Sebuah kabar menyejukkan datang dari "si Anak Hilang" Elkan Baggott. Setelah namanya masuk dalam daftar provisional skuat yang dirilis oleh PSSI beberapa waktu lalu, pemain yang kini merumput bersama Ipswich Town tersebut memberikan sinyal bakal kembali membersamai Pasukan Garuda.
Dilansir laman Suara.com (16/3/2026), tembok kokoh milik pertahanan Timnas Indonesia ini menyampaikan kesediaannya untuk comeback ke skuat.
“Elkan Baggott sudah kami kirim surat panggilannya dan bersedia untuk datang. Ya artinya memang saat sekarang ini pelatih memang membutuhkan tenaganya dia,” terang Direktur Badan Timnas Indonesia, Sumardji dikutip dari laman Suara.com.
Jika memang benar apa yang disampaikan oleh Sumardji ini menjadi kenyataan, tentunya kita sebagai pendukung setia Timnas Indonesia patut untuk bersyukur.
Pasalnya, kehadiran pemain yang mendapatkan julukan kesayangan "The Big Elk" dari para penggemar Timnas Indonesia itu dipastikan akan menambah kekokohan lini pertahanan yang dimiliki oleh Pasukan Garuda.
Namun, tentu saja hal itu harus ditebus dengan harga yang cukup mahal. Bukan apa-apa, namun lebih dikarenakan hukum alam yang terus mengiringi sebuah persaingan.
Jika Elkan Baggott benar-benar comeback, maka kita harus rela akan ada pemain lain yang harus menjadi tumbal, apalagi jika keduanya memiliki posisi dan tipikal bermain yang sama.
Meskipun belum terjadi siapa yang akan menjadi tumbal bagi kembalinya Elkan Baggott ini, namun pikiran kecil saya seolah menyatakan bahwa Justin Hubnerlah yang kemungkinan akan tersisih.
Memang, berdasarkan data yang dirilis oleh laman PSSI (9/3/2026), total 41 nama yang dipanggil oleh John Herdman saat ini adalah nama-nama provisional alias nama-nama sementara yang masih bersifat belum final.
Nama-nama itu nantinya akan disaring oleh John Herdman dan menyisakan nama final untuk dibawanya ke FIFA Series pada akhir Maret nanti. Termasuk posisi lini pertahanan, tempat Elkan Baggott dan Justin Hubner berada.
Jika kita bandingkan, antara Hubner dan Elkan sendiri memiliki titik-titik permainan yang relatif sama. Keduanya memiliki posisi bermain yang sama, yakni bek tengah kiri dalam formasi dua center back maupun tiga center back.
Selain itu, baik Elkan maupun Hubner juga memiliki kekuatan utama di kaki sebelah kiri. Sehingga, akan sangat mungkin jika John Herdman nantinya akan memilih salah satu dari dua pemain ini untuk turun ke lapangan meskipun keduanya sama-sama masuk dalam skuat final.
Namun demikian, ada beberapa hal yang menurut saya akan membuat John Herdman bakal lebih condong kepada Elkan Baggott.
Yang pertama, tentunya dari segi postur tubuh. Berdasarkan data laman transfermarkt.com, Elkan memiliki tinggi 196cm, sementara Justin Hubner memiliki tinggi 187cm. Sehingga untuk urusan bola-bola atas, sudah pasti Elkan akan lebih menjanjikan.
Selain itu, gaya bermain juga pasti menjadi pertimbangan tersendiri. Jika dibandingkan dengan Justin Hubner yang memiliki tipikal permainan yang keras dan meledak-ledak sehingga kerap menimbulkan pelanggaran dan lontaran kartu dari wasit yang merugikan tim, Elkan memiliki tipe permainan yang lebih soft.
Sehingga, dalam pandangan kasar saya, hal itu akan membuat Elkan berada satu step di depan Justin Hubner untuk dipilih oleh John Herdman guna mengawal pertahanan timnya.
Namun, tentu saja analisis ini bisa saja berubah. Karena bagaimanapun, sepak bola bukanlah hanya sekadar hitungan matematis sederhana, namun juga membutuhkan analisis kompleks menyeluruh termasuk dalam menentukan siapa yang akan dipilih dan siapa yang akan diturunkan ke lapangan.
Baca Juga
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
Artikel Terkait
Hobi
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Kesulitan Pakai Motor GP26, Marc Marquez Enggan Kembali Gunakan Motor Lama
-
GILA! Mesin Ferrari F355 Dipasang ke Motor, Tenaganya 375 HP Brutal!
-
Kimi Antonelli Merasa Lebih Siap untuk F1 GP Miami 2026, Bakal Hattrick?
-
Venue Playoffs MPL ID S17 Diumumkan, Jakarta Velodrome Jadi Tuan Rumah
Terkini
-
4 Rekomendasi Sheet Mask Witch Hazel untuk Atasi Pori-Pori Besar dan Jerawat
-
Ulasan Novel Beauty Case, Membedah Obsesi Standar Kecantikan bagi Perempuan
-
4 Low pH Cleanser Panthenol Rp30 Ribuan, Perkuat Skin Barrier Kulit Kering
-
Di Balik Centang Biru: Kecemasan Baru dalam Komunikasi
-
Review Film Monster: Refleksi Diri tentang Prasangka Kita pada Orang Lain