Bulan puasa sering kali dijadikan alasan untuk hidup sangat pasif, mulai dari sehabis sahur langsung tidur lagi, bangun siang, rebahan seharian, sampai menunggu waktu berbuka hanya sambil menggulir (scroll) HP tanpa aktivitas fisik sama sekali. Pola ini membuat Ramadan identik dengan malas gerak (mager), lemas, dan rutinitas yang stagnan.
Padahal, menurut dr. Tirta, puasa bukan alasan untuk berhenti bergerak, melainkan momen untuk belajar mengatur energi dan ritme hidup dengan lebih sadar. "Bulan Ramadan niat kita itu fokus untuk memperbaiki dan meningkatkan amalan," tutur dr. Tirta.
Melansir kanal YouTube dr. Tirta melalui konten "Mitos Fakta Edisi Ramadan", ia menjelaskan bahwa olahraga saat puasa tetap aman dilakukan selama tidak memaksakan diri dan tidak didorong oleh ambisi performa. "Yang salah itu bukan puasanya, tetapi pola pikirnya (mindset)," kata dr. Tirta.
dr. Tirta menjelaskan bahwa olahraga ringan menjelang berbuka masih sangat memungkinkan dan justru bisa membantu tubuh tetap aktif tanpa menguras energi berlebihan. "Tubuh lagi di titik gula terendah, jadi tidak boleh terlalu memaksakan (nge-push)," jelasnya.
Setelah berbuka dan tarawih, tubuh sudah mendapatkan asupan cairan dan energi sehingga olahraga bisa dilakukan dengan lebih fleksibel. "Jangan sampai demi program latihan puasanya dibatalkan," tegas dr. Tirta, menekankan bahwa tujuan utama Ramadan bukan soal fisik semata.
Ia juga menyebut bahwa olahraga pagi saat puasa masih bisa dilakukan, tetapi harus dengan durasi singkat dan intensitas ringan. Menurutnya, olahraga berlebihan saat puasa bisa memicu dehidrasi berat, lemas, bahkan berisiko gangguan kesehatan karena cairan tubuh tidak tergantikan.
Yang paling ditekankan dr. Tirta adalah soal tujuan Ramadan itu sendiri. "Yang dibangun di bulan Ramadan itu bukan ototnya, yang dibangun adalah amalan dan ibadahnya," ungkapnya.
Artinya, anak muda tidak perlu memaksakan program bulking, cutting, atau target fisik ekstrem selama puasa. Fokusnya cukup pemeliharaan (maintenance), menjaga tubuh tetap bugar (fit), stabil, dan tidak menurun (drop) selama menjalani aktivitas harian.
dr. Tirta juga menyoroti kebiasaan buka puasa yang sering menjadi ajang "balas dendam", mulai dari asupan gula berlebihan, minuman manis berlebihan, sampai porsi makan yang tidak terkontrol.
"Kalau buka puasanya kalap, makanannya ngawur, yang terjadi malah obesitas, kolesterol naik, dan gula darah naik," paparnya.
Dalam pesannya, Ramadan bukan tentang mager dan bukan tentang memaksakan diri (ngoyo). Ramadan adalah tentang hidup seimbang, mengerti batas tubuh, dan sadar akan ritme diri sendiri.
Puasa, dalam konteks ini, bukan alasan untuk berhenti bergerak, melainkan momen untuk hidup lebih teratur dan lebih sadar diri. Bukan soal kuat-kuatan fisik, melainkan soal konsistensi, keseimbangan, dan cara anak muda membangun gaya hidup sehat yang realistis selama Ramadan.
Baca Juga
-
Fakta Menarik Trofi Emas Piala Dunia: Pernah Dicuri, Bukan Milik Sang Juara
-
Timberland Boots: Berawal Dari Sepatu Tukang Jadi Ikon Rapper Dunia Hip Hop
-
JisuLife Ultra 2: Kipas Portable Premium dengan Berbagai Fungsi Menarik!
-
ROG Zephyrus Duo, Laptop Dua Layar dengan RTX 5090 Seharga Mobil Bekas!
-
Bawa Argentina Menang 3-0, Messi Cetak Hattrick Pertama di Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
-
Jadwal KRL Selama Ramadan Tak Berubah, 1.065 Perjalanan Setiap Hari
-
Bolehkah Puasa Tapi Belum Mandi Wajib? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Apakah Sikat Gigi Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Ulama
-
Ramadan Geser Jam Macet, Polda Metro Prediksi Lonjakan Sore Lebih Awal
-
Apa Hukum Minum Obat Penunda Haid agar Bisa Puasa Ramadan Penuh? Ini Kata Ulama
Health
-
Jangan Asal Lahap! Perhatikan Bahaya Asam Domoat pada Kepiting dan Cumi-Cumi
-
Diam-Diam Mengintai, Infeksi TORCH Bisa Berdampak Sejak Dini pada Janin
-
Terapi Gratis Anti-Stres: Keajaiban Memeluk Pohon yang Jarang Disadari
-
Sering Capek Padahal Nggak Ngapa-ngapain? Bisa Jadi Otakmu 'Kelebihan Muatan'
-
Waspada Bahaya Abu Vulkanik, Dokter Ini Bagikan 4 Tips untuk Lindungi Diri
Terkini
-
Juhoon Stoic Bukan Cerita Rakyat, Kini Rekomendasikan Buku Karya Seneca
-
Nugas Nyaman Tanpa Bikin Kantong Jebol di Tjap Nyonya 2, Ada Dimsum Murah & Teh Refill!
-
Rocky Gerung Masuk Istana:Pengkritik Kekuasaan yang Kini Menjadi Penasihat Presiden
-
Bangun Kedaulatan Warga, Lingkar Keadilan Ruang Gagas Riset Konsumsi
-
Menolak Promosi Demi Hidup Tenang: Mengenal Tren Career Minimalism di Dunia Kerja