Sejak pandemi Covid-19 melanda, tingkat stres meningkat. Banyak orang mencari cara untuk meredakan stresnya, salah satunya dengan kegiatan berkebun. Lahan untuk bertanam bisa dengan pot atau lahan kosong. Untuk menumbuhkan tanaman yang sehat perlu diperhatikan penyiraman, dan pemberian pupuk yang sesuai kebutuhan.
Anggapan bahwa memberikan banyak pupuk, tanaman makin subur adalah hal keliru. Bagi tanaman, pemberian pupuk berlebihan dapat merusak akar. Sementara bagi tanah, pemberian pupuk berlebihan akan menyebabkan ph tanah menjadi asam dan tekstur tanah menjadi keras serta tidak gembur.
Jika menanam di pot, maka pupuk disesuaikan dengan ukurannya. Lalu bagaimana pada lahan terbuka? Sudah beli pupuk organik, tapi tak tau takaran pupuk yang dibutuhkan? Carolyn Kovacs, seorang ahli ekologi asal Amerika Serikat, memberikan cara ideal menentukan takaran pupuk yang pas.
Takaran pupuk disesuaikan dengan luas lahan. Oleh sebab itu, ketahui terlebih dahulu luas lahan yang tersedia. Terdapat patokan ketebalan pupuk, ini juga disesuaikan dengan kondsi lahan. Jika sebidang lahan baru ingin ditanami pertama kali, maka kompos perlu disebar dengan ketebalan 1-2 inchi (sekitar 2,5-5 cm) di atas tanah.
Jika lahan tersebut sebelumnya sudah dilakukan penanaman, maka kompos perlu disebar dengan ketebalan 1/4-1/2 inci (sekitar 0,6-1,2 cm) di atas tanah. Selanjutnya dapat dihitung volume kompos yang diperlukan.
Volume Kompos (m³) = Luas Lahan (m²) × Ketebalan Tanah (m). Ukuran volume kompos bisa dikoversikan ke satuan kilogram dengan perhitungan massa jenis kompos.
Massa Jenis Kompos (kg/m³) = Berat Kompos ÷ Volume Kompos
Jika massa jenis kompos belum diketahui, maka dapat diambil sebagian kecil kompos untuk ditakar dengan timbangan dan gelas ukur. Kemudian menghitung massa jenisnya. Setelah mengetahui massa jenis dan jumlah volume pupuk yang diperlukan, maka dapat diketahui berapa berat pupuk yang harus di sebar ke kebun.
Dengan mengetahui tata cara menakar pupuk yang ideal, kita menyadari bahwa ternyata ilmu matematika dan sains diterapkan dalam permasalahan kehidupan nyata. Menentukan takaran pupuk yang pas bermanfaat untuk menghemat persediaan pupukmu. Tidak ada lagi pupuk yang terbuang sia-sia.
Baca Juga
-
Bukan Lagi Panjat Pinang, Begini Cara Gen Z Rayakan HUT RI di Era Digital
-
20 Tahun Jejak Musik The Changcuters, Rock Lincah hingga Sisi Emosional
-
Menyelami Lagu Billie Eilish 'What Was I Made For?' di Film Barbie
-
Tips Memilih Tas Anak Sekolah yang Berkualitas dan Terjangkau!
-
Bahasa Gaul dalam Film: Tinjauan 4 Film Populer Indonesia!
Artikel Terkait
Hobi
-
Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
Terkini
-
Review Buku The Hate U Give: Suara Saksi Seseorang yang Tak Mau Diam
-
Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali
-
Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?
-
Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu
-
Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan