Penyakit rabies kembali menjatuhkan korban, kali ini seorang anak kecil berusia 4 tahun asal NTT harus meregang nyawa, diduga usai digigit anjing yang terinfeksi penyakit rabies. Bocah kecil itu sempat dirawat di rumah sakit dan mendapat penanganan dari dokter, namun kondisinya terus menurun hingga ia meninggal dunia.
Rabies merupakan penyakit akibat infeksi virus yang dapat merusak sistem saraf dan otak, penularannya bisa melalui gigitan, cakaran, atau air liur hewan yang terinfeksi penyakit ini. Perlu diwaspadai karena penyakit ini tidak hanya menyerang hewan, tetapi juga manusia.
Bahaya tersebutlah yang mengharuskan kita setidaknya tahu degan ciri-ciri anjing rabies, terutama yang punya anjing peliharaan. Melansir dari laman Alodokter, berikut ini adalah 8 ciri anjing rabies yang perlu kita ketahui.
1. Gelisah atau Lemas
Ciri anjing yag terkena rabies yang paling mudah dikenali adalah peribahan perilaku, anjing yang terinfeksi rabies akan menjadi gelisah atau ketakutan, tapi terkadang juga lemas dan tidak bersemangat.
2. Agresif
Penyakit rabies akan menyerang bagian otak sehingga membuat anjing sulit mengendalikan perilaku, hal tersebut membuat anjing menjadi lebih agresif. Agresif di sini dapat berarti galak terhadap orang maupun hewan lain, bahkan pada tuannya sendiri.
3. Demam
Hati-hati jika anjing peliharaanmu demam, bisa jadi saat itu ia sudah terinfeksi virus rabies. Demam merupakan reaksi saat sistem imunnya melawan virus rabies. Lebih baik segera periksa ke dokter hewan jika terjadi seperti ini.
4. Banyak Air Liur atau Berbusa
Virus rabies bisa melumpuhkan rahang dan tenggorokan anjing sehingga air liur yang dikeluarkan menjadi lebih banyak. Banyaknya air liur tersebut terkadang juga bisa membuat mulut atau bibirnya tampak berbusa.
5. Sulit Makan dan Minum
Kelumpuhan pada rahang dan tenggorokan anjing juga dapat menyebabkan mereka sulit makan dan minum, mereka juga bisa sering muntah disebabkan oleh virus ini.
6. Kejang
Rabies dapat membuat anjing kejang karena penyakit ini menyerang sistem saraf dan otaknya, dalam beberapa kasus, rabies juga dapat menyebabkan anjing pingsan atau koma.
7. Sulit Berjalan
Anjing yang terinfeksi rabies akan sulit berjalan, virus tersebut membuat otot tubuhnya menjadi kaku hingga membuatnya kesulitan berjalan atau bahkan kesakitan.
8. Sensitif pada Cahaya dan Suara
Kalau anjingmu menjadi agresif dan menyerang jika melihat cahaya atau mendengar suara, perlu diwaspadai barang kali ia sudah terinfeksi virus rabies. Berhati-hatilah karena dia mungkin bisa menyerangmu dalam keadaan seperti ini.
Itulah 8 ciri anjing yang terkena virus rabies, tetap berhati-hati dan lapor ke dokter bila menemukan gejala diatas pada peliharaanmu, ya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Jadwal GP Indonesia 2026: Tantangan bagi Marc Marquez Usai Menang di Jepang
-
Jadwal MotoGP Jepang 2026: Apakah Ducati Siap Hadapi Ancaman Aprilia?
-
2 Pembalapnya jadi Calon Juara Dunia MotoGP, Aprilia Tak Akan Pilih Kasih!
-
Bukan Konflik dengan Rossi, Marc Marquez Sebut Momen yang Buat Dia Tertekan
-
Konten Couple Carousel Bikin Gemas! Penolong untuk yang Takut Jatuh Cinta
Artikel Terkait
-
Ciri-ciri Hewan Kena Rabies dan Gejala pada Manusia yang Perlu Diwaspadai
-
Balita Asal NTT Meninggal Dunia Setelah Digigit Anjing Rabies, Sempat Tak Mau Minum dan Takut Terkena Angin
-
Kenali Ciri-ciri Anjing Rabies, Viral Anak 5 Tahun Meninggal Digigit Anjing
-
Vaksinasi Rabies Gratis untuk Anjing dan Kucing di Jogja, Ini Syaratnya
-
Dari 620 Ribu Anjing di Bali Sebagian Masuk Kategori Anjing Liar
Health
-
Titik Koma di Ibu Kota: Tempat Semesta Menyelamatkan Kita dari Ketergesaan
-
Sibuk Jalani Hari, tapi Kapan Terakhir Kali Bertanya Aku Baik-Baik Saja?
-
Sering Mengasihani Diri Sendiri? Jangan-Jangan Kamu Lupa Mengambil Jeda
-
Jangan Asal Lahap! Perhatikan Bahaya Asam Domoat pada Kepiting dan Cumi-Cumi
-
Diam-Diam Mengintai, Infeksi TORCH Bisa Berdampak Sejak Dini pada Janin
Terkini
-
I Need Space: Belajar Mengelola Emosi Lewat Petualangan di Luar Angkasa
-
Perkuat Jejaring Pers, Forum Wartawan Kebangsaan Bentuk Koordinator di DIY
-
Petani di Tengah Perubahan Iklim: Mengapa Kemitraan Inklusif Menjadi Penting?
-
Comeback dengan Lagu Stay, Yuqi i-dle Yakin Hari Esok Pasti Akan Lebih Baik
-
Digital Detox Bukan Cuma Tren: Kita Perlu Jeda dari Kebisingan Media Sosial