
Jelang pelaksanaan hari raya Idul Adha 2024, tentunya banyak orang yang mulai mempersiapkan diri menyambut salah satu peringatan keagamaan bagi umat islam tersebut. Di beberapa tempat, tentunya sudah mulai banyak pedagang yang menjual hewan-hewan kurban untuk perayaan hari raya idul Adha. Di Indonesia sendiri, hewan yang lazim dijadikan sebagai hewan kurban adalah kambing, sapi dan domba.
Kendati bukan menjadi hewan yang cukup diminati di Indonesia, tapi hewan yang dikenal masih berkerabat dengan kambing ini juga seringkali dijumpai sebagai hewan kurban. Daging domba juga dikenal memiliki kadar kolestrol yang cukup tinggi seperti lazimnya kambing.
Oleh karena itu, beberapa orang juga tidak disarankan mengonsumsi daging domba terlalu banyak. Namun, daging domba ternyata memiliki beberapa manfaat yang cukup baik apabila dikonsumsi dengan benar. Berikut 3 manfaat mengonsumsi daging domba.
1. Mencegah Anemia
Seperti lazimnya daging merah pada umumnya, daging domba juga dapat membantu mencegah penyakit anemia pada seseorang. Menyadur artikel yang terbit dalam “American Journal of Medicine”, daging domba memiliki kandungan zat besi yang bisa meningkatkan kadar hemoglobin pada darah.
Zat besi ini cukup baik apabila diserap oleh tubuh dan dapat menjadi salah satu obat alami dari pencegahan anemia. Dalam sekitar 100 gram daging domba segar terdapat sekitar 2-3 mg zat besi yang terkandung di dalamnya. Kandungan tersebut tentunya cukup besar untuk ukuran daging merah.
Oleh karena itu, pengonsumsian daging domba juga tidak boleh terlalu banyak, khususnya bagi orang-orang yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi.
2. Membantu Membentuk Massa Otot
Daging domba dapat menjadi asupan protein yang cukup baik untuk membantu pembentukan massa otot. Melansir dari artikel yang terbit dalam “Sport Medicine”, setiap 100 gram daging domba mengandung sekitar 20-25 gram protein yang ada di dalamnya.
Hal ini berarti mengonsumsi daging domba dapat memenuhi sekitar 25% dari asupan protein harian bagi orang dewasa. Daging domba juga mengandung beberapa zat mineral baik yang bisa membantu melancarkan metabolisme tubuh.
3. Meningkatkan Sistem Imun Tubuh
Selain protein, lemak dan zat besi, daging domba juga mengandung beberapa mineral lainnya seperti zinc dan asam amino. Senyawa-senyawa tersebut dapat membantu menjaga sistem metabolisme dalam tubuh dan membantu menjaga sistem imunitas.
Daging domba juga dikenal cukup baik dikonsumsi oleh bayi sebagai makanan pendampin Asi selain daging sapi dan ayam.
Nah, itulah beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari mengonsumsi daging domba. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Mengejutkan! Maarten Paes Kritik Taktik dari Patrick Kluivert di Timnas Indonesia
-
Hadapi Korea Selatan, Timnas Indonesia U-17 Wajib Raih Minimal 1 Poin
-
Pemain Timnas Indonesia Mulai Keluhkan Taktik Patrick Kluivert, Ada Apa?
-
Piala Asia U-17: Media Vietnam Kritik Postur Tubuh Skuad Timnas Indonesia
-
Tampil Gacor di Timnas Indonesia, Ole Romeny Sebut Ada Andil dari Patrick Kluivert
Artikel Terkait
-
5 Tips Atasi Lelah setelah Mudik, Biar Energi Balik Secepatnya!
-
BPOM Indonesia: Peran, Tugas, dan Kontribusinya dalam Menjaga Kesehatan Masyarakat
-
20 Alasan Berat Badan Tidak Turun-Turun, Bagaimana Mengatasinya?
-
7 Manfaat Kesehatan Mengejutkan dari Membaca Buku Setiap Hari
-
5 Teknik Psikoterapi untuk Menangani Gangguan Mental, Ciptakan Coping Mechanism Sehat
Health
-
5 Tips Atasi Lelah setelah Mudik, Biar Energi Balik Secepatnya!
-
Mengenal Metode Mild Stimulation Dalam Program Bayi Tabung, Harapan Baru Bagi Pasangan
-
Kenali Tongue Tie pada Bayi, Tidak Semua Perlu Diinsisi
-
Jangan Sepelekan Cedera Olahraga, Penting untuk Menangani secara Optimal Sejak Dini
-
3 Tips agar Tetap Bugar saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?