Kroasia dipastikan gagal mengulang prestasi yang mereka ukir di Piala Dunia edisi tahun 2018 lalu. Pada babak semifinal Piala Dunia Qatar 2022, tim asal Balkan tersebut dikandaskan oleh Argentina dengan skor yang mencolok, tiga gol tanpa balas. Sebuah kekalahan yang mengakhiri mimpi mereka untuk menjadi juara, sekaligus harus puas dengan posisi terbaik di peringkat ketiga kejuaraan.
Hal tersebut tentu membuat Luka Modric menjadi bersedih. Di penghujung karir profesionalnya sebagai pemain sepak bola, dirinya tentu menginginkan sebuah gelar juara sebagai kado perpisahan. Maka tak mengherankan, di usianya yang sudah menginjak 37 tahun, Modric tetap berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi negaranya, demi terwujudnya impian juara yang dia inginkan.
Termasuk kala berhadapan dengan Argentina, tim yang dikalahkan oleh Kroasia empat tahun lalu. Modric yang dimainkan sebagai starter, bermain dengan penuh daya juang, untuk mengantarkan negaranya kembali melaju ke partai puncak sekaligus membuka peluang sebagai kampiun kejuaraan.
BACA JUGA: Amanda Manopo Pamit, Bagaimana Kelanjutan Sinetron 'Ikatan Cinta'?
Selama 80 menit dimainkan, Modric selalu bermain dengan kualitas terbaiknya, meski secara usia dirinya sudah tak muda lagi. Melalui kepemimpinannya, Modric berhasil membawa Kroasia setidaknya berhasil menguasai pertandingan di babak semifinal tersebut. Laman fifa.com merilis, berkat peran dan visi bermain yang dimiliki oleh Modric, Kroasia berhasil mencatatkan penguasaan lapangan mencapai 66 persen, berbanding Argentina yang hanya mampu menguasai 34 persen jalannya pertandingan.
Operan sukses yang dicapai oleh Kroasia pun berada di angka 643 umpan, berbanding dengan Argentina yang hanya di angka 349 operan. Atau jika masih kurang, kita bisa melihat dalam hal distribusi, Modric yang menginisiasi lapangan tengah Kroasia, berhasil mencatatkan 624 umpan, berbanding dengan Argentina yang hanya berada di angka 408. Hal itu masih belum seberapa. FIFA juga merilis, dalam pertarungan antara Kroasia dan Argentina, Modric mencatatkan keunggulan dalam tiga hal, yakni attempted line break yang mencapai angka 35 kali, kemudian completed line breaks yang mencapai angka 31 kali, serta total umpan sukses dilakukan yang mencapai 90 kali. Semuanya lebih besar daripada para pemain lain.
BACA JUGA: Foto Syahrini Ini yang Buat Malu Keluarga Reino Barack
Namun sayangnya, kegemilangan Modric tersebut harus buyar lantaran buruknya lini pertahanan yang dimiliki oleh Kroasia. Dalam tiga kali kebobolan yang dialami oleh Kroasia, semuanya merupakan andil dari buruknya para pemain yang bertugas di lini pertahanan. Gol pertama terjadi karena buruknya komunikasi antar pemain di lini pertahanan dan kiper. Pun demikian halnya dengan gol kedua yang terlihat jelas kalang kabutnya para pemain bertahan Kroasia saat mencoba meredam laju Julian Alvarez, serta gol ketiga yang terjadi karena lemahnya pengawalan terhadap Lionel Messi di sisi kiri pertahanan Kroasia.
Karena buruknya lini pertahanan yang dimiliki oleh Kroasia, kecemerlangan seorang Luka Modric di pertandingan ini pun seolah menjadi sia-sia belaka.
Video yang mungkin kamu lewatkan.
Baca Juga
-
Bagi Seorang Ayah seperti Saya, Bulan Ramadan Justru Datangkan Perasaan Ngenes yang Berganda
-
Dapat Pekerjaan Baru, Patrick Kluivert Bakal Bikin Timnas Suriname Melesat Tajam! Tapi ke Mana?
-
Elkan Baggott Nyatakan Siap Comeback, Justin Hubner Harus Siap Jadi Tumbal The Big Elk!
-
Bagi LOSC Lille, Calvin Verdonk Belakangan Ini Tak Ubahnya Penjelmaan Dewi Fortuna Versi Lite
-
Sepertiga Akhir Ramadan dan Muslim Indonesia yang Harus Berjuang Lebih Keras Berburu Lailatul Qadar
Artikel Terkait
-
Ini 4 Darah Muda Timnas Indonesia Pilihan John Herdman di Skuad FIFA Series 2026
-
Inilah 5 Pemain Paling Berpengalaman di Timnas Indonesia dalam FIFA Series 2026
-
Waspada Timnas Indonesia! St Kitts and Nevis Diperkuat 9 Pemain Didikan Liga Inggris
-
Kata-kata Marc Klok Usai Tak Tembus Skuad Final Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026
-
Elkan Baggott Tiba di Jakarta Jelang Bela Timnas Indonesia
Hobi
-
MotoGP Brasil 2026: Marco Bezzecchi Menang 4 Kali, Aprilia Makin Dipuji
-
Ernando Ari Dicoret, 4 Penjaga Gawang Masuk Skuad Final Timnas Indonesia
-
FIFA Series 2026: John Herdman Pertebal Dinding Pertahanan Timnas Indonesia
-
Sprint Race MotoGP Brasil 2026: Marc Marquez Raih Kemenangan Dramatis
-
Bakal Dipermanenkan Dewa United, Ivar Jenner Diambang Penurunan Karier?
Terkini
-
Buku Pelanggan adalah Bestie: The New Era, Ketika Pelanggan Bukan Lagi Raja
-
Diproduksi J.C.STAFF, Light Novel Magical Buffs Dapat Adaptasi Anime 2027
-
Bedah Kitab Taisirul Khallaq: Panduan Akhlak Sehari-hari dari Ulama Mesir
-
Jujutsu Kaisen Rilis PV Sendai Colony, 3 Pemeran Baru Turut Diperkenalkan
-
Review Hambalang 6,5 Jam: Ketika Najwa Shihab dan Chatib Basri Diskusi Maraton Bareng Presiden