Ada berbagai karakter manusia di bumi ini. Ada yang lahir dengan stok kesabaran yang banyak, ada juga yang memiliki kesabaran yang tipis, yang membuatnya mudah marah, bahkan pada hal-hal kecil yang terlihat sepele. Tapi, tahukah kamu, ternyata terlalu sering marah-marah bisa berakibat buruk pada diri kita. Melansir dari Halodoc, berikut 4 akibat dari sikap suka marah.
1. Meningkatkan Risiko Terkena Stroke
Terlalu sering marah-marah dapat meningkatkan risiko terkena stroke. Hal ini terjadi karena darah yang membeku di otak atau pendarahan di dalam otak meningkat setelah adanya ledakan amarah.
Bagi mereka yang telah memiliki area yang membengkak di salah satu arteri atau aneurisma, maka risiko aneurisma pecah akan naik menjadi enam kali lipat setelah adanya ledakan amarah.
2. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Sering marah-marah ternyata membawa dampak negatif pada kesehatan jantung. Sebuah penelitian dari Harvard Health Publishing menunjukkan bahwa dalam dua jam setelah marah-marah, risiko seseorang terkena nyeri dada dan serangan jantung lebih besar.
Hal ini dikarenakan saat marah, tubuh akan mengeluarkan hormon stres seperti adrenalin yang kemudian membuat jantung berdetak lebih cepat dan tekanan darah kamu semakin naik. Di saat yang bersamaan, darah juga bisa menggumpal yang akan menjadi sangat berbahaya bila pembuluh arteri menyempit karena adanya plak yang mengandung kolesterol.
BACA JUGA: Istri Indra Bekti Dicap Pura-pura Baik, Miss Ajeng: Licik dan Drama
3. Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh
Percaya tidak percaya, ketika kamu sering marau, maka kekebalan tubuhmu akan melemah yang menyebabkan kamu menjadi lebih mudah sakit. Para ilmuwan di Universitas Harvard melakukan pengujian dengan cara meminta beberapa orang yang sehat untuk mengingat pengalaman marah mereka di masa lalu. Hasilnya, terjadi penurunan kadar antibodi imunoglobulin A (garis pertahanan pertama untuk sel dalam melawan infeksi penyakit) dalam 6 jam.
4.Memperburuk Gangguan Kecemasan
Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2012 pada jurnal Cognitive Behavior Therapy, ditemukan bahwa kemarahan dapat memperburuk gejala dari suatu gangguan kecemasan umum, yang di mana merupakan kondisi yang ditandai dengan kekhawatiran berlebihan yang tidak terkendali pada kehidupan pengidapnya.
Demikian 4 akibat dari suka marah-marah. Kamu bisa belajar untuk mengendalikan amarahmu dengan mengidentifikasi penyebab dari kemarahan kamu. Selain itu, saat sedang marah, cobalah bernapas dalam-dalam untuk menenangkan diri, lalu komunikasikan masalah tersebut dan segera tinggalkan. Memendam amarah terlalu lama juga bukan jalan yang baik.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
4 Hal yang Bikin Si Doi Ilfeel Banget sama Kamu, Yuk Hindari!
-
5 Ciri yang Menunjukkan Seseorang Memiliki Kepribadian Omega, Kamu Termasuk?
-
Pasangan Tidak Peka? Ini 4 Cara untuk Menghadapinya!
-
4 Gejala Batu Amandel, Salah Satunya Bau Mulut
-
5 Hal Penting tentang Ablutophobia, dari Definisi hingga Treatment
Artikel Terkait
-
Apa Itu Mindfulness? Bukan Memaksa Diri Selalu Berpikir Positif, Ini Penjelasannya
-
Posko Kesehatan Pelabuhan Trisakti Tangani Korban Virgo Transport 8
-
Gubsu Bobby Nasution Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo
-
5 Rekomendasi Minyak Rosemary Perawatan Rambut Rontok
-
Pentingnya Mengurai Benang Kusut Pikiran lewat Journaling
Health
-
Sering Capek Padahal Nggak Ngapa-ngapain? Bisa Jadi Otakmu 'Kelebihan Muatan'
-
Waspada Bahaya Abu Vulkanik, Dokter Ini Bagikan 4 Tips untuk Lindungi Diri
-
Tubuh Sudah Kasih Tanda! Awas Serangan Jantung yang Sering Bersembunyi di Balik "Masuk Angin"
-
Dokter Tirta Bagikan Tips agar Tetap Aman di Tengah Paparan Abu Vulkanik
-
Jangan Sembarangan Menginjak Kecoak! Bakterinya Bisa Menyebar di Lantai
Terkini
-
Tidur Sekasur tapi Rasanya Seperti Teman Sekamar? Kenali 5 Tanda Pernikahan Sedang Sekarat
-
Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom
-
Distraksi Patah Hati: Belajar Melepaskan dan Terluka Sewajarnya
-
Ingin Beli Galaxy S26 FE Lebih Hemat? Ini Cara Dapat Potongan Rp500 Ribu
-
Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan