Kanker serviks merupakan penyakit yang menyerang organ reproduksi wanita. Di mana kanker ini tejadi saat adanya sel-sel di leher rahim yang menempel tidak normal, yang kemudian dibiarkan dan akhirnya tidak terkendali.
Kanker serviks sendiri sebagian besar kejadiannya disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV), penyebab lainnya yaitu bisa juga dikarenakan gaya hidup yang tidak bersih dan sehat, penggunaan pil KB, dan lainnya.
Sedangkan untuk gejalanya di awal tidak terlalu terlihat perkembangannya. Gejalanya sendiri terlihat ketika kanker serviks ini perkembangannya sudah cukup lama. Biasanya gejala yang muncul adalah pendarahan di luar siklus menstruasi, nyeri panggul yang tak kunjung membaik dan keputihan yang abnormal hingga menyebabkan gatal yang berlebihan di area vagina juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya penyakit kanker serviks.
Untuk yang berpotensi terkena kanker serviks sendiri yaitu biasanya wanita berusia di atas 30 tahun. Namun untuk wanita yang melakukan aktivitas seksual di bawah 21 tahun berpotensi terkena kanker serivks bisa hingga dua kali lipat. Kanker serviks ini bisa dicegah dengan melakukan vaksin HPV, pap smear ataupun melakukan gaya hidup sehat.
Di Indonesia kanker serviks menempati urutan kedua penyakit kanker setelah kanker payudara. Menurut data dari Global Burden of Cancer (Globocan) yaitu dari World Health Organization (WHO) mencatat, total kejadian penyakit kanker di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 396.914 kasus dan total kematian mencapai 234.511 kasus.
Rasa peduli para wanita di Indonesia terhadap kesehatan reproduksi ini masih cukup minim sehingga angka kejadian kanker serviks ini cukup banyak. Sehingga kementerian kesehatan pada Bulan Maret tahun 2022 melakukan gelaran inovasi kesehatan melalui Digital Transformation Office (DTO).
Dalam kegiatan Demo Health Innovation sprin Accelerator 2022 salah satunya memberikan sebuah inovasi baru dibidang teknologi kesehatan (health-tech) untuk deteksi dini kanker serviks yaitu Femicam (FEMICAM Medical Camera) merupakan kamera medis yang dibuat khusus untuk melihat nomor dan memeriksa area kewanitaan pada bagian leher rahim (serviks). Inovasi ini nantinya diharapkan dapat membantu dalam proses deteksi dini kanker serviks dengan melihat apakah ada kelainan atau pertumbuhan dini sel kanker pada serviks yang diperiksa.
Diharapkan dengan adanya inovasi baru ini angka kejadian kanker serviks pada wanita di Indonesia dapat menurun. Dan perlunya juga para wanita untuk peduli akan bahayanya jika terkena penyakit ini. Oleh karena itu mari para Wanita Indonesisa kita peduli dan jaga Kesehatan reproduksi dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat supaya meminimalisir angka kejadian kanker seviks ini.
Artikel Terkait
-
Tingkatkan Layanan Kesehatan Mental Terhadap Remaja di Masa Pandemi
-
Yakin Sudah Memakai Sunscreen dengan Benar? Simak Fakta Berikut Ini
-
5 Tren Kesehatan TikTok yang Bahaya Bagi Kesehatan Gigi dan Mulut
-
Viral Pernikahan Beda Generasi, Kakek 100 Tahun Malu-malu Nikahi Wanita 40 Tahun, Publik: Jomblo Meringis
Health
-
Jangan Asal Lahap! Perhatikan Bahaya Asam Domoat pada Kepiting dan Cumi-Cumi
-
Diam-Diam Mengintai, Infeksi TORCH Bisa Berdampak Sejak Dini pada Janin
-
Terapi Gratis Anti-Stres: Keajaiban Memeluk Pohon yang Jarang Disadari
-
Sering Capek Padahal Nggak Ngapa-ngapain? Bisa Jadi Otakmu 'Kelebihan Muatan'
-
Waspada Bahaya Abu Vulkanik, Dokter Ini Bagikan 4 Tips untuk Lindungi Diri
Terkini
-
Review Namib: Sisi Gelap di Balik Mimpi Menjadi Idol
-
Pagi Hari Nongkrong di Warkop, Mengapa Petani Bojonegoro Sering Dikira Pengangguran?
-
Kerja Keras Tak Menjamin Naik Kelas, tapi Si Miskin Dianggap Kurang Berusaha
-
Kejutan Skuad Timnas di FIFA ASEAN Cup 2026: Badai Cedera dan Misi Sulit John Herdman
-
Absurditas Formalitas WFO: Saat Kerja Digital Wajib Dikerjakan di Kantor