Real Madrid memang harus menerima kenyataan yang tak diinginkan. Bermain di Etihad Stadium, markas Manchester City pada ajang Liga Champions leg pertama, Los Blancos menelan kekalahan. Tiga gol yang bersarang ke mulut gawang The Citizens, tak mampu menyelamatkan Los Galacticos dari penderitaan.
Baru sekejap peluit dibunyikan sebagai tanda babak pertama telah dimulai, asuhan Pep Guardiola itu langsung tancap gas. De Bruyne cetak gol. Sontak publik Etihad yang semula duduk rapi menikmati pertandingan, tetiba berdiri tepuk tangan dengan simultan merayakan gol tersebut yang berawal dari umpan Mahrez.
Sepuluh menit pasca gol dari pemain veteran Belgia itu, Gabriel Jesus juga ikut menempelkan namanya di papan skor. The Citizens memang sangat mendominasi. Serangan bak tujuh hari tujuh malam tak henti-hentinya menghujam degan nyata terhadap lini pertahanan Carvajal dan kolega. Kendati demikian, sosok Bung Haji Karim Benzema mampu memecah kebuntuan, golnya, membuat Madrid tak terlalu panik akibat kelihatan kurang piknik.
Hingga pada akhirnya skor akhir adalah 4:3 untuk kemenangan sang tuan rumah, Manchester City. Kemenangan yang sangat tidak aman. Pasukan Pep Guardiola hanya butuh hasil imbang untuk melaju ke final. Tapi, leg kedua sangat berbahaya. Bermain di Santiago Bernabeu, tentu saja kurang afdol bagi Real Madrid untuk mencetak gol. Alih-alih gol itu untuk kemenangan.
Untuk lanjut ke babak tambahan waktu 2x15 menit, Madrid hanya butuh menang 1:0 dulu. Biar agregatnya sama, 4:4. Menang 2:0 itu sudah membuat El Real comeback.
Lantas, mampukah Manchester City mempertahankan hasil manis ini? Betulkan Manchester City hanya akan mengimbangi Real Madrid di bawah gencaran dan nuansa yang tak sedap kepada El Real?
Rasanya cukup sulit bagi tim London itu untuk memberhentikan langkah Los Blancos untuk melaju ke final. Bukan karena apa, dibanding The Citizens, Los Galacticos memang lebih berpengalaman. Mentalnya, mental juara. Kebutuhan Real Madrid untuk sarakan 2 gol, itu memang sulit. Tapi tidak terlalu sulit. Maka dari itu, Manchester City di bawah polesan Pep Guardiola harus benar-benar pandai menjegalnya jika memang berniat menghentikan laju Benzema dan rekan-rekannya ke fase puncak selanjutnya.
Baca Juga
-
Final Piala Super Spanyol: Mengurai Benang Kusut Permasalahan Barcelona
-
Chat Dosen Pembimbing Harus Sopan biar Tugas Skripsi Lancar Itu Nggak Cukup
-
5 Tradisi yang Dulu Sering Dilakukan, tapi Kini Sudah Jarang, Apakah di Kampungmu Juga?
-
Wisata Goa Soekarno Sumenep: Dulu Berkawan Keramaian, Kini Berteman Kesepian
-
3 Cara agar Video TikTok Ditonton Banyak Orang meski Sedikit Pengikutnya, FYP Bos!
Artikel Terkait
Hobi
-
Timnas U-23 Gagal ke Asian Games, Ini Untung-Rugi yang Didapatkan John Herd
-
Jadi Asisten John Herdman, Bagaimana Status Nova Arianto di Timnas U-20?
-
Wajib Bantai Ratchaburi 4 Gol, Persib Bandung Bakal Dihadapkan dengan Unfinished Task?
-
16 Pembalap MotoGP yang Kontraknya Habis Tahun 2026, Lanjut ke Mana?
-
Kena Tuding Malaysia, Akankah Erick Thohir Mendapatkan Pembelaan dari Suporter Indonesia?
Terkini
-
The Power of Gardening: Cara Ampuh Menghilangkan Stres dengan Berkebun
-
Analisis Karakter Animal Farm: Saat Babi Berkuasa dan Relevansinya dengan Politik Modern
-
YouTube Lumpuh Tiba-Tiba: Sejenak Merasa Dunia Tanpa Algoritma
-
4 Serum Korea Hyaluronic Acid dan Panthenol, Andalan Skin Barrier Sehat
-
Angpao Imlek Bingung Buat Apa? Ini 3 Rekomendasi Jam Tangan Casio di Bawah Rp500 Ribu