Penyanyi asal Swedia, Zara Larsson, menjadi sorotan setelah mengungkapkan bahwa dirinya tidak ingin diajukan pada kategori Best New Artist dalam Grammy Awards 2027.
Bagi Zara, penyebutan sebagai “artis baru” terasa kurang menggambarkan perjalanan panjang yang telah dilaluinya di industri musik, mengingat ia sudah membangun karier sejak masih remaja dan telah melewati berbagai fase dalam perjalanan sebagai seorang penyanyi.
Dalam wawancara yang dilakukan bersama Perfect Magazine yang dipublikasikan pada 27 Agustus 2026, Zara mengungkapkan bahwa mantan labelnya sempat membicarakan kemungkinan mengajukan namanya untuk kategori Best New Artist di Grammy. Namun, penyanyi yang kini berusia 28 tahun itu justru tidak menginginkan rencana tersebut.
“Aku bahkan tidak menginginkan itu. Itu akan meremehkan 13 tahun perjalananku sebagai artis. aku bukan artis baru.” ujar Zara.
Bagi Zara, mendapatkan label sebagai Best New Artist mungkin terdengar seperti sebuah pencapaian besar bagi sebagian musisi. Tetapi kategori tersebut justru berpotensi mengesampingkan proses panjang yang sudah dilewatinya sejak masih sangat muda.
Sebelum mencapai popularitas seperti sekarang, Zara sudah memulai kariernya di dunia hiburan sejak usia 10 tahun, tepatnya setelah memenangkan ajang pencarian bakat Talang, versi Swedia dari Got Talent, pada tahun 2008.
Setelah itu, karier musiknya berkembang melalui sejumlah lagu yang berhasil dikenal secara internasional, termasuk “Uncover”, “Lush Life”, “Never Forget You”, dan “Symphony”.
Dengan perjalanan tersebut, keberhasilan yang kembali dirasakan saat ini lebih tepat dipandang sebagai titik penting dalam karier daripada awal kemunculannya sebagai seorang musisi.
Zara Larsson menjelaskan bahwa sebelumnya satu lagu dapat populer di satu wilayah, sementara lagu lain mendapatkan perhatian di wilayah berbeda pada waktu yang berbeda.
Kondisi tersebut membuat pencapaian terbaru terasa berbeda karena perhatian terhadap musiknya kini muncul secara lebih luas dan bersamaan.
Situasi tersebut kemudian membuat istilah breakthrough terasa lebih tepat daripada new artist.
Popularitas yang kembali meningkat melalui karya terbaru bukan berarti perjalanan sebagai penyanyi baru saja dimulai, melainkan menunjukkan adanya fase baru setelah melewati lebih dari satu dekade di industri musik.
Perjalanan tersebut juga tidak terlepas dari album Midnight Sun, Zara Larsson menjelaskan bahwa album tersebut menjadi proyek yang membuatnya merasa lebih memiliki kendali terhadap musik dan dunia kreatif yang ingin dibangun.
Menariknya, album kelima Midnight Sun juga telah membawa Zara Larsson mendapatkan pengakuan dari Grammy. Pada Grammy Awards 2026, lagu “Midnight Sun” masuk nominasi Best Dance Pop Recording.
Penolakan terhadap pengajuan Best New Artist pun bukan berarti Zara Larsson enggan mendapatkan penghargaan atau pengakuan dari Grammy. Persoalannya lebih terletak pada label “artis baru” yang dianggap tidak lagi sesuai dengan perjalanan karirnya selama 13 tahun.
Baca Juga
-
Nadin Amizah dan Fiersa Besari Buka Suara soal Polemik Juicy Luicy!
-
Punya Kulit Sawo Matang? Ini 5 Lip Matte yang Bikin Wajah Makin Fresh
-
4 Rekomendasi Tas Siaga Bencana, Biar Aman Saat Situasi Darurat!
-
Huawei FreeBuds 7 Resmi Meluncur, Bawa Fitur ANC AI Baterai Tahan 42 Jam
-
Mulai Babak Baru! Putri Leonor Kembali Kuliah Usai 3 Tahun Sekolah Militer
Artikel Terkait
-
Grammy Pertimbangkan Ubah Kategori Asian Pop Usai BTS Tolak Kirim Karya
-
Tolak Daftar Grammy 2027, Bos Recording Academy Respons Keputusan BTS
-
CEO Grammy Tanggapi BTS yang Putuskan Tak Ajukan Lagu ke Ajang Penghargaan
-
BTS Absen di Grammy Awards 2027, Buntut Kategori Baru Musik Asia?
-
J.Y. Park, TWICE, dan Stray Kids Resmi Gabung Voting Member Grammy Awards
Entertainment
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
-
Pertama! Film Korea Possible Love Bawa Pulang Piala Silver Lion di Venice
-
Buat Kaget! Hoshi SEVENTEEN Alami Cedera Lutut saat Ikuti Wajib Militer
-
Catat Tanggalnya! NCT Wish Siap Merilis Album Terbaru 'I SPY' Oktober Depan
-
Live-Action Look Back Sukses Bawa Pulang UNIMED Award dalam Gelaran Venice
Terkini
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?
-
4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia