Salah satu genre buku bacaan yang cukup banyak menarik minat para pembaca sekarang ini adalah buku-buku nonfiksi. Ada banyak sekali jenis buku nonfiksi, mulai dari self-improvement sampai pengetahuan dasar tentang suatu ilmu.
Untuk kamu yang terlalu sering membaca buku fiksi dan berencana ingin mencoba merambah genre nonfiksi, ada beberapa tips yang bisa kamu coba. Mengubah sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan tentu saja cukup sulit, begitu juga dengan pilihan genre yang biasa kita baca.
Namun, satu hal yang perlu diingat adalah jangan sampai kita membaca suatu buku hanya karena buku tersebut sedang hype atau ramai diperbincangkan, lalu kita mencoba membacanya dan ternyata sasaran buku itu memang tidak cocok dengan kita. Ujung-ujungnya, kita hanya akan berakhir mengalami reading slump. Berikut empat tips yang bisa kamu terapkan untuk memilih dan memulai membaca buku nonfiksi, yuk disimak!
1. Pilih buku yang sesuai untukmu
Tanyakan pada diri sendiri, kamu sedang perlu bahan bacaan apa yang dapat meningkatkan kualitas hidup kamu. Apakah kamu perlu bacaan tentang keuangan, hubungan yang baik, self love, karier, atau membangun kebiasaan.
Kamu juga bisa memilih buku yang membuat kamu tertarik untuk membaca dan mempelajarinya. Jadi, jangan asal pilih saja karena setiap buku memiliki target dan pembaca masing-masing.
2. Beri tanda dan catatan
Ketika sudah bisa memutuskan buku nonfiksi apa yang akan dibaca, kamu tinggal membacanya seperti biasa. Namun, ketika kamu menemukan informasi atau kalimat tertentu yang menurutmu cukup menarik dan potensial, kamu bisa memberi tanda berupa highlight atau sticky note pada bagian tersebut.
Hal ini untuk memudahkan kamu mencari kembali informasi tersebut ketika nanti kamu membutuhkannya.
3. Jangan langsung menerima
Ketika membaca buku nonfiksi, pengalaman dan daya pikiran kita akan ditantang. Berbeda dengan buku fiksi yang mengajak kita untuk mengikuti alur cerita sesuai dengan di buku, seaneh dan se-tidak masuk akal apapun, kita tetap harus menerimanya.
Berbeda dengan membaca nonfiksi, kita juga harus ikut berpikir. Jangan asal telan informasi yang didapatkan. Kita juga harus berpikir kritis dan meninjaunya dari berbagai sisi. Jika kita hanya menerima begitu saja tanpa pertimbangan, bisa jadi kita malah salah pengertian.
4. Terus gali dan temukan buku lain
Ketika kamu berhasil menyelesaikan satu buku nonfiksi, jangan berhenti sampai di sana. Biasanya, satu buku nonfiksi akan menyinggung atau menambahkan tentang buku nonfiksi lainnya yang menjadi inspirasi sang penulis, kamu bisa mencari dan membaca buku itu.
Agar wawasan kamu semakin bertambah dan tidak berhenti di satu perspektif saja, kamu bisa mencari bacaan nonfiksi lain dengan tema sejenis dari penulis yang berbeda.
Itulah empat tips yang bisa kamu terapkan ketika memilih dan mulai membaca buku nonfiksi. Kira-kira sekarang kamu sudah punya rencana ingin membaca buku nonfiksi apa, nih?
Baca Juga
-
Ikuti Perjalanan Hampa Kehilangan Kenangan di Novel 'Polisi Kenangan'
-
3 Novel Legendaris Karya Penulis Indonesia, Ada Gadis Kretek hingga Lupus
-
Geram! Ayu Ting Ting Semprot Netizen yang Hujat Bilqis Nyanyi Lagu Korea
-
Haji Faisal Akui Sempat Syok dengan Konten Atta Halilintar yang Disebut Netizen Sentil Fuji
-
Outfit Bandara Seowon UNIS Jadi Sorotan, K-netz Perdebatkan Usia Debut
Artikel Terkait
Hobi
-
SEA Games 2025: Timnas Indonesia Terhindar Duo Favorit, tapi Bisa Bertarung Melawan Malaysia
-
Malaysia Masters 2025: Apri/Febi Satu-satunya Wakil Indonesia di Semifinal
-
4 Klub Unggas Sudah Berjaya di Tahun 2025, tapi Masih Ada Satu Lagi yang Harus Dinantikan!
-
Wacana BRI Liga 1 Tambah Kuota 11 Pemain Asing, Ini 3 Dampak Negatifnya
-
Berjaya di GP Qatar 2025, Marc Marquez Percaya Diri Tampil di Silverstone
Terkini
-
Digaet Jadi Bintang Utama, Alan Ritchson Bakal Beraksi di Film Fortune
-
4 Mix and Match Dua Warna ala Mimi OH MY GIRL, Bikin OOTD Makin Stylish!
-
Janji Mundur atau Strategi Pencitraan? Membaca Ulang Pernyataan Prabowo
-
Ladang Bunga Matahari: Rekomendasi Tempat Hunting Foto Estetik di Batu!
-
Menu Makanmu Selamatkan Bumi? Pola Makan Ini Pangkas Emisi Lebih Efektif dari Teknologi Mahal