Pernahkah kamu merasakan stuck idea ketika sedang menulis? Ya, itu adalah writer’s block. Ini merupakan suatu keadaan yang dialami oleh seseorang, ketika tak dapat lagi melanjutkan kegiatan menulis alias kehabisan ide untuk menuliskan sesuatu hal baru. Nah, keadaan ini juga sangat mempengaruhi psikologis seorang penulis, lho. Parahnya, tugas menjadi seorang penulis bisa terbengkalai. Lalu, bagaimana cara mengatasi writer’s block seperti ini? Yuk simak selengkapnya di bawah ini!
1. Temukan Tempat Menulis Yang Nyaman
Tak ada ide baru bisa jadi karena kamu terlalu jenuh dengan lingkunganmu. Jika kamu sudah terkena stuck ide, hal yang kamu lakukan pertama adalah cari tempat menulis yang nyaman. Karena tempat akan memengaruhi seorang penulis untuk berkarya. Jika biasanya kamu menulis di kamar, maka cobalah untuk mencari spot yang berbeda. Misalnya teras rumah, taman, atau coffee shop.
2. Mendengarkan Lagu Kesukaan
Berhenti sejenak dan mulailah mendengarkan musik. Pilih lagu favorite pada ponselmu dan refresh seluruh isi pikiranmu dengan menikmati setiap alunan melodi. Biarkan dirimu terhanyut, tenangkan hati dan pikiranmu untuk sesaat. Cara ini dinilai paling ampuh untuk mengatasi writer’s block. Karena musik memiliki manfaat tersendiri yang alami untuk mengubah badmood-mu menjadi goodmood.
3. Tuangkan Semua Ide, Pikir Revisi Belakangan
Hal ini sangat sering dialami oleh para penulis. Mereka selalu mengedit dan merevisi tulisan yang jelas-jelas belum mereka selesaikan. Hal yang seperti ini tak selalu berimbas baik ya, sob. Karena waktumu menulis akan banyak terbuang dan ide bisa saja menghilang. Bahkan mengerikannya lagi, rasa malas akan ikut datang bersamaan stuck ide. So, sebaiknya kamu tuliskan dulu semua idemu dan merevisinya ketika tulisanmu selesai.
4. Rehat Sejenak
Istirahat sangat diperlukan ketika tubuhmu mulai lelah. Writer’s stuck juga bisa menjadi sinyal tubuh bahwa otak dan pikiranmu sudah lelah serta membutuhkan rehat sejenak. Jika kamu tak ingin kualitas menulismu buruk, maka jangan dipaksakan ya, sob. Istirahat lah sebentar supaya tubuhmu tetap sehat dan bugar.
5. Tentukan Waktu Efektif Untuk Menulis
Selanjutnya, pilihlah waktu yang efektif dan efisien dalam menulis. Kamu bisa memilih waktu menulis baik pagi hari atau malam sebelum tidur. Karena dua waktu ini sangat baik, lho! Mengapa, di pagi hari otak masih fresh dan siap memberikan ide cemerlang. Sementara, malam hari sebelum tidur biasanya otak aktif berimajinasi. So, tentukan dan pilih waktu menulis yang sesuai denganmu ya. Pastikan kamu juga punya me-time untuk menulis meluapkan gagasanmu.
Writer's stuck ini juga sangat umum dirasakan oleh para penulis kok. Jadi, kamu tak perlu khawatir. Kamu juga bisa membaca dan membenahi kembali outline kisahmu ketika kamu mengalami stuck idea. kunci utamanya kamu hanya perlu beristirahat sejenak untuk kembali menulis. So, 5 tips di atas bisa kamu terapkan dengan baik ketika kamu sedang writers' stuck.
Baca Juga
-
Makna Lagu 'Petal' Ariana Grande: Luka Jadi Bahan Bakar untuk Tumbuh
-
Kemiren Lawan Komersialisasi Budaya Lewat Wirausaha UMKM Berkelanjutan
-
Pariwisata Kuatkan Ekonomi, Pendidikan Menjaga Jiwa Budaya Suku Osing
-
Kisah Kang Edai: Local Hero yang Mengubah Desa Kemiren Menjadi Inspirasi
-
Jumanji Open World Hadirkan Dunia Gim ke Realitas dalam Petualangan Baru
Artikel Terkait
Hobi
-
Digosipkan Pecat Maverick Vinales, KTM Bakal Dibenci Pembalap MotoGP?
-
Dibandingkan dengan Marc Marquez, Alex Marquez Mengaku Sempat Alami Tekanan
-
Marc Marquez Waspadai Tantangan Besar di GP Inggris 2026, Ini Penyebabnya
-
MotoGP Inggris 2026 Resmi Dimulai Hari Ini, Cek Jadwal Lengkapnya
-
Tak Kejar Validasi, Marc Marquez Tetap Tenang dengan 7 Gelar Juara Dunia
Terkini
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Harga Alat Medis Empat Kali Lipat, Bisakah Layanan Kesehatan Tetap Murah?
-
Bencana dari Hal Sepele: Bahaya Buang Puntung Rokok Sembarangan di Musim Kemarau
-
"The Rock from the Sky" dan Pelajaran tentang Berani Menghadapi Perubahan
-
Fenomena AI Slop: Mengapa Poster UMKM Makin Seragam dan Bikin Kita Bosan?