Minuman cincau hijau sangat meyegarkan saat diminum untuk melepaskan dahaga. Apalagi saat berbuka puasa. Selain kesegarannya, minuman ini memiliki manfaat yang sangat bagus untuk kesehatan.
Cincau hijau diperoleh dari daun cincau yang secara botani bernama Cyclea barbata L. Miers. Tanaman rambat ini tumbuh di Asia Tenggara dan sering digunakan untuk membuat agar-agar yang disebut cincau.
Daun cincau sendiri mengandung tanin yang bagus untuk membantu mengatasi masalah pencernaan. Selain itu, ada banyak lagi nutrisi yang terkandung pada daun cincau, dan pastinya tak kalah berkhasiat.
Nah, minuman yang cocok diminum saat cuaca panas ini memiliki sejumlah manfaat baik untuk kesehatan tubuh lho. Apa saja manfaatnya? Berikut ulasannya yang dirangkum dari laman Doktersehat.com.
1. Mengatasi sakit perut dan diare
Manfaat pertama cincau hijau dapat menjaga pencernaan agar tetap bekerja dengan baik. Daun cincau memiliki senyawa gula yang dapat mengatasi sakit perut.
Selain itu daun cincau mengandung senyawa alkaloid dengan manfaat vitamin B dan C, yang dapat mengatasi diare dengan mengonsumsinya 3 kali sehari secara rutin.
2. Mengobati sembelit dan mulas
Serat yang dikandung pada cincau dapat membersihkan organ pencernaan secara keseluruhan. Sehingga, masalah pencernaan seperti sembelit dan mulas dapat teratasi.
Selain itu, cincau hijau juga dapat membantu meningkatkan penyerapan sari makanan dalam tubuh.
3. Meningkatkan asam lambung dan mengatasi maag
Vitamin C dan antioksidan yang terkandung pada cincau dapat memperkuat otot perut. Kandungan tersebut juga dapat membantu membunuh bakteri penyebab maag dan meningkatkan asam lambung.
4. Mempercepat gerakan usus
Rutin mengkonsumsi minuman cincau hiau setiap malam dapat membantu memperlancar BAB. Karena cincau memiliki serat yang tinggi dan kalori yang rendah. Diminum setiap malam karena memberikan waktu pada usus untuk bekerja secara efektif dalam tubuh.
Minuman cincau hijau mengandung senyawa seperti lemak, karbohidrat, polifenol, flavonoid, sapoin, alkaloid, cardioplegicum, tentradin, fosfor, kalsium, vitamin A dan B. Senyawa tersebut memberikan efek antidemam, darah dan antitoksin.
6. Meningkatkan kekebalan tubuh
Menurut penelitian yang dilakukan Universitas Gadjah Mada, manfaat cincau hijau sudah terbukti dapat meningkatkan imunitas atau imunomodulator untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Dari penelitian tersebut, menunjukkan bahwa cincau hijau memiliki sejumlah senyawa metabolit sekunder, termasuk terpenoid, fenolik, flavonoid, dan tanin, dimana senyawa tersebut berfungsi sebagai imunomodulator dan antioksidan alami yang dapat meningkatkan imunitas.
Nah, itulah sejumlah manfaat cincau hijau untuk kesehatan. Semoga bermanfaat.
Tag
Baca Juga
-
Real Madrid Tertarik Datangkan Kai Havertz dari Chelsea! Akankah Terjadi?
-
6 Manfaat Buah Delima bagi Kesehatan, Salah Satunya Kesehatan Otak!
-
6 Manfaat Oatmeal, Menu Sarapan yang Lagi Tren!
-
4 Manfaat Kopi Luwak untuk Kesehatan, Lebih Sehat dari Kopi Biasa?
-
4 Ciri-Ciri Orang Jujur yang Mudah Dikenali!
Artikel Terkait
-
Hikmat, Jamaah Surau Nurul Hidayah Adakan Syukuran Ramadhan
-
Manfaat Alami Konsumsi Cincau dalam Menyegarkan Perjalanan Mudik dan Momen Lebaran
-
Hipertensi sampai Kolesterol, Waspadai 6 Penyakit yang Rentan Terjadi saat Lebaran
-
Saaih Halilintar Buka Puasa Bareng Pemulung, Adab Duduknya Jadi Omongan
-
4 Sheet Mask dengan Acai Berry, Penuh Antioksidan untuk Kulit Lebih Sehat!
Health
-
5 Tips Atasi Lelah setelah Mudik, Biar Energi Balik Secepatnya!
-
Mengenal Metode Mild Stimulation Dalam Program Bayi Tabung, Harapan Baru Bagi Pasangan
-
Kenali Tongue Tie pada Bayi, Tidak Semua Perlu Diinsisi
-
Jangan Sepelekan Cedera Olahraga, Penting untuk Menangani secara Optimal Sejak Dini
-
3 Tips agar Tetap Bugar saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?