Kebiasaan ngopi saat sahur sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak anak muda. Bagi sebagian orang, kopi dianggap sebagai “senjata” agar tetap segar, fokus, dan tidak lemas saat menjalani puasa seharian. Namun, apakah konsumsi kopi saat sahur benar-benar efektif untuk menjaga stamina, atau justru membawa dampak sebaliknya bagi tubuh?
Dokter sekaligus influencer kesehatan, Dr Tirta, pernah membahas hal ini melalui sebuah video di akun TikTok pribadinya.
Dalam video tersebut, ia menjelaskan bahwa kopi sebenarnya tidak dilarang dikonsumsi saat sahur, tetapi memiliki konsekuensi fisiologis yang perlu dipahami, terutama bagi mereka yang menjalani puasa.
“Jadi kalau kalian ngopi pas sahur boleh, tapi nanti akan pipis. Konsumsi kafein saat sahur itu bisa membantu menjaga energi sepanjang hari,” ujar Dr Tirta dalam videonya, dikutip pada Jumat (20/02/2026).
Ia menegaskan bahwa kafein memiliki efek stimulan yang membuat tubuh terasa lebih segar dan waspada.Namun, efek stimulan tersebut tidak datang tanpa risiko. Dr Tirta menjelaskan bahwa kafein juga meningkatkan aktivitas jantung dan produksi urine.
“Tahu nggak salah satu efek kafein adalah stimulan. Stimulan itu meningkatkan aktivitas jantung dan juga pipis. Jadi kalian malah rentan haus. Dehidrasi jadinya,” lanjutnya.
Menurutnya, kondisi ini membuat orang yang minum kopi saat sahur justru lebih cepat merasa haus saat puasa. Tubuh kehilangan cairan lebih cepat, sehingga risiko dehidrasi meningkat, terutama jika tidak diimbangi dengan asupan air yang cukup saat sahur.
Dr Tirta juga menyarankan waktu konsumsi kopi yang lebih aman selama Ramadan. Ia memilih menggeser waktu ngopi ke malam hari.
“Kalau saya waktu ngopi yang pas puasa tak geser. Pas habis Isya, ngopi bosku. Efek kopi itu cuma bertahan tiga jam di dalam tubuh. Berarti kan setelah selesai tarawih, bobo,” ucapnya.
Dalam pandangannya, kopi lebih cocok dikonsumsi setelah salat Isya atau tarawih, bukan saat sahur. Selain mengurangi risiko dehidrasi, pola ini juga dinilai lebih aman bagi kualitas tidur dan kondisi tubuh selama puasa.
Fenomena ngopi saat sahur sendiri banyak dilakukan anak muda, terutama mereka yang terbiasa begadang, bermain gim, atau beraktivitas hingga dini hari. Namun, penjelasan Dr Tirta menunjukkan bahwa rasa segar dari kafein tidak selalu sejalan dengan kebutuhan tubuh selama puasa.
Kopi memang bisa memberi efek energi sesaat, tetapi tidak bisa menggantikan kebutuhan utama tubuh, yaitu cairan dan nutrisi yang cukup. Karena itu, keputusan untuk minum kopi saat sahur sebaiknya disertai pemahaman tentang dampaknya, agar puasa tetap berjalan sehat, aman, dan tubuh tetap terjaga sepanjang hari.
Baca Juga
-
Fakta Menarik Trofi Emas Piala Dunia: Pernah Dicuri, Bukan Milik Sang Juara
-
Timberland Boots: Berawal Dari Sepatu Tukang Jadi Ikon Rapper Dunia Hip Hop
-
JisuLife Ultra 2: Kipas Portable Premium dengan Berbagai Fungsi Menarik!
-
ROG Zephyrus Duo, Laptop Dua Layar dengan RTX 5090 Seharga Mobil Bekas!
-
Bawa Argentina Menang 3-0, Messi Cetak Hattrick Pertama di Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
-
Rahasia Bonus Waktu Sahur Ala Muhammadiyah Plus 8 Menit, Apa Maksudnya?
-
Buka Puasa Surabaya Jam Berapa Hari Ini? Simak Jadwal Resmi dari Kemenag
-
Cara Membuat Sambal Kacang Gorengan yang Gurih dan Kental, Cocok untuk Buka Puasa
-
Jam Berapa Buka Puasa Jabodetabek Hari Ini? Ini Waktu Adzan Maghrib Resmi
-
Pilihan 5 Es Buah Klasik, Teman Segar saat Berbuka Puasa
Health
-
Cara Pintar Simpan Obat Agar Tetap Manjur: Jangan Lakukan 3 Hal Ini!
-
Jangan Keburu Parno! Ini Rahasia Membaca Angka Detak Jantung agar Tidak Gampang Panik
-
Bukan Mistis! Ini Alasan Kenapa Kamu Sering Lihat Wajah Makhluk Hidup di Benda Mati
-
Apa yang Tersembunyi di Dalam Daun? Mengenal 3 Senyawa Ajaib Tanaman Obat
-
Viral Podcast Raditya Dika: Bongkar Rahasia Bertahan Hidup dari Gigitan Ular
Terkini
-
Petaka Cinta Lintas Planet: Kala Dahlan Menjadi Mak Comblang
-
4 Ide OOTD Boyfriend Material ala Yunho ATEEZ, Bikin Look Auto Charming!
-
Spanyol Dominan, Portugal Mengandalkan Ronaldo: Siapa yang Bakal Menang?
-
Bystander Effect: Saat Privasi Menjadi Alasan Kita Membiarkan Kejahatan Terjadi di Depan Mata
-
Menjinakkan "Asisten Otonom": Redefinisi Kendali Manusia di Era Agentic AI