Akhir-akhir ini, kita dihebohkan dengan salah satu jenis pengobatan yang dianggap ampuh untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit sendi dan tulang, yaitu metode kretek. Secara bahasa, metode kretek ini disebut dengan chiropractic. Jenis pengobatan ini cukup populer di benua Amerika. Orang yang berperan sebagai "terapis" kretek ini disebut sebagai chirpractor. Chiropractor adalah profesi perawatan kesehatan yang berfokus pada tulang belakang dan sendi tubuh lainnya serta hubungannya dengan sistem saraf.
Kata chiropractic berarti "dilakukan dengan tangan." Chiropractors menggunakan penyesuaian untuk mengembalikan fungsi sendi dan mendukung sistem saraf. Mereka membantu pasien menjaga kesehatan yang optimal sambil menghindari obat-obatan atau operasi yang tidak perlu. Menyandur dari web, diperkirakan ada 50 juta orang Amerika mengunjungi chiropractor setiap tahun. Lalu, apa sebenarnya yang membuat metode kretek atau chiropractic ini populer?
Metode ini lumayan populer di Indonesia mengingat pengobatan alternatif seperti refleksi, pijat, dan metode tradisional lainnya juga sudah menjadi suatu budaya. Metode kretek ini memiliki kekuatan yang sangat aman, spesifik, terkontrol yang diterapkan pada sambungan sendi dan tulang untuk memulihkan fungsi dan mobilitas yang tepat. Kecelakaan, jatuh, stres, atau kelelahan dapat berdampak negatif pada tulang belakang atau persendian lainnya. Perubahan ini berdampak pada jaringan, sistem saraf, dan area tubuh lainnya. Jika hal ini dibiarkan dan tidak terselesaikan, hal ini dapat membuat kita lebih rentan terhadap masalah kronis. Penyesuaian pengobatan chiropractic dipercaya dapat mengurangi rasa sakit, meningkatkan gerakan dan meningkatkan kinerja koordinasi bagian tubuh.
Menyandur dari ncbi, menurut hasil dari beberapa studi, dikatakan bahwa chiropractic memiliki peran positif dalam meningkatkan beberapa ukuran subjektif dari efektivitas pengobatan, seperti jumlah laporan dari penderia serangan asma yang dilaporkan, penggunaan obat-obatan, kualitas hidup dan perubahan gejala asma yang dilaporkan pasien serta pada tingkat yang lebih rendah menjadi membaik.
Namun, semua metode kretek ini harus dilakukan oleh orang orang yang profesional dibidangnya. Lalu, orang yang akan menjalani pengobatan ini harus melalui uji screening agar menghindari hal-hal tidak diinginkan.
Bagaimana? Tertarik mencoba metode ini? Kunjungi chiropractor bersertifikasi terdekat ya!
Tag
Baca Juga
-
Jangan Bingung, 9 Langkah Ini Bisa Kamu Lakukan saat Merasa Stuck
-
Kamu Tidak Perlu Merasa Bersalah atas 6 Hal ini, Bentuk Cinta Diri Sendiri!
-
Bukan Hanya Soal Gaji, Ini 6 Alasan Karyawan Mau Bertahan di Perusahaan
-
7 Cara yang Bisa Kamu Terapkan Agar Pengeluaran Tidak Membengkak
-
7 Tanda Kamu Termasuk Orang yang Fast Learner, Salah Satunya Tidak Takut Salah!
Artikel Terkait
-
Mengenal Immunotherapy, Pengobatan Kanker yang Dijalani Vidi Aldiano
-
Apa Pekerjaan Suami Oki Setiana Dewi? Jadi Sorotan usai Biaya Pengobatan Anak Dibantu Ria Ricis
-
UAS Dipijat untuk Pertama Kalinya dalam Hidup, Malah Curhat Bikin Mewek
-
Batu Saluran Kemih Bisa Sebabkan Gagal Ginjal! Ini Solusi Pengobatan Minimal Invasif Terbaru
-
Glaukoma dan Gejala Penglihatan Kabur: Mari Pahami Faktor-faktor Penyebab Sampai Cara Penanganannya
Health
-
Mengenal Metode Mild Stimulation Dalam Program Bayi Tabung, Harapan Baru Bagi Pasangan
-
Kenali Tongue Tie pada Bayi, Tidak Semua Perlu Diinsisi
-
Jangan Sepelekan Cedera Olahraga, Penting untuk Menangani secara Optimal Sejak Dini
-
3 Tips agar Tetap Bugar saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan
-
Intermittent Fasting vs. Keto, Mana yang Lebih Efektif untuk Panjang Umur?
Terkini
-
Tragedi di Pesta Pernikahan dalam Novel Something Read, Something Dead
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern