Keracunan makanan adalah sebuah kondisi ketika seseorang merasakan efek buruk pada tubuh setelah mengonsumsi makanan yang telah tercemar virus, bakteri atau zat berbahaya. Penderita keracunan makanan bisa mengalami berbagai kondisi seperti mual, muntah, diare dan lain sebagainya.
Jika Anda merasakan gejala lain seperti pusing, demam atau sakit perut yang luar biasa setelah mengonsumsi makanan tertentu, mungkin Anda telah mengidap keracunan makanan yang secara tidak sadar ada di dalam makanan yang baru saja Anda konsumsi.
Untuk mengantisipasi agar tidak semakin parah, berikut adalah pertolongan awal yang bisa Anda lakukan ketika keracunan makanan seperti yang disadur dari laman Halodoc berikut ini.
- Minum banyak air putih agar tubuh anda tetap terhidrasi dan tidak kekurangan cairan
- Buat campuran air hangat, perasan jeruk lemon, gula dan garam secukupnya, aduk lalu sajikan
- Minum satu sendok madu yang telah dicampur dengan air jahe agar membantu mengurangi peradangan dan nyeri
- Untuk penderita keracunan yang sudah dewasa, dapat diberikan loperamide dan bismuth subsalicylate yang dijual bebas di apotik.
Tips mencegah keracunan makanan
Untuk mencegah terjadinya keracunan makanan, Anda bisa melakukan beberapa tips di bawah ini.
- Pastikan makanan dimasak dengan benar, dengan suhu yang panas seperti olahan daging dan lainnya. Suhu yang panas dapat membunuh bakteri yang mungkin terdapat dalam makanan tersebut
- Perhatikan kebersihan makanan. Makanan yang ada di pinggir jalan tanpa adanya penutup makanan bisa mengakibatkan debu dan kotoran menempel pada makanan yang dijual, akibatnya kebersihannya menjadi tidak terjamin dan bisa menyebabkan diare.
- Jika makan ke restoran, jangan sungkan untuk bertanya apakah menu telur mentah dan mayonaise melalui sendiri tahapan pasteurisasi atau tidak. Proses pasteurisasi dapat membunuh bakteri yang terdapat dalam makanan mentah.
Memasak sendiri makanan di rumah terbukti jauh lebih sehat dan aman untuk kesehatan. Karena itu usahakan konsumsi makanan yang memang kebersihannya terjamin agar tidak menderita keracunan makanan akibat bakteri atau zat berbahaya.
Jika memang Anda mengalami keracunan makanan dengan gejala yang parah dan tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk segera mengunjungi dokter untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
Video yang Mungkin Anda Suka.
Baca Juga
-
Kirsten Dunst Gabung Sekuel The Housemaid, Intip Sinopsis dan Jadwal Tayang
-
Kisah Desa Kemiren Banyuwangi Mendunia Berkat Komitmen Jaga Budaya Lokal
-
No Na Rilis Single Honk! Tampilkan Kearifan Lokal Indonesia, Ada Om Telolet Om!
-
5 Film dan Serial Netflix Agustus 2026, Komedi hingga Horor
-
Film Animasi Venom Resmi Dikembangkan, Digarap Sutradara Final Destination: Bloodlines
Artikel Terkait
Health
-
Aksi Jemput Bola Mahasiswa KKN: Turun Langsung Cek Kesehatan Warga Reuhat Tuha
-
Berhenti Menggosok Dudukan Toilet Umum dengan Tisu, Ini Cara Membersihkan yang Benar
-
Lupakan Lari Ngos-ngosan, Ini Alasan Slow Jogging Lebih Efektif Bakar Lemak
-
Mengenal Parijoto: Buah Mitos Kesuburan dari Gunung Muria yang Kini Dilirik Sains
-
Menjadi Dermaga Sebelum Menyelam: Kisah Komunitas Menemani Perjalanan Pulih
Terkini
-
Pajak Dibayar, BBM Mahal, Jalan Masih Rusak: Rakyat Wajar Bertanya
-
Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan
-
Kirsten Dunst Gabung Sekuel The Housemaid, Intip Sinopsis dan Jadwal Tayang
-
Mau Tampil Gentle? Intip 4 OOTD Dandy Smart Casual ala Kang Hoon
-
5 Coffee Shop 24 jam untuk Kamu yang Bosan Nugas di Kos