Kita semua hebat dalam urusan glow up penampilan luar, mulai dari rutinitas skincare 10 langkah, OOTD yang selalu on point, hingga pergi ke gym agar bentuk badan ideal. Tetapi, pernahkah terpikir untuk "mengecek" kondisi di dalam tubuh kita?
Jangan sampai luarnya kinclong, tetapi "mesin"-nya sudah bermasalah. Di sinilah peran Medical Check-Up (MCU) menjadi sangat penting. Anggap saja MCU ini adalah rapor tahunan untuk tubuh Anda.
Agar Anda tidak bingung dan takut saat melihat daftar pemeriksaannya, mari kita bedah tuntas sembilan "mata pelajaran" utama yang ada di rapor kesehatan Anda!
1. Penilaian Sikap dan Perilaku: Pemeriksaan Fisik Umum
Ini adalah "mata pelajaran" pertama dan paling dasar. Ibarat penilaian sikap di sekolah, dokter akan mengecek kondisi umum Anda, mulai dari mengukur tekanan darah, detak jantung, suhu tubuh, hingga indeks massa tubuh (IMT) untuk melihat apakah berat badan Anda ideal. Dari sini saja, dokter sudah bisa mendapatkan gambaran awal soal kesehatan Anda, misalnya ada potensi hipertensi atau obesitas.
2. Absensi Kelas: Tes Darah Lengkap
Ini adalah "absensi" untuk semua sel di dalam tubuh Anda. Tes darah akan menghitung jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Hasilnya bisa mendeteksi banyak hal, dari yang sepele seperti anemia (kurang darah), adanya infeksi, sampai gangguan sistem imun.
3. Rapor Jajanan Kantin: Pemeriksaan Kolesterol
Ini adalah rapor yang paling jujur soal kebiasaan jajan Anda. Tes ini akan mengukur kadar kolesterol total, kolesterol baik (HDL), kolesterol jahat (LDL), dan trigliserida. Jika Anda hobi makan gorengan, jeroan, atau makanan berlemak lainnya, nilainya bisa langsung terlihat di sini. Ini sangat penting untuk menilai risiko penyakit jantung dan strok di masa depan.
4. Rapor Minuman Kekinian: Tes Gula Darah
Jika tadi soal jajanan, yang ini adalah rapor untuk hobi minum boba, es kopi susu, atau minuman manis lainnya. Tes ini akan mengukur kadar glukosa di dalam darah Anda. Hasilnya bisa menjadi "alarm" dini untuk risiko diabetes atau pradiabetes. Jika nilainya mulai tidak bagus, artinya Anda harus mulai "puasa" makanan dan minuman manis.
5. Nilai Petugas Keamanan: Pemeriksaan Fungsi Hati
Hati adalah "petugas keamanan" utama di tubuh Anda yang tugasnya menyaring semua racun. Tes fungsi hati akan mengecek apakah "petugas" Anda ini bekerja dengan baik atau sudah mulai "kewalahan". Ini sangat penting untuk mendeteksi penyakit seperti hepatitis, fatty liver, atau kerusakan akibat alkohol dan obat-obatan.
6. Nilai Filter Air: Pemeriksaan Fungsi Ginjal
Jika hati adalah satpam, ginjal adalah "filter air raksasa"-nya. Tugasnya menyaring limbah dari darah. Tes ini akan mengukur kadar kreatinin dan urea untuk melihat seberapa efisien "filter" Anda bekerja. Kondisi seperti dehidrasi, diabetes, atau hipertensi sering kali "menyerang" ginjal lebih dulu.
7. Laporan Tambahan dari Toilet: Pemeriksaan Urine Lengkap
Jangan anggap sepele! Tes urine ini bisa memberikan banyak sekali informasi, mulai dari adanya infeksi saluran kemih, kondisi ginjal, sampai kesehatan metabolik tubuh Anda secara keseluruhan. Pemeriksaannya simpel, tetapi hasilnya super informatif.
8. Cek Mesin Utama: Pemeriksaan Jantung (EKG)
Jantung adalah "mesin" utama yang memompa kehidupan ke seluruh tubuh. Pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG) berfungsi untuk "mendengarkan" ritme dan aktivitas listrik dari mesin Anda ini. Sangat penting, terutama jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung di keluarga, seorang perokok, atau memiliki tekanan darah tinggi.
9. Mengintip Ruang Kelas: Rontgen Dada
Terakhir, ada rontgen dada. Ini fungsinya untuk "mengintip" kondisi "ruang kelas" utama Anda, yaitu paru-paru dan jantung. Dari sini, dokter bisa melihat apakah ada infeksi, pembesaran jantung, atau kelainan lainnya yang tidak terlihat dari luar.
Ternyata, MCU itu bukan sesuatu yang menakutkan, kan? Anggap saja ini sebagai bentuk self-love paling jujur untuk tubuh Anda sendiri. Dengan mengetahui "nilai rapor" Anda lebih awal, Anda jadi bisa "remedi" dan memperbaiki gaya hidup sebelum semuanya terlambat.
(Flovian Aiko)
Baca Juga
-
Drakor Pro Bono: Hakim Jung Kyung Ho Berubah Jadi Pengacara Pro Bono
-
Capek Padahal Sudah Libur? Kenali Psychological Detachment dan Cara Istirahat yang Benar
-
Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer: Di Balik Janji Dai Nippon
-
SudahTawarkan Diri, John Herdman Selayaknya Jadikan El Loco Gonzales Asisten Pelatihnya di Timnas
-
Mengenal Otoritas Geospasial: Alasan di Balik Penyesuaian Nama Thailand Jadi Tailan
Artikel Terkait
-
Investasi Jangka Panjang: Kenapa Anda Perlu Pemeriksaan Kesehatan Secara Berkala?
-
Sutradara Ryan Coogler Kembali ke MCU, Siap Produksi Black Panther 3
-
7 Karakter Marvel Cinematic Universe Paling Aneh yang Pernah Ada, Nomor 4 Bikin Kaget!
-
Halle Berry dan Chris Hemsworth Bikin Film Perampokan, Netizen Malah Bahas MCU: Storm dan Thor Join!
-
Jangan Diremehin! Ini 5 'Rahasia Sakti' Tahu yang Bikin Badan Lebih Sehat
Health
-
Waspada Gagal Ginjal Akut Akibat Luka Bakar: Kenali Gejala dan Penyebabnya
-
Rahasia Otak Tajam: 6 Makanan Penambah Daya Ingat Berdasarkan Jurnal Medis
-
Bukan Sekadar Pahit, Ini Kandungan Nutrisi Pare yang Ampuh Tangkal Radikal Bebas
-
Matcha Kemasan Infus Viral, Menarik tapi Picu Dilema Etik Keamanan Pangan
-
Waspada Super Flu Subclade K: Gejala, Penyebaran, dan Cara Mencegahnya
Terkini
-
Drakor Pro Bono: Hakim Jung Kyung Ho Berubah Jadi Pengacara Pro Bono
-
Capek Padahal Sudah Libur? Kenali Psychological Detachment dan Cara Istirahat yang Benar
-
Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer: Di Balik Janji Dai Nippon
-
SudahTawarkan Diri, John Herdman Selayaknya Jadikan El Loco Gonzales Asisten Pelatihnya di Timnas
-
Mengenal Otoritas Geospasial: Alasan di Balik Penyesuaian Nama Thailand Jadi Tailan