Perjalanan karier sepak bola penggawa muda Garuda, Marselino Ferdinan tampaknya tak semulus yang diharapkan oleh banyak pihak.
Memutuskan untuk abroad ke Eropa pada tahun 2021 lalu dengan status sebagai wonderkid terbaik di persepakbolaan dalam negeri, pesepak bola yang akrab disapa dengan nama Marceng itu justru hanya menjadi pelengkap di tim-tim yang menjadi pelabuhannya.
Dimulai dari KMSK Deinze di tahun 2021, kemudian berlanjut ke Oxford United pada 2024, hingga ke AS Trencin dengan status sebagai pemain pinjaman pada bulan September 2025 kemarin, semuanya dijalani dengan minim menit bermain.
Terlepas dari deraan cedera yang kerap menghampirinya, catatan menit bermain Marceng di AS Trencin yang sejatinya memiliki kualitas persaingan di bawah dua klub Eropanya terdahulu juga tak lebih baik.
Alih-alih menjadi andalan di timnya, pada catatan laman transfermarkt eks pemain Persebaya Surabaya itu secara total baru memainkan 3 pertandingan saja dengan rincian 2 laga di Nike Liga dan 1 pertarungan di Slovnaft Cup.
Menit bermain yang dihabiskan pun sangat mengenaskan, di mana total dari tiga laga tersebut, Marceng baru menghabiskan 64 menit bermain. Sungguh sangat njomplang dengan durasi bertarungnya saat masih berkarier di Liga Indonesia ataupun saat membersamai Pasukan Garuda.
Jika dibiarkan terus menerus seperti ini, tentunya masa depan dan karier persepakbolaan Marceng akan menjadi pertaruhan. Dengan menit bermain yang minim, Marceng selain akan kehilangan sentuhan-sentuhan terbaiknya di lapangan, juga bisa membuat dirinya tersingkir di mata pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman.
Sehingga, Marceng mau tak mau seharusnya berani membuat keputusan besar untuk berpindah liga. Selama berada di Benua Eropa, Marceng sendiri memang masih kesulitan dalam menembus klub-klub kasta kedua di liga negara sekelas Belgia dan Inggris.
Pun dirinya masih menemukan kesulitan besar ketika bermain di kasta tertinggi kompetisi sepak bola kelas kedua Eropa seperti Slovakia. Sehingga, akan sangat mungkin keputusan yang paling logis bagi Marceng adalah berpindah ke kompetisi sepak bola yang berada di luar Benua Biru.
Mungkin, dengan kualitasnya saat ini Marceng juga masih akan menemukan kesulitan ketika harus bersaing di pentas kompetisi sepak bola kelas satu di daratan Asia seperti Jepang, Korea Selatan maupun negara-negara di kawasan Timur Tengah.
Namun, jika bertarung di kompetisi sepak bola negara-negara Asia Tenggara, tentunya kualitas yang dimiliki oleh Marceng masih sangat bisa untuk mengejar mereka.
Pasalnya, harus diakui talenta-talenta terbaik Indonesia sendiri saat ini memang masih berkutat dengan persaingan di level regional. Hal ini bahkan telah dicontohkan oleh Sandy Walsh, Pratama Arhan, Asnawi Mangkualam Bahar dan sederet nama lain, di mana mereka selalu sukses memberikan warna ketika berkiprah di Liga Negeri Gajah Putih.
Jadi, mungkin lebih baik Marceng harus mulai memikirkan kelangsungan karier serta masa depannya dengan berani mengambil keputusan besar!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
-
Striker Rosenberg Dipanggil Timnas Indonesia U-17 untuk Lawan China
-
Peta Persebaran Pemain Timnas Indonesia di Klub Lokal, Siapa Terbanyak?
-
Nova Arianto Pimpin Timnas Indonesia U-17 Hadapi China di Tangerang
-
Timnas U-17 Lakoni Uji Coba Lawan Cina, Siapa Pantas Jadi Pelatih?
-
Istri Hamil, Rizky Ridho Segera Punya Momongan
Hobi
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
Terkini
-
Lika-liku Keuangan Anak Muda Zaman Now: Cuma Mau Hidup Hemat Tanpa Merasa Tertekan
-
PC Tanpa Ribet Kabel? Acer Aspire C24 AIO Tawarkan Desain Tipis dan Ringkas
-
5 Pilihan HP Samsung dengan Bypass Charging, Anti Overheat Saat Nge-Game
-
Rumah yang Tak Pernah Selesai Dibangun: Catatan Luka Seorang Anak Perempuan Fatherless
-
Kukungan Emosi dalam Set Terbatas Film Kupeluk Kamu Selamanya