Tak perlu heran bila suatu kisah kelanjutan dari waralaba Insidious kembali berlanjut dengan Insidious: Out of the Further (2026), usai kisah lima film ditutup di The Red Door (2023).
Cerita mengenai orang yang dapat lepas dari tubuhnya kala tidur dan berada di dunia astral ini adalah salah satu waralaba paling cuan.
Seperti sebelumnya, aspek kualitas cerita biasanya jadi kurban pertama dari obsesi studio dalam membahas mengenai keuntungan dari film horor. Begitu juga dengan Insidious: Out of the Further ini.
Insidious: Out of the Further meneruskan kisah menjelajah dunia astral The Further. Dengan mengandalkan Lin Shaye yang kini telah sepuh dan jadi korban ketidaksiapan studio sebab karakter ikonisnya dimatikan sejak film pertama.
Untuk Insidious: Out of the Further, ada sedikit skeptisme akan cerita yang disajikan Leigh Whannell cs. Whannell cs menyadari hal itu sehingga merekrut kru dan pemain hampir berbeda dari lima film sebelumnya.
Jacob Chase merupakan korban uji coba Whannell dkk. Sutradara yang belum memiliki banyak pengalaman film panjang itu menulis dan mengarahkan cerita baru Insidious kepada para pemain yang nyaris belum pernah membahas semesta Insidious.
Hasilnya, Out of the Further tampak berbeda dari saga-saga sebelumnya.
Chase memberikan sentuhan baru pada waralaba ini, seperti dari segi pengambilan gambar oleh Dave Garbett yang menjadi dalang kamera Lee Cronin's The Mummy (2026) dan Evil Dead Rise (2023).
Trik kamera berupa close up dan extreme close-up yang digabung dengan adegan rada gore, menjadi andalan Chase dan Garbett untuk intensitas cerita yang sebenarnya hambar.
Lewat Insidious: Out of the Further, Chase dan Garbett mengandalkan adegan-adegan semi penyiksaan yang buat kepala penonton pening atau ngilu.
Pada titik ini, Jason Blum, Oren Peli, James Wan, dan Leigh Whannell sebagai produser membuat pertaruhan yang besar untuk kesuksesan dari Insidious.
Racikan Chase dan Garbett bukan tidak mungkin menjadikan para penggemar setia horor tersebut sejak 2011 berpikir ulang, atau justru mulai menyukai formula ini.
Namun yang pasti, usaha Chase dalam memberikan angin segar ke waralaba Insidious patut diapresiasi. Apalagi, Chase memberikan kisah kompleks hingga niat membahas fenomena sosial dalam cerita Insidious.
Cerita yang digarap oleh Chase ini terasa lebih cocok jika disajikan di saga ketiga atau keempat, tentu dengan mengakhiri cerita Josh dan Dalton dalam dua atau tiga film pertama.
Dengan begitu, Insidious mempunyai berbagai jenis kasus penjelajahan The Further dengan porsi film yang cukup untuk pengembangan tiap kasus, tapi masih memiliki invisible string yang sama.
Akting Lin Shaye tidak sampai membuat standing ovation, tetapi kesetiaan yang diberikan oleh sang aktris pada waralaba ini justru sangat jauh dari idealisme para produser dan kreatornya. Selain itu, sosok Lin Shaye ini tak lagi seperti nenek bagi penggemar Insidious, hanya dengan melihatnya sudah terasa seperti kembali ke rumah yang telah lama dikenal.
Sambutan hangat jelas pantas didapatkan Amelia Eve, Brandon Perea, dan Maisie Richardson-Sellers sebagai pendatang baru dari waralaba ini. Bukan tak mungkin, ketiganya mempunyai jalan yang panjang untuk Insidious berikutnya melihat dari arahan cerita dari Whannell cs.
Hanya satu pesan untuk Leigh Whannell cs sebagai admin dunia Insidious, tolong jangan buat kesalahan yang sama seperti mematikan karakter Elise di film pertama yang menjadikan waralaba Insidious meracau tak keruan hingga lima saga seperti sebelumnya.
Baca Juga
-
5 Film Baru Sambut Akhir Pekan Ini, Ada Laut Bercerita hingga The Intern
-
Kejutkan Penggemar, tvN Angkat Suara Atas Isu Perilisan Signal 2 Tahun Ini
-
Jenna Ortega Beber Rencana Hiatus Usai Perilisan Serial Wednesday 3
-
Sinopsis Clayface, Soroti Sejarah Kelam dari Musuh Klasik Batman
-
Sinopsis The Lament of Autumn, Taruhan Berubah Jadi Cinta Selama 10 Hari
Artikel Terkait
-
Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru
-
Film Jumbo Akhirnya Tembus Pasar Italia, Kini Diputar di 121 Bioskop
-
Beautiful Pain: Kisah Nyata Perjuangan Perempuan Bangkit dari Luka KDRT
-
Insidious: Out of the Further, Petualangan Baru Melintasi Dua Dimensi
-
Review Film Dokumenter NAZA: Ketika Nyawa Manusia Diringkas Menjadi Angka!
Ulasan
-
Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO
-
Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik
-
Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop
-
Uang Jadi Tolak Ukur Memperlakukan Manusia di Buku Crazy Rich Asians
-
Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled
Terkini
-
Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime
-
Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min
-
Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual
-
Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?
-
5 Exfoliating Toner Lokal yang Affordable dan Ramah untuk Kulit Sensitif