Fase semifinal Piala Dunia Qatar 2022 telah resmi berakhir dengan keberhasilan Prancis menyingkirkan Maroko. Dua gol yang dicetak oleh Theo Hernandez dan Randal Kolo Muani membuat Prancis kembali menapaki jalan menuju final, sekaligus membuka kesempatan untuk mempertahankan gelar juara yang mereka rengkuh empat tahun lalu.
Menghadapi Prancis di Al Bayt Stadium, Al Khor Qatar, Yassine Bounou harus rela kebobolan dua kali oleh aksi para pemain Les Bleus. Namun jangan salah, meskipun dirinya merasakan dua kali kemasukan, namun penampilan yang ditunjukkan oleh kiper kelahiran Kanada ini tetap cukup memikat.
BACA JUGA: Kiky Saputri Ungkap Paling Stres saat Roasting Anies Baswedan, Ternyata Gegara Ini
Bagaimana tidak, selama 90 menit permainan, kiper yang kini memperkuat klub Sevilla yang mentas di La Liga Spanyol tersebut secara konstan mengawal gawangnya agar tak kebobolan lebih banyak lagi. Berbagai penyelamatan krusial nan gemilang ditunjukkan oleh kiper yang kini berusia 31 tahun tersebut.
Bahkan, jika kita menyadur data statistik yang dikeluarkan oleh fifa.com, Yassine Bounou dalam pertandingan babak semifinal kontra Prancis mampu menghindarkan gawang Maroko dari marabahaya hingga 14 kali. Jumlah tersebut tentu lebih banyak dari kiper manapun yang berlaga di babak semifinal ini.
Penampilan apik si Bono (demikian warganet Indonesia familiar memanggil Yassine Bounou) melengkapi catatan manis yang ditorehkannya sepanjang gelaran Piala Dunia 2022 ini. Disadur dari laman footystats.org, selama perhelatan Piala dunia di Qatar, Bounou mencatatkan 5 penampilan dan kebobolan 3 kali di sepanjang turnamen.
Secara statistik, kiper bertinggi badan 192 cm ini mampu mencatatkan rasio penyelamatan mencapai 5/6, yang artinya, dia mampu menyelamatkan gawangnya sebanyak 5 kali dari 6 kali percobaan yang dilakukan oleh musuh.
Jika dipersentasikan secara keseluruhan, penyelamatan yang dilakukan oleh Bounou mencapai angka 83 persen! Sebuah angka yang tergolong tinggi untuk tim yang bukan unggulan utama!
Dengan penampilan yang demikian memikat, maka bukan tak mungkin harga pemain yang satu ini akan kembali naik di bursa transfer. Disadur dari laman transfermarkt.com, harga Bounou saat ini berada di kisaran 15 juta euro, atau sekitar 249 miliar rupiah dengan kurs 1 euro setara dengan 16.500 rupiah.
Sebuah harga yang layak untuk kiper sekelas Bounou, yang mampu mengawal gawang Maroko dengan baik di sepanjang turnamen, dan mencatatkan tiga kali clean-sheet di ajang sebesar Piala Dunia.
Setelah ini, ada yang berminat untuk mempekuat timnya dengan mendatangkan Bounou atau tidak ya?
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Menang atau Kalah, Timnas Maroko Tetap Kompak Lakukan Sujud Syukur
-
Profil Randal Kolo Muani, Striker Prancis yang Baru Masuk Langsung Cetak Gol ke Gawang Maroko
-
5 Pemain Maroko yang Diprediksi Jadi Rebutan Klub Top Eropa setelah Piala Dunia 2022
-
Mesut Ozil Tetap Bangga Meskipun Maroko Kalah di Semifinal Piala Dunia 2022
-
3 Jurnalis yang Wafat Saat Meliput Piala Dunia Qatar 2022
Hobi
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam