Scroll untuk membaca artikel
Hayuning Ratri Hapsari | Vallencia Zhang
Ilustrasi Menulis Novel (Pixabay.com/Pexels)

Tulisan dengan tema kedokteran atau medis adalah salah satu tema yang cukup laku di pasaran. Salah satu novel yang terkenal di masanya adalah Surat Kecil untuk Tuhan karya Agnes Davonar.

Meskipun tema yang diangkat oleh novel ini tidak serta-merta tentang kedokteran, namun novel ini tetap memiliki unsur medisnya.

Novel ini mengisahkan mengenai tokoh utama yang berjuang untuk melawan sel kanker yang menggerogoti tubuhnya. Tokoh tersebut harus melakukan kemoterapi, hingga menjalani berbagai pengobatan hingga ke luar negeri.

Kelihatannya, menulis cerita kedokteran sangat sulit, apalagi jika kita tidak berkecimpung di dunia medis ini. Namun, tenang saja. Kita tetap bisa menulis cerita dengan tema ini asal kita ada kemauan untuk melakukan riset mengenai topik yang akan kita ambil.

Selain itu, ada tips yang bisa kita ikuti untuk menulis cerita dengan tema yang satu ini. Berikut ulasannya. 

1. Tidak perlu mengambil penyakit yang aneh

Kalau kita membaca suatu novel yang mengandung unsur medis, tentu penyakit yang umum diangkat dan dibahas ialah tentang penyakit kanker, jantung, atau gagal ginjal. Karena penyakit-penyakit itu istilahnya telah pasaran, maka kita berniat untuk menciptakan cerita dengan topik yang berbeda.

Lalu, kita memilih suatu penyakit aneh yang belum atau jarang ditulis oleh penulis lainnya. Karena penyakit itu cukup langka dan belum banyak peneliti yang menelitinya, akhirnya di tengah jalan kita kebingungan untuk melanjutkannya. 

Di satu sisi, kita kekurangan bahan riset, di sisi lain jika kita ingin berhenti menulis cerita itu, sudah ada banyak pembaca yang menanti kelanjutannya.

Padahal, kita bisa saja memilih penyakit umum yang dialami oleh orang di sekitar agar dalam penulisan pun kita dapat dengan mudah mencari sumber untuk merisetnya. Masalah tema yang mainstream dapat diakali dengan teknik atau cara penyampaian serta eksekusi yang anti mainstream

2. Perbanyak riset

Seperti yang telah dijabarkan di poin pertama, kita tidak perlu mencari penyakit langka untuk kemudian ditulis ke dalam cerita. Bahkan, penyakit seperti asma bisa dijadikan sebuah novel yang bagus apabila kita tahu cara untuk mengeksekusinya. 

Tapi, jangan mentang-mentang penyakit asma dianggap lumrah dialami, lantas kita tidak melakukan riset secara mendalam. Hal ini salah besar.

Justru, penyakit seperti ini harus diperbanyak risetnya agar kita tidak salah memberikan informasi kepada pembaca. Meski memang tujuan awalnya adalah cerita fiksi, namun cerita dengan tema kedokteran harus tetap logis. 

3. Perbanyak membaca atau menonton cerita dengan tema kedokteran

Sebagai seorang penulis, membaca harus dijadikan suatu hobi. Sebab, dengan membaca, kita dapat memperkaya tulisan kita. Begitu pula saat kita ingin menulis cerita dengan tema kedokteran, setelah melakukan riset secara medis, kita juga bisa membaca atau menonton cerita dengan tema yang sesuai.

Kita dapat mempelajari bagaimana cara dokter menangani pasiennya, rasa sakit yang dialami, dan lain sebagainya. Dengan begitu, cerita yang kita buat tidak akan terkesan kaku atau monoton. 

Itu adalah 3 tips menulis cerita bertema kedokteran yang bisa kita terapkan. Semoga artikel ini bermanfaat. 

Vallencia Zhang