Hayuning Ratri Hapsari | Leonardus Aji Wibowo
Ilustrasi kopi (unsplash.com/stephan hinni)
Leonardus Aji Wibowo

Kebiasaan ngopi saat sahur sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak anak muda. Bagi sebagian orang, kopi dianggap sebagai “senjata” agar tetap segar, fokus, dan tidak lemas saat menjalani puasa seharian. Namun, apakah konsumsi kopi saat sahur benar-benar efektif untuk menjaga stamina, atau justru membawa dampak sebaliknya bagi tubuh?

Dokter sekaligus influencer kesehatan, Dr Tirta, pernah membahas hal ini melalui sebuah video di akun TikTok pribadinya. 

Dalam video tersebut, ia menjelaskan bahwa kopi sebenarnya tidak dilarang dikonsumsi saat sahur, tetapi memiliki konsekuensi fisiologis yang perlu dipahami, terutama bagi mereka yang menjalani puasa.

“Jadi kalau kalian ngopi pas sahur boleh, tapi nanti akan pipis. Konsumsi kafein saat sahur itu bisa membantu menjaga energi sepanjang hari,” ujar Dr Tirta dalam videonya, dikutip pada Jumat (20/02/2026). 

Ia menegaskan bahwa kafein memiliki efek stimulan yang membuat tubuh terasa lebih segar dan waspada.Namun, efek stimulan tersebut tidak datang tanpa risiko. Dr Tirta menjelaskan bahwa kafein juga meningkatkan aktivitas jantung dan produksi urine. 

“Tahu nggak salah satu efek kafein adalah stimulan. Stimulan itu meningkatkan aktivitas jantung dan juga pipis. Jadi kalian malah rentan haus. Dehidrasi jadinya,” lanjutnya.

Menurutnya, kondisi ini membuat orang yang minum kopi saat sahur justru lebih cepat merasa haus saat puasa. Tubuh kehilangan cairan lebih cepat, sehingga risiko dehidrasi meningkat, terutama jika tidak diimbangi dengan asupan air yang cukup saat sahur.

Dr Tirta juga menyarankan waktu konsumsi kopi yang lebih aman selama Ramadan. Ia memilih menggeser waktu ngopi ke malam hari. 

“Kalau saya waktu ngopi yang pas puasa tak geser. Pas habis Isya, ngopi bosku. Efek kopi itu cuma bertahan tiga jam di dalam tubuh. Berarti kan setelah selesai tarawih, bobo,” ucapnya.

Dalam pandangannya, kopi lebih cocok dikonsumsi setelah salat Isya atau tarawih, bukan saat sahur. Selain mengurangi risiko dehidrasi, pola ini juga dinilai lebih aman bagi kualitas tidur dan kondisi tubuh selama puasa.

Fenomena ngopi saat sahur sendiri banyak dilakukan anak muda, terutama mereka yang terbiasa begadang, bermain gim, atau beraktivitas hingga dini hari. Namun, penjelasan Dr Tirta menunjukkan bahwa rasa segar dari kafein tidak selalu sejalan dengan kebutuhan tubuh selama puasa.

Kopi memang bisa memberi efek energi sesaat, tetapi tidak bisa menggantikan kebutuhan utama tubuh, yaitu cairan dan nutrisi yang cukup. Karena itu, keputusan untuk minum kopi saat sahur sebaiknya disertai pemahaman tentang dampaknya, agar puasa tetap berjalan sehat, aman, dan tubuh tetap terjaga sepanjang hari.