Nasib kurang baik menimpa Ole Romeny jelang final Piala Presiden 2025. Penyerang andalan Oxford United itu mengalami cedera cukup serius setelah ditekel keras dalam laga terakhir Grup B melawan Arema FC di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis (10/7/2025) malam.
Pelatih Oxford United, Gary Rowett dalam keterangannya pada Jumat (11/7/2025) mengatakan bahwa cedera Romeny tidak bisa dianggap enteng. Bahkan, kemungkinan tampil di laga puncak pun masih sangat diragukan.
“Ole mengalami cedera yang cukup buruk dan kita akan lihat kemungkinan bermain dalam final,” ujar Rowett, dikutip dari Antara News.
Romeny ditarik keluar tepat di menit ke-16 setelah menerima tekel keras dari Pauloinho Moccelin, pemain Arema FC. Saat itu, suasana pertandingan memang cukup panas dan pelanggaran tersebut langsung berdampak pada kondisi fisik sang striker.
Untuk menggantikan Romeny, Oxford United memasukkan Thomas Harris. Meskipun begitu, The Yellows tetap tampil dominan dan menutup laga dengan kemenangan telak 4-0.
Kemenangan atas Arema membawa Oxford United ke partai final melawan Port FC. Tapi kabar cedera Romeny jelas menjadi bayang-bayang gelap bagi pasukan Rowett yang sedang dalam momentum positif.
Rowett mengakui bahwa pertandingan melawan Arema jauh lebih fisikal dibandingkan laga sebelumnya. Banyak pemain starter yang terlihat kewalahan di awal laga karena intensitas permainan yang tinggi.
“Ini tipe pertandingan yang berbeda dan bagi kami ini adalah permainan yang cukup fisikal,” sambungnya.
Kendati begitu, Rowett tetap memuji skuadnya yang berhasil mencetak empat gol tanpa balas. Ia merasa senang timnya bisa menyelesaikan fase grup dengan performa meyakinkan, termasuk mencetak total 10 gol dari dua laga terakhir.
Namun, kehilangan Romeny jelas jadi kerugian besar. Apalagi striker andalan Timnas Indonesia itu merupakan salah satu pemain yang paling ditunggu aksinya oleh para penggemar. Kehadiran Romeny selalu jadi daya tarik, terutama karena statusnya sebagai pemain naturalisasi Timnas Indonesia.
Lebih Baik Ole Romeny Tak Dipaksakan Bermain
Melihat kondisi Romeny sekarang, tentu lebih disarankan agar ia tidak dipaksakan tampil di final. Risiko memperparah cedera sangat besar, dan itu bisa berdampak panjang bagi kariernya.
Kalau dipaksakan main hanya demi laga final, bukan tak mungkin cedera yang awalnya bisa pulih dalam beberapa minggu justru berubah jadi masalah jangka panjang.
Dari sudut pandang strategi tim, menahan Romeny dari final memang berat. Namun akan jauh lebih berat kalau keputusannya justru mengganggu kesiapan Romeny untuk turnamen besar berikutnya, termasuk Kualifikasi Piala Dunia 2026 bersama Timnas Indonesia.
Laga final memang penting, tetapi kesehatan pemain jauh lebih penting. Apalagi, Romeny adalah pemain kunci untuk banyak agenda tim ke depan.
Kemudian apabila Ole Romeny diputuskan untuk menepi, tentu harus diterima oleh semua pihak.
Para penggemar tentu kecewa jika idola mereka harus absen. Namun banyak juga yang sadar bahwa menjaga kondisi Romeny sekarang akan jauh lebih menguntungkan untuk perjalanan panjang tim.
Terlebih lagi Oxford United punya kedalaman skuad yang cukup solid. Kemenangan atas Arema tanpa Romeny menunjukkan bahwa mereka masih punya senjata lain untuk menghadapi final.
Dalam kondisi seperti ini, keputusan untuk tidak menurunkan Romeny bukan tanda kelemahan. Justru itu bukti bahwa tim ini punya visi jangka panjang dan tahu bagaimana menjaga aset berharganya.
Cedera yang dialami Ole Romeny memang bisa dikatakan sebagai pukulan telak bagi Oxford United menjelang partai final melawan Port FC.
Namun demi karier jangka panjang dan menghindari risiko cedera yang lebih parah, keputusan untuk tidak memaksakan Romeny bermain adalah langkah paling bijak. Kemenangan di final memang penting, tapi menjaga kebugaran pemain kunci jauh lebih penting untuk masa depan.
Baca Juga
-
Lamine Yamal dan Pembuktian Kualitas di Laga Spanyol vs Belgia
-
John Herdman Ingin Timnas Indonesia Hadapi Malaysia di AFF 2026, Kenapa?
-
Kantongi Rekor Apik, Pelatih Spanyol Optimis Bisa Redam Agresivitas Prancis
-
Piala Dunia 2026: Jangan Biarkan Rivalitas Sepak Bola Merusak Pertemanan
-
Kylian Mbappe Tunda Euforia usai Prancis ke Semifinal Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
-
Ole Romeny Cedera Parah, Pelatih Arema FC Minta Maaf
-
Profil Paulinho Moccelin, Bek Arema FC yang Buat Ole Romeny Cedera karena Tekel Horor
-
Ole Romeny Sampaikan Kabar Buruk, Absen di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026?
-
3 Korban Piala Presiden 2025, Terakhir Ole Romeny Cedera Parah
-
Tersingkir dari Piala Presiden 2025, Pelatih Arema FC Bicara Penyebab Kekalahan dari Oxford United
Hobi
-
Argentina vs Swiss: Adu Kecerdasan Taktik Demi Semifinal Piala Dunia 2026
-
Spanyol Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026: Buktikan Tim Kelas Juara dan Siap Lawan Prancis
-
Tampil Gila di Piala Dunia 2026, Vozinha Layak Menunda Masa Pensiunnya!
-
Jelang Laga, Swiss Klaim Punya Cara Meredam Messi Cs Demi Lolos Semifinal
-
Lamine Yamal dan Pembuktian Kualitas di Laga Spanyol vs Belgia
Terkini
-
Kekayaan Alam Diekspor, Tagihannya Dipulangkan kepada Rakyat
-
The Diary of a Young Girl: Catatan Anne Frank yang Menjadi Saksi Kelam Holocaust
-
5 Tips Merawat Rambut agar Tetap Sehat dan Tidak Mudah Rusak
-
Ulasan Novel Romeo dan Juliet: Cinta Terlarang yang Berakhir Menjadi Tragedi
-
Ulasan Pemikat Jiwa: Kisah Tragis Jagal Ayam yang Terjebak di Ruang Gaib!