Sakit kepala adalah kondisi yang hampir pernah dirasakan oleh semua orang di dunia tanpa batasan dunia. Namun jika kepala terasa sakit secara berkala dan muncul pada jam yang setiap harinya, hati-hati bisa jadi Anda mengalami sindorm cluster headaches.
Sejauh ini, peneliti di dunia medis percaya bahwa sindrom cluster headaches lebih dominan dialami oleh para pria. Namun untuk saat ini, mulai berkembang penelitian lebih lanjut tentang gejala penyakit ini karena ternyata pasien yang menderita sindrom ini juga datang dari kalangan wanita.
Menurut artikel Medical News Today, pasien yang mengalami sindrom cluster headaches memunculkan gejala yang berbeda, tergantung jenis kelamin mereka. Diketahui bahwa pasien wanita akan mengalami rasa sakit di bagian kepala dalam periode yang lebih lama daripada para pria.
Tak cuma itu saja, gejala lain yang biasa dirasakan oleh pasien wanita juga termasuk mata berair hingga lemas. Umumnya sakit yang muncul juga rutin muncul di jam yang sama setiap harinya.
Seorang ahli syaraf asal Swedia yang bernama Dr. Andrea Carmine Belin mengatakan bahwa sekitar 15% pasien wanita memiliki riwayat penyakit cluster ini dari keluarga mereka. Dokter tersebut juga menjelaskan bahwa ada sebuah hipotesa yang melatarbelakangi hal ini yaitu karena wanita lebih mengetahui tentang masalah dan segala hal yang terjadi dalam keluarga mereka.
BACA JUGA: Dituding Sindir Lesti Kejora dan Rizky Billar, Kiky Saputri: Aku Nggak Ada Niat Menyakiti
Seorang dokter bernama Dr. Parisa Gazerani dari Aalborg University Copenhagen, Denmark mengatakan bahwa masih belum ada penyebab pasti yang menyebabkan sindrom tersebut. Namun ada beberapa hal yang berkaitan dengan hal tersebut diantara hormon dan gaya hidup.
Sementara itu, dilansir dari menurut artikel Alodokter, meskipun penyebab kondisi tersebut masih belum diketahui secara pasti, dugaan sementara mengarah pada kelainan yang berasal dari hipotalamus yang berada di otak.
Jika Anda pernah atau sedang mengalami kondisi serupa, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah rasa sakit kepala tersebut datang lagi diantaranya, menjaga pola tidur, tidak merokok, tidak minum alkohol, menghindari wewangian yang menyengat, dan menghindari aktivitas olahraga di saat cuaca terik.
Itulah informasi singkat tentang sindrom cluster headaches. Jika Anda pernah mengalami kondisi sakit kepala yang berlangsung secara rutin dan pada jam yang sama, bisa jadi itu adalah gejala dari sindrom tersebut. Segera periksakan ke dokter jika gejala yang timbul makin parah dan sulit diatasi.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Kartika Coffee, Suguhkan Kedamaian di Tengah Hiruk Pikuk Kota Jombang
-
Punya Pesona Unik, 5 Grup Band Asal Korea Selatan yang Lagi Naik Daun
-
Menikmati Lezatnya Rawon Rosobo di Jombang, Bangkitkan Kenangan Masa Lalu
-
5 Lagu Xdinary Heroes yang Cocok untuk Baby Villains, Yuk Dengerin!
-
5 Idol Kpop yang Dikenal Piawai Bermain Gitar, Sering Bikin Cover Lagu Lho!
Artikel Terkait
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui
-
BPJS Kesehatan: Layanan JKN Tetap Optimal Selama Libur Lebaran 2026
-
Hasil Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ungkap 10 Persen Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental
-
Mengenal Whoop Band, Alat Canggih yang Dipakai Deddy Corbuzier Pantau Kesehatan Vidi Aldiano
Health
-
Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi
-
Bebas Lemas Sampai Lebaran: Rahasia Menu Sahur Rendah Gula ala Ibu Cerdas!
-
Jangan Asal Es Buah! Ini Cara Buka Puasa yang Benar Menurut Dokter Tirta
-
Campak Bukan Teman Kencan, Jangan Diajak Jalan-Jalan ke Tempat Umum!
-
Kulit Gampang Merah, Jerawat Makin Parah? Polusi dan Gaya Hidup Jadi Pemicu
Terkini
-
Siomay Bukan Dimsum: Memahami Istilah yang Tertukar dalam Kuliner Tiongkok
-
Mudik Jalur Sabar: Tutorial Gak Emosi Pas Macet Demi Sepiring Opor Ibu
-
4 Sheet Mask Korea Tea Tree untuk Kulit Berminyak Atasi Jerawat dan Iritasi
-
Doogee Fire 7 Pro vs Doogee Fire 7 Ultra: Mana yang Lebih Unggul?
-
Keresahan Sarjana Pendidikan: Haruskah Jurusan Menjadi 'Penjara Profesi'?