea Jadi Drama Korea Termahal dengan Bujet Rp911 M
-
Sibuk World Tour, BTS Diincar Jadi Line-up Coachella 2027!
-
5 Pilihan Film Bioskop Pekan Ini, Temukan Tontonan Seru Akhir Pekanmu di Sini!
Artikel Terkait
-
Review Serial The East Palace: Kisah Mistik Berdarah dari Kerajaan Joseon
-
Review The Hawk: Saat Will Ferrell Nggak Lagi Cukup Mengundang Tawa
-
WeTV Indonesia Hadirkan Serial 12 IPA 4, Drama Remaja yang Penuh Konflik dan Harapan
-
Review Serial I'm Not Afraid: Drama Misteri Meksiko yang Sangat Emosional
-
Produksi XO, Kitty Season 4 Belum Dapat Lampu Hijau, Berakhir Lewat Film?
Entertainment
-
Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah
-
Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus
-
Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober
-
A Wild Last Boss Appeared! Season 2 Ungkap Karakter Baru dan Jadwal Tayang
-
Kembalinya Heiji Hattori dan Kasus Uang Palsu Warnai Spesial 30 Tahun Detective Conan
Terkini
-
Stop Sikap Overproud: Pejabat Bukan Raja, Kenapa Masih Disambut Berlebihan?
-
Spirit Fingers: Menemukan Warna Diri di Tengah Ramainya Perbandingan
-
Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM
-
Tone Deaf Berkedok Self-Care: Tak Semua Orang Bisa Menjauh dari Bad News
-
Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG